Sediono M. P. Tjondronegoro
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2025) |
Sediono M.P. Tjondronegoro (4 April 1928 - 3 Juni 2020) adalah seorang Guru Besar Sosiologi Pedesaan asal Indonesia. Ia berkarier sebagai alademisi di Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan fokus pada kajian agraria dan masyarakat pedesaan. Ia bergabung dengan staff pengajar bagian Sosial Ekonomi di Institut Pertanian Bogor pada tahun 1963, dan resmi mendapatkan gelar Guru Besar Sosiologi Pedesaan pada tahun 1979. Setelah meniti karier di IPB, Tjondronegoro juga berperan dalam pengembangan pendidikan tinggi di luar kampus tersebut. Ia ikut serta dalam merancang program pascasarjana di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Di samping itu, ia terlibat dalam kegiatan akademik di beberapa universitas lain, antara lain sebagai komisi pembimbing di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia dan di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.[1]
Selama kariernya, Tjondronegoro terlibat dalam berbagai lembaga internasional. Ia pernah menerima fellowship di Institute of Development Studies, Sussex pada 1971, serta pernah bekerja sebagai konsultan untuk sejumlah organisasi, antara lain ECAFE, Social Development Division (1972), Bank Dunia di Jakarta (1974–1976), dan FAO dalam program transmigrasi (1975–1976). Pada periode 1975–1980, ia bertugas sebagai penasihat International Labour Organization untuk Rural Development Division. Selain itu, ia juga merupakan orang Indonesia pertama yang berhasil menempati jabatan Guru Besar J. Tinbergen di Universitas Erasmus Rotterdam (1981), jabatan yang sebelumnya pernah dipegang oleh Jan Tinbergen sebagai pemenang hadiah Nobel.[1]
Riwayat hidup
Tjondronegoro memulai pendidikannya di E.L.S (Europe Largere School) di tiga tempat, yaitu Rembang, Purwokerto, dan Tegal. Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya di Hogere Burger School (H.B.S) Malang pada tahun 1947. Ia pernah bergabung dalam Barisan Keamanan Rakyat (BKR) dan Tentara Republic Indonesia Pelajar (TRIP). Ia sempat diminta oleh orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Tinggi (STM) dan SMA darurat di Jakarta. Ia menyelesaikan pendidikan SMA nya pada tahun 1948.[2]
Setelah lulus dari sekolah menengah pada tahun 1948, Tjondronegoro melanjutkan studinya ke Belanda dan masuk ke Fakultas Ilmu Sosial di Universitas Amsterdam. Namun, masa kuliahnya sempat terhenti karena hubungan diplomatik Indonesia dan Belanda berakhir pada tahun 1958, sehingga ia melanjutkan studi di Departemen Politik, London University. Tahun 1961, ia kembali ke Amsterdam dan menyelesaikan pendidikannya hingga mendapatkan gelar doktorandus. Selama masa itu, ia juga bekerja sebagai asisten peneliti di bidang sosiologi non-Barat di bawah bimbingan W.F. Wertheim.[2]
Setelah menyelesaikan studinya, ia kembali ke Indonesia pada tahun 1963 dan bergabung sebagai staf pengajar di Jurusan Sosial Ekonomi di Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan fokus pada penelitian masyarakat pedesaan. Kesempatan akademiknya terus berlanjut ketika ia melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat, seperti di University of Kentucky dan Department of Rural Sociology, University of Wisconsin (1966–1968). Disertasinya akhirnya diselesaikan di Universitas Indonesia pada tahun 1977. Dua tahun setelahnya, ia mendapatkan gelar Guru Besar Sosiologi Pedesaan di IPB.[3]
Referensi
- ^ a b "Sediono M.P. Tjondronegoro - Sajogyo Institute" (dalam bahasa American English). 2022-02-21. Diakses tanggal 2025-10-01.
- ^ a b Setiawan, Andri (2020-06-06). "Sediono Tjondronegoro, Profesornya Kaum Tani". Historia.ID. Diakses tanggal 2025-10-01.
- ^ Luthfi, Ahmad Nashih. "In Memoriam Prof. Sediono Tjondronegoro, Ilmuwan Kaum Tani". tirto.id. Diakses tanggal 2025-10-01.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


