SV TEC
| Nama lengkap | Sportvereniging Tielse Eendracht Combinatie | |
|---|---|---|
| Berdiri | 1 Juni 1924 | |
| Stadion | Sportpark De Lok, Tiel (Kapasitas: 2,500) | |
| Ketua | ||
| Manajer | ||
| Liga | Derde Divisie | |
| 2024–25 | Derde Divisie A, ke-11 dari 18 | |
| Situs web | Situs web resmi klub | |
| ||
Sportvereniging Tielse Eendracht Combinatie, yang lebih dikenal dengan nama SV TEC atau cukup disebut TEC (pelafalan dalam bahasa Belanda: [ˌteːjeːˈseː]), adalah klub sepak bola yang berbasis di Tiel, Gelderland. Didirikan pada 1 Juni 1924, klub ini berkompetisi di Derde Divisie, kasta keempat dalam sistem liga sepak bola Belanda, dan telah menghabiskan sebagian besar sejarahnya di level amatir bawah. Mereka memainkan pertandingan kandangnya di Sportpark De Lok.
Sejarah
TEC didirikan pada 1 Juni 1924 sebagai hasil penggabungan empat klub di Tiel, Gelderland. Pada awalnya, Amical, Hercules, dan Inter Amicos bergabung. Kemudian Houdt Stand turut serta dalam merger yang kemudian dinamakan Tielse Eendracht Combinatie (TEC).[1] Meski menghadapi awal yang sulit karena masalah finansial, klub ini berhasil meraih promosi ke Tweede Klasse pada era 1930-an. Pada masa itu, satu klub lain dari Tiel, yaitu Velox, juga ikut bergabung dalam merger.
Pada musim 1951–52, TEC akhirnya meraih promosi ke Eerste Klasse setelah mengalahkan SC Emma. Namun, keberhasilan itu hanya bertahan satu musim, dan klub kemudian mengalami dua kali degradasi beruntun hingga terpuruk ke Derde Klasse.[1]
Dalam dekade-dekade berikutnya, TEC lebih banyak berkutat naik-turun antara Tweede dan Derde Klasse, yakni level kedua dan ketiga sepak bola amatir. Pada musim perayaan ulang tahun ke-60, TEC berhasil promosi ke Tweede Klasse. Dalam rangka perayaan tersebut, klub menggelar pertandingan melawan juara Belanda saat itu, Feyenoord, pada tahun 1984 di kandang sendiri, “De Lok”. TEC menghadapi pemain-pemain besar seperti Sjaak Troost, Ivan Nielsen, Ben Wijnstekers, Ruud Gullit, serta putra daerah Tiel, Simon Tahamata. Lebih dari 3.000 penonton menyaksikan tim mereka kalah 8–1 dari Feyenoord. Meski begitu, paruh kedua era 1980-an menjadi periode sukses bagi TEC. Di bawah asuhan pelatih sekaligus mantan pemain, Henk van Tricht, klub ini kembali promosi ke Eerste Klasse untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.[1]
Antara tahun 2002 hingga 2004, TEC sempat tampil di Hoofdklasse, yang saat itu merupakan level tertinggi sepak bola amatir Belanda. Namun, sejak 2010, setelah terjerembap kembali ke Derde Klasse akibat serangkaian degradasi, klub justru memasuki masa keemasan di bawah kepelatihan Hanky Leatemia, mantan pemain sekaligus pelatih kepala. Lewat tiga gelar juara dan satu babak play-off, TEC berhasil promosi ke Topklasse, yang kemudian berganti nama menjadi Derde Divisie (divisi keempat dalam sistem liga Belanda).[2] Bersama pelatih Frits van den Berk, TEC finis di posisi kedua, tepat di bawah FC Lienden. Hasil ini membuat promosi ke Tweede Divisie (divisi ketiga) menjadi kenyataan pada tahun 2016 yang merupakan peringkat tertinggi sepanjang sejarah klub. Pencapaian tersebut merupakan buah dari Project TEC, rencana lima tahun yang digagas sejak 2010 oleh jajaran pengurus, sponsor, dan relawan untuk membawa klub ke level atas. Gery Vink, mantan pemain profesional FC Wageningen dan pengembang akademi di Vitesse, PSV, serta Ajax, direkrut untuk merealisasikan proyek tersebut yang akhirnya terwujud lewat promosi itu.[1]
Pada Derde Divisie musim 2018–19, TEC finis di posisi kedua dan kembali promosi ke Tweede Divisie. Namun, di Tweede Divisie musim 2022–23, TEC hanya finis di peringkat ke-15 sehingga harus mengikuti play-off degradasi. Mereka kalah agregat 6–1 dari SteDoCo di babak pertama dan terdegradasi ke Derde Divisie.
Setelah terdegradasi kembali ke Derde Divisie, TEC finis di peringkat keempat Derde Divisie B musim 2023–24, yang membuat mereka lolos ke babak play-off promosi. Pada putaran pertama, TEC menang 1–0 atas SC Genemuiden di pertandingan kandang leg pertama, tetapi kalah 5–1 di leg kedua tandang. Dengan agregat 5–2, TEC gagal meraih promosi.[3]
Tata kelola
| Posisi | Nama |
|---|---|
| Pelatih kepala | |
| Pelatih penjaga gawang | |
| Manajer tim | |
| Kit manager | |
| Asisten Kit manager |
Pemain
- Per 1 Juli 2025.[4]
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan kelayakan FIFA. Pemain bisa saja memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.
|
|
Pelatih
Jan Van Asten (1948–1953)
Kees van Dijke (1953–1954)
Eric Speelziek (1999–2005)
Frits van den Berk (2005–2007)
Eric Speelziek (2007–2010)
Hanky Leatemia (2013–2015)
Frits van den Berk (2015–2019)
Arjan van der Laan (2019–2020)
Hans van de Haar (2020–2024)
Eric Speelziek (2024)
Eric Meijers (2024–sekarang)
Referensi
- ^ a b c d "Geschiedenis TEC in vogelvlucht" (dalam bahasa Belanda). SV TEC. Diakses tanggal 26 Oktober 2020.
- ^ "TEC plaatst zich voor 2e Divisie!" (dalam bahasa Belanda). SV TEC. 2 Mei 2016. Diakses tanggal 26 Oktober 2020.
- ^ "Sportclub Genemuiden maakt korte metten met sv TEC" (dalam bahasa Belanda). SC Genemuiden. 1 Juni 2024. Diakses tanggal 7 Juni 2024.
- ^ "Selectie TEC 2025–2026" (dalam bahasa Belanda). SV TEC. Diakses tanggal 5 Oktober 2025.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


