Saliku Maesaroh

Sakiko Kanase
Lahir1935 (1935)
Meninggal3 Oktober 1959(1959-10-03) (umur 23–24)
Jakarta, Indonesia
Tempat pemakamanTaman Makam Blok P
Nama lainSaliku Maesaroh
Pekerjaan
  • Hostes
  • model
  • guru
Suami/istri
(m. 1958)

Sakiko Kanase (1935 – 3 Oktober 1959), juga dikenal sebagai Saliku Maesaroh, adalah seorang hostes, model dan guru asal Jepang. Ia dikenal sebagai pesaing Ratna Sari Dewi di klub malam Benibasha tempat mereka berdua menarik perhatian Presiden Soekarno yang kemudian menikahi mereka.

Kehidupan awal

Saliku Maesaroh Lahir pada Tahun 1935 dengan Nama Sakiko Kanase[1]

Keluarga

Pertemuan pertama dan Hubungan dengan Soekarno

Di Kyoto, Kanase bertemu dengan Presiden Soekarno setelah diperkenalkan melalui perusahaan Kinoshita Sansho.[1] Ia kemudian menjadi Mualaf dan mengubah namanya menjadi Saliku Maesaroh.[1][2] Kanase kemudian menikahi Sukarno pada 1958.[1] Pernikahan mereka berlangsung sampai kematian Kanase pada Oktober 1959.[1]

Kematian

Setelah menikah selama setahun dengan Presiden Soekarno, Maesaroh kemudian memutuskan untuk Bunuh diri di sebuah rumah di Menteng, Jakarta Pusat, pada 3 Oktober 1959 dalam usia 24 tahun, tepat tiga pekan setelah Ratna Sari Dewi Tiba di Jakarta. Ia kecewa terhadap Soekarno dan merasa malu terhadap Ratna Sari Dewi, yang menjadi hostes keduanya setelah dirinya, untuk menjadi istri kesayangan Soekarno.[1][2] Kala ia wafat, Soekarno dan Dewi berada di Bali.[1] Kanase dikebumikan pada 4 Oktober di Taman Makam Blok P di Jakarta Selatan dan pemakamannya diurus oleh M.A. Sabar, yang beralamatkan di Jalan Pekalongan 4, Jakarta Pusat, yang setelah ditelusuri, merupakan hunian Brigjen Sabur, ajudan Soekarno yang menjadi panglima Resimen Tjakrabirawa, pasukan khusus pertahanan presidensial.[1] Pada 1977, jasadnya dipulangkan ke Jepang oleh pihak Kedutaan besar Jepang atas permintaan orangtua Kanase.[1] Dengan bantuan seorang pengusaha di Jakarta, penggaliannya kemudian dilakukan dan pengangkatan jasadnya menghabiskan biaya sekitar 1600 dolar AS.[1] Kematian Kanase pada waktu itu meraih perhatian pers Jepang.[1] Shūkan Shinchō, sebuah majalah berita mingguan terkenal di Tokyo, menulis laporan khusus tentang misteri kematian Kanase dalam edisi Februari 1960.[2] Majalah tersebut juag menyebut keberadaan dua wantia Jepang di Jakarta, Maesaroh dan Dewi, yang berkaitan dengan persaingan usaha antara Kinoshita Sansho dan perusahaan Tonichi.[2]

Ratna Sari Dewi kemudian mengetahui keberadaan Kanase pada 3 November 1959 setelah merampungkan upacara di ruang Istana Negara dengan menghadap Al-Qur'an dan Keris dan kemudian bersumpah di depannya disaksikan oleh ajudan Sabur dan kepala garda Mangli.[1] Ia kemudian menanyai Soekarno tentang Kanase yang kemudian menjawab bahwa ia telah wafat.[1]

Pekerjaaan dan Karier

Kanase memulai kariernya sebagai hostes dan model di klub malam Benibasha, Tokyo, klub yang sama tempat Ratna Sari Dewi berkerja sebelum ia pindah ke klub malam Copacabana.[1][2] Pada November 1958, ia datang ke Jakarta memakai nama Saliku Maesaroh untuk bekerja sebagai guru putri staf Kinoshita Sansho.[1]

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o "Seribu ciuman untuk dewi soekarno". Tempo. 1992-02-15. Diakses tanggal 2025-05-03.
  2. ^ a b c d e Matanasi, Petrik (2018-02-08). "Dua Hostes dalam Hidup Sukarno: Bunuh Diri & Jadi Sosialita". tirto.id. Diakses tanggal 2025-05-03.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement