Salomé (film 1918)

Salomé adalah film drama bisu Amerika Serikat tahun 1918 yang disutradarai oleh J. Gordon Edwards dan diproduksi oleh William Fox. Film ini dibintangi oleh Theda Bara, G. Raymond Nye, dan Alan Roscoe.

Alur Cerita

Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah majalah film,[1] Salome mengisahkan tentang seorang wanita yang menggunakan kecantikannya dan tipu muslihatnya untuk mengejar kekuasaan Raja Herodes, yang ambisinya ingin ia taklukkan. Dengan kelicikannya, Salome berhasil menyingkirkan para pesaing utama Herodes dan menyebabkan kematian istrinya sendiri melalui pengkhianatan yang ia rancang.

Sementara itu, Yohanes Pembaptis, seorang tokoh suci yang memiliki pengaruh besar atas rakyat dengan berani mencela kehidupan istana Herodes dan perilaku amoralnya. Sebagai akibatnya, Herodes memenjarakan Yohanes karena dianggap menghasut pemberontakan. Di dalam penjara inilah Salome bertemu dengannya, dan seketika terpesona oleh pesona spiritualnya hingga terbakar oleh gairah yang berujung pada kegilaan. Namun, setelah Yohanes menolak cintanya, Salome diliputi amarah dan dendam. Ia kemudian menari dengan gerakan yang memikat dan menggoda sebuah tarian yang dikenal sebagai Dance of the Seven Veils untuk memikat Herodes. Raja yang terbius oleh tarian tersebut akhirnya berjanji mengabulkan permintaannya, apa pun itu. Salome lalu menuntut kepala Yohanes Pembaptis sebagai hadiahnya.

Akhirnya, tindakannya membawa petaka. Setelah memperoleh apa yang ia inginkan, Salome menerima hukuman atas dosanya sendiri: ia dihancurkan hingga mati di bawah jari-jari tajam perisai para prajurit Romawi, simbol kejatuhan dari nafsu dan ambisi yang tak terkendali.

Penerimaan

Meskipun film Salomé terbukti populer, bahkan beberapa bioskop mengenakan biaya tambahan bagi penonton yang ingin menyaksikannya[2][3] film ini juga memicu kontroversi yang cukup besar. Di St. Louis, Missouri, misalnya, sejumlah gereja dari berbagai denominasi bersatu untuk memprotes penayangan film tersebut.[4] Para pemuka agama tidak hanya menentang kostum yang dikenakan oleh Theda Bara, tetapi juga mengkritik penyimpangan alur cerita dari teks Alkitab. Di antaranya adalah adegan yang menampilkan Yohanes Pembaptis sedang berkhotbah di Yerusalem, serta adegan di mana Salome menyatakan cintanya kepada Yohanes, yang dalam film digambarkan jauh lebih muda dari versi kitab suci.[4] Selain itu, mereka juga mempersoalkan fakta bahwa anak-anak diizinkan menonton film tersebut.[4]

Menanggapi kritik tersebut, sutradara J. Gordon Edwards menjelaskan bahwa Salomé tidak didasarkan pada satu versi kisah saja, melainkan merupakan perpaduan dari berbagai interpretasi yang berbeda, dengan penggunaan poetic license atau kebebasan artistik.[5] Edwards juga menegaskan bahwa film ini justru mengandung “pesan moral yang besar”, karena menurutnya, “Salome, berdasarkan kesepakatan umum di kalangan para penulis adalah sosok perempuan penuh nafsu sebagaimana digambarkan dalam sejarah kriminal,” dan bahwa ia “telah membuat perjanjian paling jahat yang pernah dikenal,” yakni menukar tarian sensualnya dengan kepala seorang lelaki.[5]

Rujukan

  1. ^ "Health hazard evaluation report: HETA-81-097-1021, McCall Publishing Company, New York City, New York". 1981-12-01.
  2. ^ Chalmers Publishing Company (1919). Moving Picture World (Jan - Feb 1919). New York The Museum of Modern Art Library. New York, Chalmers Publishing Company.
  3. ^ Upson, Lent D. (1920-02). "City Manager in Dayton. By C. E. Rightor, and others. (New York: The Macmillan Company. 1919. Pp. 271.)". American Political Science Review. 14 (1): 180–181. doi:10.2307/1945753. ISSN 0003-0554.
  4. ^ a b c Chalmers Publishing Company (1919). Moving Picture World (Jan - Feb 1919). New York The Museum of Modern Art Library. New York, Chalmers Publishing Company.
  5. ^ a b "Balanchine, George Melitonovitch, (22 Jan. 1904–30 April 1983), choreographer; Artistic Director, 1948–83, Ballet Master Emeritus, since 1983, New York City Ballet Company". Who Was Who. Oxford University Press. 2007-12-01.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement