SMP Negeri 1 Madiun

SMP Negeri 1 Madiun
Informasi
Didirikan18 September 1942 (umur 83), berdasarkan arsip buku induk siswa yang pertama, sebenarnya lebih lama dari itu
Nomor Pokok Sekolah Nasional20534154
Kepala SekolahEsti Nurhayati S.Pd., M.Pd.
Rentang kelasVII, VIII, IX
KurikulumK-13, dan Kurikulum Merdeka
Alamat
LokasiJl. RA Kartini 4, Madiun, Jawa Timur, Indonesia
Situs webhttp://smp1madiun.sch.id
Moto
MotoSPENSA BISA Berprestasi, Inovatif, Santun, Akhlak Mulia

SMP Negeri 1 Madiun,[1] atau biasa dikenal sebagai Spensa. Merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri yang ada di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sama dengan SMP pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMPN 1 Madiun ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas VII sampai Kelas IX.

Sejarah

Tercatat, sekolah ini didirikan pada zaman pemerintahan Hindia Belanda sebagai satu-satunya Sekolah Menengah Tingkat Permulaan (Pertama) di wilayah Karesidenan Madiun dengan nama MULO, singkatan dari Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs. Sekolah ini hanya menampung siswa dalam jumlah terbatas dengan persyaratan dan seleksi yang sangat ketat. Kemudian, pada zaman Jepang sekolah ini diganti nama Madiun Syuu Shuto Chugako yang artinya Sekolah Menengah Tingkat Permulaan di Madiun. Pada tahun 1948, Masa Pemberontakan PKI atau dikenal dengan Peristiwa PKI Madiun, sekolah ini dianggap sebagai tempat para pelajar dan rakyat membahas strategi untuk menentang tipu muslihat komunis dengan gerakan Front Demokrasi Rakyat. Oleh karena itulah, sekolah ini akhirnya menjadi sasaran teror dari komunis. Hal ini terbukti dari spanduk-spanduk PKI ang dipasang di depan sekolah ini. Sekaligus sekolah ini menjadi saksi, diproklamirkannya Republik Soviet Komunis di Madiun yang bertempat di Gedung Karesidenan Madiun. Data yang berkaitan dengan peristiwa ini dapat kita lihat di dalam diorama Musium Lubang Buaya di Jakarta. Sayangnya, data-data fisik yang berkaitan dengan berdirinya sekolah ini kurang lengkap. Penetapan tanggal 18 September 1942 sebagai hari jadi atau kelahiran sekolah ini didasarkan pada dokumen/arsip Buku Induk Siswa yang pertama pada masa kepemimpinan Bpk. Puro Martodipuro sebagai kepala sekolah pada tahun 1942 s.d. 1943. Sejak saat itu sampai sekarang ini diyakini bahwa “Hari Ulang Tahun SMP Negeri 1 Madiun” diperingati dan dirayakan oleh warga sekolah setiap tahun pada tanggal 18 bulan September. Peringatan Hari Ulang Tahun SMP Negeri 1 Madiun selalu dirayakan dengan menyelenggarakan Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) antarkelas, yang kemudian sejak tahun pelajaran 2002/2003 diagendakan menjadi program tahunan dalam kegiatan tengah semester pertama (KTS I) OSIS SMP Negeri 1 Madiun. Sekarang, sekolah ini tetap berlanjut dan menjadi salah satu sekolah favorit di Madiun, SMPN 1 Madiun telah mencetak generasi cemerlang. Untuk info lebih lanjut mengenai SMPN 1 Madiun, bisa dilihat ke [1] kita juga mempunyai laman facebook yaitu [2] dan twitter [3]

Alumni

Setelah sekian lama, dari zaman MULO hingga kini, sekolah itu telah melahirkan banyak alumni. Beberapa di antaranya memiliki peranan yang penting dalam berbagai bidang. Yang bisa kita sebut pertama adalah Sjafruddin Prawiranegara, pimpinan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi Sumatera Barat. Ketika ayahnya ditugaskan di Pengadilan di Ngawi, Sjafrudin bersekolah di MULO Madiun, melanjutkan pendidikan Europeesche Lagere School (ELS) sebelumnya di Serang Banten.

Alumni MULO Madiun lainnya adalah Roosseno Soerjohadikoesoemo, ahli teknik sipil yang dikenal sebagai Bapak Beton Indonesia. Dia bersekolah di MULO Madiun pada tahun 1922-1925, setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikan ELS di Yogyakarta. Setelah lulus dari MULO dia melanjutkan pendidikannya di AMS B fogyakarta (1928), Civil Engineering (Mei 1932), dan Technische Hoogeschool Bandung.

Dalam bidang pemerintahan, Roosseno pernah menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga (1953), Menteri Perhubungan (1954), dan Menteri Perekonomian (1955). Sebagai ahli teknik sipil beberapa karyanya adalah Pelabuhan Bitung Manado, Pelabuhan Tanjung Priok, Gedung Bak Indonesia, Gedung Pola dan Kubah Masjid Istiqlal, Kompek Asian Games Senayan, Jembatan Semanggi dan banyak gedung lainnya.[2]

Fasilitas

SMP 1 Madiun memiliki fasilitas di bawah ini

Ekstrakurikuler

SMP Negeri 1 memiliki banyak kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya,


Prestasi

SMP Negeri 1 Madiun memiliki banyak siswa berprestasi, diantaranya,[3]

No Nama Jumlah Medali Tahun perolehan
1 Dexter Natan Adi Cahyono 3 2024
2 Pither Mahesa Adi Cahyono 2 2024
3 Sheila Syafiqa Salsabila 2 2023
4 Joanne Callysta Meidy 2 2023
5 Rehuel Firman Tio Situmeang 2 2023
6 Zahra Nur Fanisa 2 2023
7 Hafizh Nabeel Daiyan Santoso 2 2023
8 Reifan Algrata 1 2024
9 Calya Aurella Savania Anendra 1 2024
10 Alvian Aryandra Ramadhan 1 2024
11 Nauralaya Herysta Estu Pramesty 1 2023
12 Vernanda Aulia Pasha 1 2024
13 Afrin Batrissya 1 2024
14 Maharani Ayuning Ratri 1 2024
15 Ervyno Surya Budhidharma 1 2023
16 Hanis Puspa Lestari 1 2023
17 Raditya Mierza Pandudewata 1 2023
18 Elroy Aryaguna 1 2024
19 Kezia Emmanuella Wijaya Putri 1 2023

Referensi

  1. ^ "Referensi Data SMP". Referensi Data Sekolah SMP Negeri 1 Madiun. Diakses tanggal 2025-05-27.
  2. ^ "Profil SMPN 1 Madiun".
  3. ^ "Sistem Informasi Manajemen Talenta". SIMT. Diakses tanggal 2025.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement