Rumah Sakit Islam Siti Hajar

Rumah Sakit Islam Siti Hajar
PetaKoordinat: 8°35′13.2400″S 116°6′51.9124″E / 8.587011111°S 116.114420111°E / -8.587011111; 116.114420111
Geografi
LokasiKota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Pranala luar
SIRS Kemenkes5271032

Rumah Sakit Islam Siti Hajar (RSI Siti Hajar) adalah sebuah rumah sakit swasta yang berada di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Rumah sakit ini awalnya dibangun khusus untuk memberikan pelayanan kesehatan terkait keluarga berencana melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.[1] Status RSI Siti Hajar kini adalah rumah sakit kelas C. Perubahan status ini membuat RSI Siti Hajar juga memberikan pelayanan kesehatan di bidang medis, keperawatan, kesehatan masyarakat, farmasi, gizi dan biomedis.[2]

Sejarah

Usulan pembangunan RSI Siti Hajar disampaikan oleh seorang dokter dari Rumah Sakit Umum Sutomo bernama Daldiri. Usulannya diterima oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Wasita Kusumah dengan menugaskan H. Lalu Nuruddin, untuk membangun rumah sakit islam. Pada awal tahun 1976, Gubernur Nusa Tenggara Barat waktu itu H.R. Wasitah Kusumah menitipkan mandat kepada H. Lalu Nuruddin, SH. pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat untuk mendirikan sebuah Rumah Sakit Islam di Mataram meski saat itu RSU Nusa Tenggara Barat sudah beroperasi dan menjadi satu-satunya rumah sakit bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Kemudian bersama dr. Burhanuddin yang pada waktu itu sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Kesehatan Nusa Tenggara Barat, Drs. Said (Mantan Bupati Lombok Barat) yang menjabat sebagai Kepala Biro Kesra pada waktu itu, dan Madilau ADT dengan berbekal Kalimatullah "Bismillahirrahmanirrahim" mereka mulai membentuk satu yayasan bernama Yayasan Rumah Sakit Islam. Selanjutnya H. Lalu Nuruddin, SH. mengembangkan Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) Nusa Tenggara Barat dengan di bantu oleh H. Ahmad Fathoni sebagai Sekretaris Yayasan, L. Wildan dan H. L. Yusuf sebagai Bendahara Yayasan Pertama kali. Karena menyangkut mandat, kepercayaan dan tanggung jawab yang sudah disanggupi, maka H. L. Nuruddin, SH, sebagai penerima mandat merasa cita-cita mendirikan Rumah Sakit Islam di Mataram harus terwujud. Dengan bantuan pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat berupa sepetak tanah, Akta pendirian Yayasan, serta Bantuan dana sumbangan dari Masyarakat, dan ada juga bantuan yang diberikan oleh Majlis Dakwah Islamiah (MDI} Pusat, akhirnya para pendiri dan pengurus yayasan pertama memulai pembangunan Rumah Sakit Islam "Siti Hajar Mataram" dan diresmikan pada tanggal 18 Agustus 1978. Setelah pembangunan awal dan peresmian, H. L. Nuruddin, SH. sebagai Ketua Yayasan pertama membentuk menejemen operasional yang bekerja secara ikhlas dan tidak mengharapkan upah, di antara nama-nama tersebut H. Anwar Ikraman sebagai pemegang posisi Administrasi dan personalia yang dibantu oleh M. Zaenuddin, L. Misbah (pegawai Kanwil Kemenag NTB) sebagai Sekertaris Yayasan, sementara kebutuhan dapur di backup penuh oleh Hj. Bq. Ratnayu (Istri H. L. Nuruddin, SH.). Sedangkan untuk operasional pelayanan, H. L. Nuruddin, SH. melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit Umum Mataram yang diwakili oleh dr. Antonius Wijaya Sebagai Wakil direktur Rumah Sakit Umum saat itu untuk memberikan kesempatan limpahan pasien dan bantuan tenaga perawat, serta meberikan kesempatan tenaga dapur RSI Mataram untuk belajar di RSU Mataram. Langkah inilah sebagai tahap kemajuan pertama RSI Mataram. Status RSI Siti Hajar adalah rumah sakit swasta. Saat pertama kali beroperasi, jumlah ranjang yang disediakan sebanyak 25 unit beserta dengan peralatan medis dan peralatan non medis. Anggaran pembelian peralatan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui anggaran belanja Indonesia tahun 1978/1979. Perawatan medis mulai diadakan setelah diadakan pengumpulan dana dari umat muslim di Nusa Tenggara Barat. Setelah dana terkumpul, dibangunlah ruang rawat inap, ruang jaga perawat, dan perombakan ruang radiologi. Guna memperbanyak pasien, Yayasan RSI NTB menjalin kerjasama dengan L. Hanafi (Anak Kandung H. L. Nuruddin, SH.) untuk membuka apotek dengan menyediakan ruang praktek untuk 2 orang dokter. Beberapa tokoh masyarakat di antaranya H. Anwar(PT.Muara Emas), Gatot Suherman, dan yang lainnya juga ikut memberikan sumbangan ummat seperti pembangunan ruang VIP, dan kemajuan terbesar RSI Mataram terjadi setelah dibukanya Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) di tahun 2006.

Fasilitas kesehatan

RSI Siti Hajar kini dapat melayani pasien dengan fasilitas 102 tempat tidur, instalasi gawat darurat, rawat inap, rawat jalan, farmasi, laboratorium, radiologi, CT-Scan dan instalasi bedah. Selain itu, disediakan pula pelayanan kesehatan ibu dan anak serta pelayanan ibu melahirkan sesuai dengan syariat Islam.[1]

Referensi

  1. ^ a b "Tentang :: Rsi Siti Hajar Mataram". rsisitihajarmataram.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-15. Diakses tanggal 16 Juli 2021.
  2. ^ Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan. "Data Fasyankes RS Islam Siti Hajar". bppsdmk.kemkes.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-15. Diakses tanggal 16 Juli 2021.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement