Sasa Inti
Jenis perusahaan | Anak perusahaan |
|---|---|
| Industri | Bahan makanan |
| Didirikan | November 28, 1972 |
| Pendiri | Tan Kang So Tan Siong Kie |
| Kantor pusat | Jl. Letjen S. Parman Kav. 32-34, Jakarta Barat 11480, , |
Wilayah operasi | Seluruh dunia |
Tokoh kunci | Rudolf Tjandra (CEO) |
| Produk | Penyedap rasa Bumbu Sambal Santan Saus |
| Induk | Rodamas |
| Situs web | www |
PT Sasa Inti (Sasa) merupakan perusahaan FMCG makanan dan bumbu masak terkemuka[1][2] berslogankan "Sasa Melezatkan"[3][4][5][6][7] dari Indonesia yang dikenal luas dengan produk penyedap rasa (MSG), kaldu, dan bumbu dapur lainnya, yang didirikan oleh Rodamas pada tahun 1968 (sebagai pabrik fermentasi) pada tahun 1974 (sebagai Perseroan Terbatas).[8][3][4]
Sejarah
Akar kegiatan usaha Sasa bermula dari pendirian pabrik fermentasi di Sidoarjo, Jawa Timur, pada tahun 1968, yang pada tahap awal hanya memproduksi mononatrium glutamat (MSG) sebagai penyedap rasa.[8][4] Produk ini menjadi dasar pengembangan usaha perusahaan di sektor bumbu masak.
Perusahaan secara resmi berdiri dengan nama PT Sasa Inti pada tanggal 28 November 1972. Setahun setelah pendirian tersebut, Sasa memperluas kapasitas produksinya dengan mendirikan pabrik di Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur,[8] yang memperkuat posisi perusahaan dalam industri penyedap rasa nasional.[8][3][4] Hingga saat ini, PT Sasa Inti memiliki 3 pabrik, yang berlokasikan di Probolinggo, Jawa Timur, Cikarang, Jawa Barat, dan Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.[8][9][4][5][7]
Memasuki dekade 1990-an, PT Sasa Inti mulai melakukan diversifikasi produk. Pada tahun 1993, perusahaan memproduksi bumbu kaldu, diikuti oleh produksi saus tomat dan sambal pada pertengahan dekade tersebut. Pada tahun 2000, Sasa kembali memperluas lini produknya dengan memproduksi tepung bumbu,[8] menandai pergeseran dari fokus tunggal pada penyedap rasa ke penyediaan bahan masakan yang lebih beragam.[4][10][1]
Pada dekade 2010-an, pengembangan produk dilanjutkan melalui peluncuran bumbu nasi goreng dengan merek LaRasa pada tahun 2010, yang kemudian mengalami penyesuaian merek menjadi Sasa Bumbu Praktis pada tahun 2020.[8] Selain itu, perusahaan juga memperluas portofolio produk sambal dan santan, termasuk Sambal Terasi, santan bubuk, serta santan cair.[8][1][4][10]
Dalam rangka memperkuat struktur produksi dan distribusi, PT Sasa Inti melakukan akuisisi aset industri pada akhir dekade 2010-an, termasuk akuisisi aset PT Mitratama Rasa Sejati pada tahun 2019 serta aset pabrik santan di Sulawesi Utara pada tahun 2020.[8] Langkah-langkah tersebut mencerminkan strategi perusahaan dalam memperluas kapasitas manufaktur dan diversifikasi produk pangan.[11][12]
Nama Sasa sendiri adalah sebuah singkatan yang diambil dari kata "Sari Rasa".[8][3][4][6]
Dan Saat ini, Sasa adalah pemegang merek dalam segmen FMCG makanan & bumbu Indonesia yang aktif dalam event industri, sesuai yang diliput media nasional.[1][13][7]
Produk
Saat ini, Sasa memproduksi penyedap rasa MSG, tepung bumbu, santan, saus, sambal tradisional, aneka bumbu, dan kaldu.[14][4][15]
Penyedap rasa
- Mononatrium glutamat (MSG)
Tepung bumbu
- Serbaguna Original
- Serbaguna Hot & Spicy
- Ala Kentucky
- Bakwan Spesial
- Pisang Goreng Vanilla
- Bakso Goreng Renyah
- Ayam Goreng Renyah
Santan
- Tepung Kelapa
- Santan Bubuk
- Santan Cair
Saus
- Saus Sambal Asli
- Saus Sambal Ekstra Pedas
- Saus Tomat
Sambal Tradisional
- Sambal Terasi Ala Sunda
Aneka Bumbu
- Bumbu Sayur Lodeh
- Bumbu Nasi Goreng Rasa Sambal Matah
- Bumbu Nasi Goreng Barbeque
- Bumbu Nasi Goreng Telur
- Bumbu Nasi Goreng Ayam Spesial
- Bumbu Nasi Goreng Jawa
- Bumbu Ungkep Ayam Kalasan
- Bumbu Ungkep Ayam Kuning
- Bumbu Kuah Sayur Asem
- Bumbu Lumur Ayam Spesial
Kaldu
- Bumbu Ekstrak Daging Ayam
- Bumbu Ekstrak Daging Sapi
Referensi
- ^ a b c d antaranews.com (2019-12-02). "Sasa tunjukkan inovasi masakan di SIAL Interfood 2019". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ Gusti, Sekar Paring (2023-07-28). "Sasa Hadirkan Inspirasi Bagi Pelaku Kuliner di Food Hotel Indonesia 2023". iNews. Diakses tanggal 2026-01-23.
- ^ a b c d "PT Sasa Inti | Pusat Karir UPH". careercenter.uph.edu. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ a b c d e f g h i Liputan6.com (2022-12-07). "Profil PT Sasa Inti, Perusahaan Makanan dan Bumbu Terkemuka di Indonesia". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-22. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ a b "PT. Sasa Inti | LinkedIn". LinkedIn. Diakses tanggal 2026-01-23.
- ^ a b "Detail Perusahaan - AkuKerjaIndonesia". www.akukerjaindonesia.com. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ a b c "Bekerja di Sasa Inti: Profil dan informasi perusahaan | Jobstreet". Jobstreet Indonesia. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ a b c d e f g h i j "Tentang Kami | PT Sasa Inti". www.sasa.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ Diginusantara. "PT Sasa Inti - Diginusantara". https://www.diginusantara.com/. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ a b "Cek Produk - Badan Pengawas Obat dan Makanan RI". cekbpom.pom.go.id. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ "BELAJAR DARI SASA, MENEMUKAN SOLUSI DENGAN BERTRANSFORMASI | StepNesia". Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ "Wujudkan Program CSR Berkelanjutan, Sasa Inti Hadirkan Inovasi Produk Berfortifikasi". TopBusiness. 2024-04-30. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ Rahadian, Lalu. "Alasan Di Balik Kesuksesan Sasa Sejak Puluhan Tahun Berdiri". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ antaranews.com (2019-12-02). "Sasa tunjukkan inovasi masakan di SIAL Interfood 2019". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ "Semua Produk Kami | PT Sasa Inti". www.sasa.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-22.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


