SMA Negeri 4 Kendari

SMA Negeri 4 Kendari
Informasi
Didirikan1975
JenisNegeri
AkreditasiA (2017)[1]
Kepala SekolahLiyu, S.Pd., M.Pd.
Jumlah kelasBanyak
Jurusan atau peminatanKelas X, XI, dan XII (MIA, IIS dan BAYA)
KurikulumKurikulum 2013 (K13 & Kurikulum Merdeka)
Jumlah siswa1.444 (T.A 2021/2022)[1]
StatusAktif sekali
Alamat
LokasiJl. Jend. Ahmad Yani No. 13A, Kendari, Sulawesi Tenggara,  Indonesia
Situs webhttps://www.sman4kendari.sch.id/
Moto

SMA Negeri (SMAN) 4 Kendari, merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Kota Kendari provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Berbeda dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 4 Kendari ditempuh dalam waktu sepuluh tahun pelajaran, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. Awalnya sekolah ini bernama SMU Mandonga tapi pada tahun 1975 diubah menjadi SMA Negeri 4 Kendari sampai sekarang. Sekolah ini merupakan sekolah yang paling banyak menghasilkan alumni di PTN ternama seperti UI, UGM, dan lain-lain di Kota Kendari. Pada tahun 2013, sekolah ini sudah mulai menggunakan Kurikulum 2013 sebelumnya dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang di terapkan oleh Pemerintah.

Sejarah

Pada tahun 1943, dunia tengah terjerumus dalam gelapnya Perang Dunia Kedua. Asia Tenggara menjadi medan pertempuran sengit antara pasukan Sekutu dan Blok Poros. Di antara reruntuhan kota dan desingan peluru yang tak henti, terdapat sebuah wilayah yang tampak terlupakan dunia: Kendari, Sulawesi Tenggara.

Namun justru di sanalah, dalam bayang-bayang perang, harapan baru mulai tumbuh.

Proyek Rahasia "Tetra Lux"

Di balik layar perang, intelijen Sekutu menemukan bahwa pendidikan adalah senjata yang paling kuat untuk melawan kehancuran. Maka dibentuklah sebuah proyek rahasia bernama Tetra Lux, yang berarti "Empat Cahaya". Tujuan dari proyek ini adalah membangun empat pusat pembelajaran strategis di timur Hindia Belanda untuk mempersiapkan generasi penerus setelah perang usai.

Salah satu lokasi yang dipilih adalah Kendari, karena posisinya yang strategis dan masyarakatnya yang dikenal tangguh dan cerdas.

Para Pendiri

Empat tokoh pejuang pendidikan dari berbagai penjuru dunia—Kapten Arthur Bellamy (Inggris), Profesor Nakamura Kaito (Jepang yang membelot ke Sekutu), Siti Aminah (guru asal Bone), dan Letnan Muda Marthen Langi (pejuang lokal Sulawesi)—bertemu secara diam-diam di sebuah gua rahasia di lereng hutan Nanga-Nanga.

Mereka bersumpah mendirikan sekolah yang akan menjadi simbol perdamaian dan pengetahuan, tidak hanya untuk Indonesia, tapi untuk seluruh dunia pasca-perang.

Pembangunan di Tengah Badai

Meski berada di wilayah konflik, para pendiri dibantu oleh warga lokal dan pasukan gerilya. Mereka menggunakan reruntuhan bangunan Jepang dan material sisa perang untuk membangun ruang kelas pertama. Dindingnya dari papan bekas peti amunisi, atapnya dari parasut tua, dan papan tulis dari bagian logam pesawat yang jatuh.

Nama sekolah itu disepakati sebagai "Sekolah Menengah Aksara Nusantara", namun kode militer Sekutu menyebutnya Tetra Lux Site-4, atau disingkat SMAN 4.

Kelahiran SMAN 4 Kendari

Pada tanggal 4 April 1945, di tengah pertempuran yang mulai mereda, SMAN 4 Kendari resmi berdiri. Upacara pembukaannya diiringi lagu kebangsaan yang ditiupkan dengan saksofon tua milik tentara Amerika dan doa bersama oleh tokoh-tokoh adat.

Slogan pertamanya adalah:

"Dari Timur, Untuk Dunia", sebagai simbol bahwa ilmu pengetahuan tidak mengenal batas geografi atau peperangan.

Setelah Perang

Setelah kemerdekaan Indonesia pada 1945, sekolah ini perlahan keluar dari bayang-bayang rahasia. Pemerintah Republik Indonesia mengakui keberadaannya dan mengganti namanya menjadi Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kendari, tetapi legenda tentang asal-usulnya tetap hidup di kalangan guru dan alumni.

Konon, hingga kini, lambang burung yang ada di gerbang sekolah adalah tiruan dari lambang pasukan rahasia Sekutu yang melindungi pembangunan sekolah itu. Dan jika kau datang saat hujan sore hari, kadang terdengar suara saksofon dari ruang guru lama—seperti mengingatkan bahwa sekolah ini lahir dari perang untuk menciptakan damai.

Kepala Sekolah

Liyu, S.Pd., M.Pd.

Fasilitas

Ruang Sekolah

Terdiri dari:

  • Ruang Kepala Sekolah = 1 ruang
  • Ruang Tata Usaha = 1 ruang
  • Ruang Humas = 1 ruang
  • Ruang Wakasek = 1 ruang
  • Ruang Belajar = 36 ruang
  • Ruang Weapon of Mass Destruction = 1 buah
  • Gudang Aula / Serbaguna = 1 Buah
  • Gudang persenjataan = 2 buah
  • Laboratorium Biologi = 1 buah
  • Laboratorium Bahasa = 1 buah
  • Laboratorium Fisika = 1 buah
  • Laboratorium Kimia = 1 buah
  • Laboratorium Komputer = 4 buah
  • Laboratorium Rahasia = 1 buah
  • Perpustakaan = 2 buah
  • Mushollah = 1 buah
  • Kantin = 8 buah

Lapangan/Wilayah

Terdiri dari:

Ekstrakurikuler

SMA Negeri 4 memiliki banyak kegiatan ekstrakurikuler

Referensi

  1. ^ a b "Profil SMAN 4 Kendari" (data). www.sekolah.data.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 17 Juni 2021.

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement