SMP Negeri 1 Berbah

SMP Negeri 1 Berbah

SMP Negeri 1 Berbah merupakan salah satu bangunan peninggalan era kolonial Belanda yang masih berdiri dan berfungsi hingga saat ini. Bangunan ini mencerminkan arsitektur masa kolonial yang kemudian beralih fungsi menjadi fasilitas pendidikan setelah Indonesia merdeka. Lokasi SMP Negeri 1 Berbah terletak di Dusun Tanjungtirto, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.[1]

Sejarah

Bangunan ini pada awalnya merupakan bagian dari kompleks Pabrik Gula Tanjung Tirto yang didirikan pada tahun 1923. Pada masa kolonial Belanda, bangunan ini berfungsi sebagai rumah dinas bagi Administrateur, yaitu pimpinan tertinggi pabrik gula. Posisi ini memiliki peran sentral dalam pengelolaan operasional pabrik dan perkebunan tebu sebagai bahan baku utama produksi gula.[butuh rujukan]

Masa Pendudukan Jepang

Pada masa pendudukan Jepang, fungsi bangunan ini mengalami perubahan. Bangunan tersebut dijadikan sebagai rumah dinas Mandor Tebu, yaitu pengawas lapangan yang bertugas mengawasi produksi dan perkebunan tebu. Perubahan ini mencerminkan penyesuaian fungsi berdasarkan struktur kekuasaan pada masa itu.[butuh rujukan]

Pasca-Kemerdekaan dan Masa Revolusi

Setelah Indonesia merdeka, bangunan sempat tidak berpenghuni. Namun, dalam peristiwa penting Serangan Umum 1 Maret 1949, bangunan ini sempat digunakan oleh pasukan TNI sebagai bagian dari strategi militer dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Setelah peristiwa tersebut, bangunan kembali kosong hingga awal dekade 1950-an.[butuh rujukan]

Fungsi Sebagai Institusi Pendidikan

Mulai tahun 1951, bangunan ini mulai difungsikan untuk kegiatan pendidikan. Awalnya, gedung ini digunakan sebagai Sekolah Teknik Negeri Kalasan (STNK) yang sebelumnya berlokasi di Kalasan. Penggunaan ini berlangsung hingga tahun 1952, dan sekolah teknik tersebut terus menempati gedung tersebut hingga tahun 1969. Pada tahun 1969, bangunan secara resmi beralih fungsi menjadi SMP Negeri 1 Berbah, sebagaimana masih berfungsi hingga saat ini.[2]

Arsitektur

Bangunan ini bergaya indis, yang merupakan perpaduan antara arsitektur Barat dengan penyesuaian terhadap iklim tropis. Ciri khas dari bangunan ini adalah atap segi enam dan limasan.[3] Bangunan berdiri di atas pondasi ekspose setinggi 72 cm dari lantai, terbuat dari batu kali gundul yang diplester semen. Batu gundul dicat putih, bagian plester semen sekelilingnya dicat hitam, dan tepi pondasi dicat hijau tua. Terdapat dua tangga masuk dengan enam undakan yang berlantai keramik hijau bermotif, masing-masing mengarah ke utara; tangga barat berbelok ke kanan, sedangkan tangga timur berbelok ke kiri menuju pintu masuk. Dinding bangunan terbuat dari bata yang diplester dengan teknik pasangan satu batu. Pintu, jendela, dan boven terbuat dari kayu dan dicat abu-abu.[butuh rujukan]

Langit-langit ruangan induk ditutup dengan plafon dari seng baja bergelombang yang dicat putih. Rangka atap menggunakan kayu, sedangkan penutup atap berupa genteng press dengan bubungan dari tanah liat. Lisplank kayu di bagian ujung atap dicat abu-abu. Bagian depan atap memiliki bentuk segi enam dengan emper berbentuk segi lima, atapnya menggunakan asbes bergelombang, sedangkan bumbungan terbuat dari plester semen dan dihiasi dengan kemuncak berbentuk kuncup dari tanah liat pada puncaknya.[4]

Referensi

  1. ^ "SMP Negeri 1 Berbah – Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-17.
  2. ^ "BANGUNAN CAGAR BUDAYA SMP NEGERI 1 BERBAH". Dinas Kebudayaan Sleman. 2025-02-20. Diakses tanggal 2025-06-17.
  3. ^ "JOGJACAGAR | Sistem Informasi Cagar Budaya". jogjacagar.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2025-06-17.
  4. ^ "SMP Negeri 1 Berbah » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-06-17.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement