Rumah Kembar Malabar
Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
|
Rumah Tinggal Kembar merupakan salah satu karya arsitektur presiden pertama Indonesia Soekarno yang berlokasi di persimpangan Jalan Malabar-Gatot Subroto, Bandung. Bangunan yang didirikan pada tahun 1935 ini menjadi cagar budaya dengan SK Nomor: 646/Ke.1244-DisBudPar/2013.
Sejarah dan deskripsi bangunan
Rumah Kembar memiliki ciri khas berupa atap tersusun berbentuk limas dengan sungkup di atasnya. Desain ini mencakup simbolisme tertentu, termasuk bentuk gada pada atap yang melambangkan kekuatan, keteguhan, dan perlawanan. Setiap bangunan memiliki sekitar 20 jendela berwarna putih berbahan kayu. Bangunan ini saling berhadapan dan dipisahkan oleh Jalan Malabar, berfungsi sebagai gerbang kawasan dan menunjukkan integrasi desain bangunan dengan lanskap ruang kota.[1]
Rumah Kembar merupakan bagian dari warisan arsitektur Soekarno selama masa tinggalnya di Bandung. Sebagai lulusan Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS, kini Institut Teknologi Bandung) jurusan Teknik Sipil pada tahun 1926, Soekarno mendirikan biro arsitek bersama rekannya, Ir. Anwari, dan kemudian bersama Ir. Rooseno. Karya-karya arsitektur Soekarno di Bandung, yang semula berjumlah cukup banyak, pada tahun 2014 tercatat tinggal 15 bangunan yang masih dapat dilihat, termasuk Penjara Sukamiskin, Hotel Preanger, dan Rumah Dinas Wali Kota.[2]
Kontroversi dan penyegelan
Pada 23 Juli 2018, salah satu dari Rumah Kembar yang berada di sisi barat Jalan Malabar (Jalan Gatot Subroto Nomor 54) mengalami penyegelan oleh Pemerintah Kota Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota Ridwan Kamil. Penyegelan ini dilakukan karena adanya renovasi yang tidak sesuai dengan kaidah cagar budaya. Pembongkaran terhadap bangunan cagar budaya ini dianggap sebagai pelanggaran signifikan.[3]
Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat yang diwakili oleh Ketua IAI Jawa Barat, Georgius Budi Yulianto, diminta untuk memberikan keterangan mengenai arsitek yang melakukan renovasi tersebut. Setelah dilakukan verifikasi dan penelusuran, diketahui bahwa arsitek tersebut bukan merupakan anggota IAI Jawa Barat sehingga tidak dapat dikenakan sanksi organisasi.[4]
Upaya pemulihan
Berdasarkan pengamatan pada Juli 2017, kedua Rumah Kembar ini tampak sepi dan tidak berpenghuni. Salah satu bangunan terlihat tidak terawat dengan rerumputan liar menyelimuti halaman dan tumbuhan merambat hingga ke pagar. Menurut keterangan warga setempat, rumah tersebut telah kosong selama sekitar lima tahun. Kedua rumah ini dilaporkan telah dibeli oleh pihak swasta, dan salah satunya pernah digunakan sebagai kantor pengiriman barang.[2] Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Dinas Tata Ruang Kota Bandung menyimpulkan bahwa bangunan tersebut harus dikembalikan ke bentuk aslinya. Pemilik bangunan telah memulai pekerjaan pemulihan sesuai dengan dokumen yang disetujui oleh TACB dan Dinas Tata Ruang Kota Bandung, tetapi konstruksi dihentikan sementara karena pandemi COVID-19 pada tahun 2020.[5]
Para pegiat sejarah menekankan pentingnya pelestarian bangunan cagar budaya karya Soekarno ini. Kehadiran bangunan cagar budaya dianggap sebagai tolok ukur apresiasi masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah. Pelestarian jejak-jejak dan karya Soekarno selama di Bandung memungkinkan masyarakat untuk mempelajari perjalanan hidup sang Proklamator sebelum menjadi Presiden Republik Indonesia dan memberikan kesempatan bagi penelitian lebih lanjut oleh generasi mendatang.[6]
Lihat pula
Referensi
- ^ "Bangunan Karya Sukarno Dirombak, Begini Kata Pegiat Sejarah Bandung". liputan6.com. 2025-05-10. Diakses tanggal 2025-05-10.
- ^ a b Media, Kompas Cyber. "Duduk Perkara Rumah Karya Soekarno di Bandung yang Dikabarkan Mangkrak Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-10.
- ^ Ispranoto, Tri. "Dibongkar Pemilik, Rumah Kembar Sukarno Tersisa 50 Persen". detiknews. Diakses tanggal 2025-05-10.
- ^ Bandung, Serba (2019-11-01). "Rumah Kembar Rancangan Presiden Ir Soekarno di Malabar". Serba Bandung (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-05-10.
- ^ "Rumah yang Disegel di Jalan Gatot Soebroto Adalah Karya Soekarno". kumparan. Diakses tanggal 2025-05-10.
- ^ Ispranoto, Tri. "Ini Fungsi Rumah Kembar Sukarno yang Disegel Pemkot Bandung". detiknews. Diakses tanggal 2025-05-10.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


