Sangkai kembang

Sangkai kambang adalah salah satu tradisi yang masih dijaga dan dipraktikkan oleh masyarakat Dayak Ngaju, terutama di daerah yang berada di sepanjang aliran Sungai Kahayan, Rungan, dan Kapuas. Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai lambang kebersamaan dan tolong-menolong, khususnya dalam situasi perayaan atau momen kebahagiaan. Dengan melaksanakan tradisi ini, tidak hanya mempererat tali persaaudaraan tetapi juga menegaskan pentingnya nilai-nilai sosial dalam kehidupan. Selain itu, sangkai kambang merepresentasikan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.[1]

Makna Simbolik

Sangkai Kambang merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Dayak, khususnya suku Dayak Ngaju, yang mencerminkan nilai hidup rukun dan saling tolong-menolong. Tradisi ini biasanya dijalankan saat mengadakan pesta atau hajatan besar, seperti pernikahan atau syukuran. Makna utama dari sangkai kambang terkandung dalam konsep Handep, yang berarti saling membantu atau memberikan dukungan, sekaligus berfungsi untuk parami, yaitu memeriahkan jalannya acara. Dengan demikian, pelaksanaan sangkai kambang tidak hanya bertujuan untuk mendukung keluarga yang sedang mengadakan pesta, tetapi menjadi sarana untuk menambah kehangatan dalam perayaan. [1].

Bentuk dan Komponen Sangkai kembang

Sangkai kambang merupakan rangkaian tanaman tradisional yang memiliki struktur khas. Batangnya terbuat dari Humbang atau bambu, yang berfungsi sebagai penopang utama. Dari batang ini, Uwei atau rotan dipotong dan dibentuk sedemikian rupa menjadi ranting yang menambah bentuk dan estetika rangkaian. Bagian bunga dibuat dari kertas warna-warni yang dilipat dengan rapi, kemudian ditempelkan pada ranting. Untuk menambah nilai simbolis dan estetika, bunga-bunga ini biasanya disertai dengan uang kertas yang ditempel sebagai bagian dari ornamen sangkai kambang [1].

Peran Sangkai kembang dalam Tarian

Dalam Tari Handep Hapakat Pesta Kahanjak, sangkai kambang memiliki posisi penting sebagai unsur simbolik yang memperkaya makna tarian. Tradisi ini merepresentasikan nilai sosial masyarakat Dayak Ngaju, terutama semangat saling tolong-menolong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Kehadiran sangkai kambang dalam tarian tidak hanya memperindah pertunjukan, tetapi juga berfungsi sebagai pengingat hubungan persaudaraan yang harus dijaga di tengah kehidupan bermasyarakat[1].

Referensi

  1. ^ a b c d Dewi, Yuspita; Andin, Jimy; Asi, Yuliati (2024). "ANALISIS BENTUK DAN STRUKTUR TARI HANDEP HAPAKAT PESTA KAHANJAK SEBAGAI WUJUD PEMAKNAAN DARI PROSESI SANGKAI KAMBANG OLEH SANGGAR SEGAH BATUAH KECAMATAN TEWAH KABUPATEN GUNUNG MAS". Jurnal Tambuleng Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik. 5 (1): 16–24. doi:https://doi.org/10.37304/jt.v5i1.13360. ; ; ;

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement