Sarkofagus Ahiram

Sarkofagus Ahiram (juga dieja Ahirom; Fenisia: đ€€đ€‡đ€“đ€Œâ€Ž) adalah sarkofagus seorang raja Fenisia dari Byblos (sekitar 1000 SM), yang ditemukan pada tahun 1923 oleh arkeolog Prancis Pierre Montet di makam V pada nekropolis kerajaan Byblos.

Sarkofagus ini terkenal karena ukiran bas-reliefnya dan inskripsi Fenisia yang terdapat padanya. Sebagai salah satu dari lima inskripsi kerajaan Byblos yang diketahui, inskripsi tersebut dianggap sebagai contoh paling awal dari alfabet Fenisia yang telah berkembang sepenuhnya. Alfabet Fenisia diyakini sebagai induk dari banyak sistem tulisan dunia saat ini, termasuk alfabet Yunani, Latin, dan Sirilik, serta abjad Ibrani, Arab, dan Urdu. Bagi beberapa sarjana, inskripsi ini menandai terminus post quem bagi penyebaran alfabet tersebut ke Eropa.[1]

Ahirom tidak disebutkan dalam sumber Oriental Kuno lainnya, meskipun beberapa sarjana telah mengusulkan kemungkinan keterkaitan dengan Raja Hiram yang sezaman dan disebutkan dalam Alkitab Ibrani (lihat Hiram I).

Penemuan

Sarkofagus tersebut ditemukan setelah terjadi longsor di tebing-tebing yang mengelilingi Byblos (yang kini berada di wilayah Lebanon modern) pada akhir tahun 1923, yang memperlihatkan sejumlah makam kerajaan Fenisia. Makam Ahirom memiliki kedalaman sepuluh meter.[2]

Sarkofagus

Sarkofagus Ahiram ditemukan oleh arkeolog Prancis Pierre Montet pada tahun 1923 di Byblos. Panel-panel ukiran bas-reliefnya menjadikannya “dokumen artistik terpenting untuk Zaman Besi Awal” di Fenisia. Benda-benda terkait yang berasal dari Zaman Perunggu Akhir dapat mendukung penanggalan awal pada abad ke-13 SM, atau menunjukkan bahwa sebuah makam sumur tua digunakan kembali pada abad ke-11 SM.[3]

Adegan utama menggambarkan seorang raja yang duduk di atas takhta yang diukir dengan sfinks bersayap. Seorang pendeta perempuan mempersembahkan bunga teratai kepadanya. Pada bagian tutup sarkofagus, dua figur laki-laki saling berhadapan dengan singa-singa yang duduk di antara mereka. Figur-figur ini ditafsirkan oleh Glenn Markoe sebagai representasi dari ayah dan anak yang disebutkan dalam inskripsi.[4] Gaya penggambaran figur-figur tersebut serta desain takhta dan meja menunjukkan pengaruh Asyiria yang kuat. Ketiadaan total benda-benda Mesir dari Dinasti ke-20 dan ke-21 di Fenisia sangat kontras dengan berlanjutnya kembali hubungan Fenisia–Mesir pada Dinasti ke-22 Mesir.[5]

Referensi

  1. ^ Cook, Daniel J; Whitman, John; Liadis, Nicole; Cole, John (2022-02-15). "Abstract P1-05-07: Spatially-resolved single-cell tumor heterogeneity captured by TumorScope biophysical modeling software using MR Imaging". Cancer Research. 82 (4_Supplement): P1–05-07-P1-05-07. doi:10.1158/1538-7445.sabcs21-p1-05-07. ISSN 0008-5472.
  2. ^ Dussaud, RenĂ© (1923). "Les travaux et les dĂ©couvertes archĂ©ologiques de Charles Clermont-Ganneau (1846-1923)". Syria. 4 (2): 140–173. doi:10.3406/syria.1923.2984. ISSN 0039-7946.
  3. ^ Markoe, Glenn E. (1990-08). "The Emergence of Phoenician Art". Bulletin of the American Schools of Oriental Research (dalam bahasa Inggris). 279: 13–26. doi:10.2307/1357205. ISSN 0003-097X.
  4. ^ Harden, D. B. (1971-09). "A. Ward William (ed.): The role of the Phoenicians in the interaction of Mediterranean civilizations. Papers presented to the Archaeological Symposium at the American University of Beirut; 03 1967. 164 pp., 40 pls., 21 figs. Beirut: American University of Beirut, 1968. $8.00 (cloth), $7.00 (paper)". Antiquity. 45 (179): 240–241. doi:10.1017/s0003598x00069738. ISSN 0003-598X.
  5. ^ Jacobi, Fritz (1987). "Plastik der DDR aus vier Jahrzehnten. Ausgewahlte Neuerwerbungen der Nationalgalerie von 1980-1985". Forschungen und Berichte. 26: 291. doi:10.2307/3881023. ISSN 0067-6004.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement