Rumah Sakit Jiwa Grhasia

Rumah Sakit Jiwa Grhasia
Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta
RSJ Grhasia, 2025
PetaKoordinat: 7°39′41.88560″S 110°25′16.03351″E / 7.6616348889°S 110.4211204194°E / -7.6616348889; 110.4211204194
Geografi
LokasiJalan Kaliurang, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Organisasi
Asuransi kesehatanBPJS Kesehatan
PendanaanPemerintah Daerah dan publik
JenisRumah sakit jiwa
Pelayanan
Unit Gawat DaruratYa
Sejarah
Dibuka1938
Pranala luar
Situs webgrhasia.jogjaprov.go.id
SIRS Kemenkes3404022
DaftarRumah sakit di Indonesia
Nama resmiRS. Grhasia
JenisBangunan
Ditetapkan2 September 2010
No. referensiKB002665
No. SK210/KEP/2010

Rumah Sakit Jiwa Grhasia (bahasa Jawa: ꦒꦿꦶꦪ​ꦱꦏꦶꦠ꧀ꦗꦶꦮꦒꦽꦲꦱꦶꦪ, translit. Griya Sakit Jiwa Grhasia) adalah rumah sakit jiwa yang terletak di Padukuhan Duwetsari, Kalurahan Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada awalnya, rumah sakit ini merupakan Koloni Orang Sakit Jiwa (KOSJ) Lalijiwo, yang didirikan oleh pemerintah Kolonial Belanda pada 1938. Saat itu, pasien yang dirawat adalah kalangan pribumi dan Tionghoa, sedangkan pasien dari kalangan Belanda dirawat di Rumah Sakit Jiwa Kramat yang berada di Magelang.

Deskripsi bangunan

Bangunan cagar budaya

Kompleks RSJ Grhasia terdiri atas beberapa bangunan yang sampai saat ini masih berfungsi sebagai rumah sakit. Berdasarkan data yang ada pada Rumah Sakit Jiwa Grhasia terdapat 63 buah bangunan, yang terdiri atas bangunan baru dan bangunan lama. Bangunan lama yang masih ada yaitu: Tower air lama, bangunan pendhapa keasistenan, bangsal nakula, bangsal sadewa, bangunan untuk genset lama, doorlop di selatan kantor jaminan kesehatan dan pelayanan TB, dan doorlop di timur instalasi pemulasaraan jenazah. Semua bangunan lama tersebut berusia 50 tahun atau lebih, dan mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun. Hal tersebut ditandai dengan ciri arsitektur Indis, yaitu perpaduan antara kebudayaan Indonesia dan Eropa, serta merupakan kelanjutan kebudayaan Indonesia dari masa prasejarah, kebudayaan Indonesia Hindu, dan kebudayaan Indonesia Islam (Djoko Soekiman, 2000, hlm.306). Ciri Indis tersebut dapat dilihat dari atap tiang dan dinding, lantai bangunan, komponen bangunan lain seperti pintu dan jendela.

Rumah Sakit Jiwa Grhasia Mengembangkan infrastruktur dengan beberapa bangunan dengan ciri dinding berpilaster (tanpa kolom perkuatan), jendela dan pintu memakai krepyak, dinding mempunyai hiasan berupa tempelan batu pada dinding tembok, serta atap seperti bengunan Jawa tipe limasan dan kampung srontongan, disebut kampungsrontongan karena memiliki lebih dari 4 pengeret maka disebut srontongan dan merupakan kampung panjang. Kampung srontongan mempunyai 2 emper pada kedua sisi panjangnya. Ciri tersebut menjadi penanda anatara bangunan lama dan baru.[1][2]

Galeri

Rujukan

  1. ^ "Rumah Sakit Jiwa Grhasia". Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman. Diakses tanggal 29 April 2025.
  2. ^ "Bangunan Cagar Budaya Rumah Sakit Jiwa Grhasia".

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement