Sarjana Agama
Sarjana Agama (disingkat S.Ag.) adalah gelar akademik di Indonesia yang diberikan Perguruan Tinggi Keagamaan (baik negeri maupun swasta) kepada lulusan dibidang agama (Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha) yang telah menyelesaikan program studi Strata 1 (S1) disiplin ilmu agama.[1] Penyatuan gelar ini sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 33 Tahun 2016 tentang Gelar Akademik Perguruan Tinggi Keagamaan.[2] Prospek kerja para sarjana ini adalah menjadi pemimpin atau pemuka agama, penghulu, penafsir, penyuluh agama, penulis, pengajar, guru/dosen di sekolah atau perguruan tinggi keagamaan, lembaga keagamaan, lembaga pemerintah (Kementerian Agama) atau organisasi keagamaan.[3]
Program Studi
Berikut adalah program studi atau jurusan yang diberikan gelar akademik Sarjana Agama:[4]
Islam
- Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
- Ilmu Hadis
- Aqidah dan Filsafat Islam
- Ilmu Tasawuf
- Studi Agama-agama
- Studi Islam Interdisipliner
Kristen Katolik
- Misiologi
- Pastoral Konseling
- Kepemimpinan Kristen
- Biblika Perjanjian Lama
- Biblika Perjanjian Baru
- Dogmatika
- Etika
Kristen Protestan
- Pelayanan/Konseling Pastoral
- Pastoral
- Antropologi Agama
Hindu
- Filsafat Hindu
- Teologi Hindu
- Ilmu Agama dan Kebudayaan
- Kepanditaan
- Ilmu Agama Hindu
- Manggala Upacara
Buddha
- Agama Buddha
- Dharma Usada
- Kepanditaan Buddha
- Kepenyuluhan Buddha
Perguruan Tinggi
Berikut beberapa perguruan tinggi keagamaan di Indonesia:[5]
Islam
- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)
- Sekolah Tinggi Agama Islam (Swasta)
- Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
- Institut Agama Islam (Swasta)
- Universitas Islam Negeri (UIN)
- Universitas Islam (Swasta)
- Ma'had Aly (sebelum 2025)[6]
Kristen Katolik/Protestan
- Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKATN)
- Sekolah Tinggi Agama Kristen
- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN)
- Institut Agama Kristen (Swasta)
- Universitas Kristen
- Sekolah Tinggi Teologi/Teologia
- Sekolah Tinggi Pastoral
- Sekolah Tinggi Alkitab
- Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN)[7]
Hindu
- Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN)
- Sekolah Tinggi Agama Hindu (Swasta)
- Institut Agama Hindu Negeri (IAHN)
- Universitas Hindu Negeri (UHN)[8]
Buddha
- Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN)
- Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (Swasta)[9]
Referensi
- ^ Author, Kemenag (2017-02-08). "Agama Harus Diajarkan Ahli atau Sarjana Agama". Kementerian Agama RI. Diakses tanggal 2025-08-21.
- ^ Kontributor, Kemenag. "Respon Perubahan Zaman, Kemenag Reviu Regulasi Gelar Akademik PTKI". Kementerian Agama RI. Diakses tanggal 2025-08-21.
- ^ UIN Sumatera Utara, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (2024-08-13). "Prospek Kerja". Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-21.
- ^ "Peraturan Menag No. 33 Tahun 2016". Database Peraturan | JDIH BPK. Diakses tanggal 2025-08-22.
- ^ Kementerian Agama Republik Indonesia. "Perguruan Tinggi Kementerian Agama RI". https://kemenag.go.id. Diakses tanggal 2025-08-21.
- ^ Kontributor, Kemenag (2025-07-26). "Terbit KMA, Ini Gelar Akademik Sarjana S1 hingga S3 Lulusan Ma'had Aly". Kementerian Agama RI. Diakses tanggal 2025-08-21.
- ^ Kemenag, Bimas Kristen. "Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK)". Kementerian Agama RI. Diakses tanggal 2025-08-21.
- ^ Kemenag, Bimas Hindu. "Satuan Kerja Perguruan Tinggi". https://bimashindu.kemenag.go.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-21.
- ^ Kemenag, Bimas Buddha. "Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha | Ditjen Bimas Buddha Kemenag RI". Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha - Kementerian Agama RI. Diakses tanggal 2025-08-21.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


