SMP Negeri 2 Surabaya
| SMP Negeri 2 Surabaya | |
|---|---|
| Informasi | |
| Didirikan | 1930 |
| Jenis | Negeri |
| Akreditasi | A (ISO 9001:2000) |
| Nomor Statistik Sekolah | 201056003002 |
| Nomor Pokok Sekolah Nasional | 20532559 |
| Kepala Sekolah | Dra. Enniek Dwi Nurhayati. |
| Rentang kelas | VII, VIII dan IX |
| Kurikulum | Kurikulum Merdeka |
| Jumlah siswa | 1042 |
| Alamat | |
| Lokasi | Jalan Kepanjen 1 Krembangan, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia |
| Tel./Faks. | +62-31-3522836/3570147 |
| Koordinat | 7°14'33.7"S 112°44'09.8"E -7.242704, 112.736048 |
| Moto | |
SMP Negeri 2 Surabaya adalah sekolah menengah pertama negeri yang berada di kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, berlokasi di jalan Kepanjen 1 Krembangan Surabaya, masuk wilayah Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya.[1]
Saat ini SMP Negeri 2 surabaya, memiliki 31 kelas (VII A-J, VIII A-K, IX A-J). Jumlah murid pada tahun ajaran 2009-2010 berjumlah 997 siswa yang dibina oleh 68 guru dan 1 orang kepala sekolah dan dibantu oleh 2 wakil kepala sekolah, 2 orang urusan kurikulum, 1 orang urusan kesiswaan, 1 orang urusan humas, 1 orang urusan sarana prasarana serta 21 staf tata usaha dan pramu sekolah.
SMP Negeri 2 Surabaya dikenal juga dengan akronim Spendabaya[2]
Sejarah
Catatan sejarah menunjukkan, pendirian sekolah dan penyelenggaraan pendidikan di Surabaya pertama kali dilakukan pada tahun 1818. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1831, didirikan sekolah dasar negeri di mana untuk sekolah inipun, juga hanya terbatas untuk anak-anak orang Belanda. Sedangkan sekolah swasta, sebuah sekolah teknik yang disebut ambacht school, dibuka pada tahun 1853. Usaha-usaha memajukan pendidikan khusus bagi anak-anak pribumi baru berkembang pada permulaan tahun 1900-an, dengan dibukanya MULO, HIS, HBS, dan Sekolah Kedokteran. Perubahan ini terkait dengan beredarnya isu politik etis yang memaksa pihak pemerintah Belanda pada masa itu, untuk juga membuka sekolah-sekolah bagi masyarakat pribumi.
Spendabaya atau SMP Negeri 2 Surabaya berdiri tahun 1930 digunakan sebagai sekolah Belanda (MULO), pada tahun 1940 terjadi perpindahan pemanfaatan sekolah dari Belanda ke Indonesia, kemudian dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 6810 B tertanggal 23-08-1950.[3][2]
Sarana dan Prasarana
- Ruang Kepala Sekolah
- Ruang Guru
- Ruang Wakil Kepala Sekolah/Staf Pimpinan
- Ruang Tata Usaha
- Ruang Sekretariat ISO
- Ruang Bimbingan Konseling
- Ruang UKS
- Ruang Ibadah/Masjid
- Ruang Reproduksi
- Ruang Gudang
- Ruang Penjaga Sekolah
- Ruang Laboratorium Komputer
- Ruang Laboratorium Bahasa Asing
- Ruang Laboratorium IPA
- Ruang Laboratorium Multidukasi
- Ruang Laboratorium Matematika
- Ruang Perpustakaan
- Ruang Laboratorium Musik/Kesenian
- Ruang Multimedia
- Ruang Kelas
- Ruang Kantin
- Ruang OSIS
- Ruang Koperasi Sekolah
- Ruang Gamelan
- Ruang PRAMUKA
- Ruang PMR
- Ruang Kamar Mandi Siswa
- Ruang Kamar Mandi Guru
- Ruang Keamanan Sekolah
- Ruang Olah Raga Voli
- Ruang Olah Raga Basket
- Ruang Olah Raga Atletik
Ekstrakurikuler
- Seni Musik dan Band
- Paduan Suara
- Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)
- Palang Merah Remaja (PMR)
- Pramuka/Kepanduan
- Pencak Silat
- Basket
- Bola Voli
- Futsal
- Tari
- Karawitan
- Paskibra
- Karate
- English Club
- Al-Banjari
Pranala luar
- ^ "Detail Sekolah | Profil Sekolah". profilsekolahdispendik.surabaya.go.id. Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ a b "PROFIL SEKOLAH". SMP NEGERI 2 SURABAYA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ "Kilas Balik Alun Alun Surapringga". rekayorek.id. Diakses tanggal 2026-01-24.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


