Satelit merah putih 2

Satelit Merah Putih 2 adalah satelit komunikasi geostasioner yang diluncurkan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama anak usahanya Telkomsat. Satelit ini diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida pada 20 Februari 2024 waktu setempat atau pada 21 Februari 2024 Waktu Indonesia Barat. [1]

Satelit Merah Putih 2 merupakan satelit ke-11 sekaligus satelit pertama TelkomGroup yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) atau yang juga dikenal dengan broadband satellite. Satelit ini diluncurkan dengan roket Falcon 9 dan menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur (113 BT).[2]

Dengan kapasitas hingga 32Gbps, Satelit Merah Putih 2 membawa transponder aktif frekuensi C-band dan Ku-band, yang akan menjangkau seluruh area Indonesia. Sebagai negara di kawasan khatulistiwa yang memiliki curah hujan tinggi, satelit ini diharapkan dapat menjadi satelit HTS atau broadband satellite paling andal (reliable) di Indonesia. Hal ini dikarenakan kombinasi kedua frekuensi tersebut, terutama frekuensi C-Band, adalah frekuensi yang memiliki performa paling baik terhadap curah hujan.[3]

Satelit Merah Putih 2 dibangun menggunakan platform Spacebus 4000B2 dengan usia desain 15 tahun yang dipabrikasi oleh Thales Alenia Space sebagai kontraktor utama yang bertanggung jawab atas desain, konstruksi, pengujian, dan pengiriman satelit ke lokasi peluncuran.[4]

Sementara itu, untuk kendaraan peluncur satelit, Telkomsat bekerja sama dengan SpaceX untuk meluncurkan satelit dari bumi menuju ke ketinggian yang ditentukan, menggunakan roket Falcon 9. Telkomsat juga menggandeng Jasindo untuk menjamin risiko pada saat peluncuran satelit, Satconsult sebagai konsultan Telkomsat dalam pengadaan, serta Telesat sebagai konsultan monitoring konstruksi Satelit Merah Putih 2.[5]

Satelit Merah Putih 2 digunakan sebagai backhaul untuk mendorong pemerataan akses internet di Indonesia. Backhaul, dalam ekosistem telekomunikasi, merupakan jaringan utama pengantar akses telekomunikasi yang akan menghubungkan sub-jaringan seperti menara BTS (Base Transceiver Station) dalam infrastruktur darat. Kemampuannya berguna untuk menyediakan akses internet di remote area. Selain itu, Satelit Merah Putih 2 yang miliki cakupan seluruh perairan Indonesia diharapkan dapat memperkuat digitalisasi ekosistem industri maritim di Indonesia.[6]

Referensi

  1. ^ "Satelit Merah Putih 2 Sukses Diluncurkan dari Cape Canaveral Florida". www.telkom.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-25.
  2. ^ "Satelit Merah Putih 2 Sukses Diluncurkan dari Cape Canaveral Florida". www.telkom.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-25.
  3. ^ "Satelit Merah Putih 2 Sukses Diluncurkan dari Cape Canaveral Florida". www.telkom.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-25.
  4. ^ "Satelit Merah Putih 2 Sukses Diluncurkan dari Cape Canaveral Florida". www.telkom.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-25.
  5. ^ "Satelit Merah Putih 2 Sukses Diluncurkan dari Cape Canaveral Florida" (PDF). CNES (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-25.
  6. ^ "Satelit Merah Putih 2 Telkom Sudah Masuk Slot Orbit 113 BT". kumparan. Diakses tanggal 2025-09-25.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement