Robert Raikes

Robert Raikes
lukisan oleh George Romney, 1785-1788.
Lahir(1735-09-14)14 September 1735
Gloucester, Inggris
Meninggal5 April 1811(1811-04-05) (umur 74)
Gloucester, Inggris
KebangsaanInggris
PekerjaanDermawan
Dikenal atasmendirikan gerakan sekolah minggu
Suami/istriAnne Trigge
Anak10
Orang tua
  • Robert Raikes the Elder (ayah)
KerabatThomas Raikes (saudara laki-laki)
Robert Raikes (1736–1811)

Robert Raikes (14 September 1736 – 5 April 1811) adalah seorang filantropis Inggris dan awam Anglikan. Ia menempuh pendidikan di The Crypt School di Gloucester. Ia dikenal karena dukungannya terhadap sekolah Minggu.

Keluarga

Raikes lahir di Ladybellegate House, Gloucester, pada tahun 1736,[1] anak sulung Mary Drew dan Robert Raikes yang Tua, seorang penerbit surat kabar. Ia dibaptis pada 24 September 1736 di Gereja St Mary de Crypt di Gloucester.[2] Pada 23 Desember 1767, ia menikahi Anne Trigge, dan memiliki tiga putra dan tujuh putri: putra sulung mereka, Pendeta Robert Napier Raikes, adalah ayah dari Jenderal Robert Napier Raikes dari Tentara India, sementara putra lainnya, William Henley Raikes, adalah seorang kolonel di Pengawal Coldstream dan bertempur untuk Inggris dalam Perang Napoleon. Cicit Raikes, Caroline Alice Roberts (1848–1920) adalah seorang penulis fiksi yang menikah dengan komposer Sir Edward Elgar.[2]

Pendidikan dan karier

Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di sekolah milik Gereja St. Mary de Crypt tempat ia dibaptiskan. Setelah lulus pendidikan dasar, pada usia empat belas tahun, ia melanjutkan studi di sekolah Katedral Gloucester. Suasana sekolah ini begitu ketat. Anak-anak dididik dengan kurikulum yang klasik. Pada pukul enam pagi, mereka mengawalinya dengan ibadah. Ibadah dimulai dengan pembacaan mazmur, doa, renungan, dan nyanyian rohani. Di sekolah ini, para murid dituntut menguasai beberapa bahasa, antara lain bahasa Yunani, Latin, dan Prancis.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Katedral Gloucester, Raikes tidak melanjutkan pendidikannya. Ia lebih tertarik pada pekerjaan yang digeluti ayahnya di bidang percetakan. Pada 1757, ia diwariskan perusahaan milik ayahnya yakni Gloucester Journal. Karena kemampuannya di bidang penerbitan dan percetakan, pada usia 21 tahun, ia telah mengambil alih seluruh urusan yang berkaitan dengan penerbitan Gloucester Journal.

Patung Robert Raikes di London, Inggris

Sekolah Minggu

Kisah di balik sekolah minggu Robert Raikes

Robert adalah pelopor gerakan sekolah Minggu, meskipun ia tidak mendirikan Sekolah Minggu pertama. Beberapa sekolah sudah ada, seperti yang didirikan oleh Hannah Ball di High Wycombe, atau yang didirikan pada tahun 1751 di Gereja St. Mary, Nottingham, yang merupakan kasus pertama yang terdokumentasi.[3]

Ia mewarisi bisnis penerbitan dari ayahnya, dan menjadi pemilik Gloucester Journal pada tahun 1757. Ia kemudian memindahkan bisnis tersebut ke Robert Raikes' House pada tahun 1758. Gerakan ini dimulai dengan sebuah sekolah untuk anak laki-laki di daerah kumuh. Raikes tertarik pada reformasi penjara, khususnya kondisi di penjara Gloucester, dan melihat bahwa kejahatan lebih baik dicegah daripada diobati. Ia memandang sekolah sebagai intervensi terbaik. Waktu terbaik yang tersedia adalah hari Minggu karena anak-anak laki-laki tersebut sering bekerja di pabrik selama enam hari lainnya. Guru-guru terbaik yang tersedia adalah orang awam. Buku teksnya adalah Alkitab, dan kurikulum yang awalnya dimaksudkan dimulai dengan belajar membaca dan kemudian berlanjut ke Katekismus.[4][5]

Pada abad 18, Inggris sedang dilanda krisis ekonomi yang sangat parah sebagai akibat Revolusi Industri. Robert Raikes melihat banyak anak-anak yang harus menjadi tenaga kerja di pabrik-pabrik sebagai buruh kasar dan bekerja enam hari dalam seminggu, yaitu pada hari senin hingga sabtu. Hari minggu mereka libur. Oleh karena itu, pada hari Minggu, mereka menjadi liar dikarenakan hanya pada hari inilah mereka bisa beriang gembira. Kebanyakan dari mereka menghabiskan uang penghasilan mereka dengan hal-hal yang tidak berguna seperti minum-minuman keras.

Patung Robert Raikes, Victoria Embankment Gardens SW1 - London
Patung Robert Raikes di sebelah Queen's Park, Toronto, ON, Kanada

Melihat keadaan itu, Robert Raikes bertekad untuk mengubah keadaan. Raikes menggunakan surat kabar untuk mempublikasikan sekolah-sekolah dan menanggung sebagian besar biayanya pada tahun-tahun awal. Gerakan ini dimulai pada Juli 1780 di dapur rumah Nyonya Meredith di kota Scooty Alley. Di sana, selain mendapat makanan, anak-anak diajarkan sopan santun, membaca, dan menulis. Menurut Raikes, buku pelajaran yang terbaik yang bisa dipakai adalah Alkitab. Hanya anak laki-laki yang hadir, dan beliau mendengarkan pelajaran dari anak laki-laki yang lebih tua yang melatih yang lebih muda. Kemudian, anak perempuan juga hadir. Dalam dua tahun, beberapa sekolah minggu dibuka di Gloucester dan sekitarnya. Ia menerbitkan sebuah laporan tentang sekolah Minggu pada 3 November 1783 di surat kabarnya, dan kemudian berita tentang pekerjaan itu menyebar melalui Gentleman's Magazine, dan pada tahun 1784, sebuah surat kepada Arminian Magazine.

Akhirnya atas bantuan John Wesley (pendiri Gereja Methodis), kehadiran sekolah minggu diterima juga oleh gereja, mula-mula oleh Gereja Methodis, akhirnya gereja-gereja Protestan lain. Pada tahun 1831, sekolah minggu di Inggris telah mengajar 1.250.000 anak, sekitar 25 persen dari populasi.

Jadwal asli untuk sekolah-sekolah, sebagaimana ditulis oleh Raikes, adalah "Anak-anak harus datang setelah pukul sepuluh pagi, dan tinggal sampai pukul dua belas; kemudian mereka harus pulang dan kembali pada pukul satu; dan setelah membaca sebuah pelajaran, mereka harus diantar ke Gereja. Setelah Gereja, mereka harus dipekerjakan untuk mengulang katekismus sampai setelah pukul lima, dan kemudian dipulangkan, dengan perintah untuk pulang tanpa membuat keributan."[6]

Terdapat perselisihan mengenai gerakan ini pada tahun-tahun awal. Sekolah-sekolah tersebut diejek dengan sebutan "Sekolah Ragged Raikes". Kritik yang diajukan antara lain bahwa sekolah tersebut akan melemahkan pendidikan agama berbasis rumah, dianggap sebagai penodaan Sabat, dan bahwa orang Kristen tidak boleh dipekerjakan pada hari Sabat. Beberapa tokoh rohaniwan terkemuka—di antaranya Uskup Samuel Horsley—menentang sekolah-sekolah tersebut dengan alasan bahwa sekolah-sekolah tersebut dapat menjadi sasaran propaganda politik.[7] "Perselisihan Sabat" pada tahun 1790-an menyebabkan banyak sekolah Minggu menghentikan pengajaran menulis. Meskipun demikian, Adam Smith memberikan pujian terkerasnya kepada gerakan ini: "Tidak ada rencana yang menjanjikan perubahan tata krama dengan kemudahan dan kesederhanaan yang sama sejak zaman para Rasul."

Meskipun terdapat kontroversi, Sekolah Minggu berkembang pesat. Pada tahun 1788, terdapat 300.000 anak yang bergabung dengan Sekolah Minggu setempat.[8] Pada tahun 1831, sekolah Minggu di Inggris Raya mengajar 1.250.000 anak setiap minggunya, sekitar 25 persen dari populasi. Pada tahun 1910, terdapat lebih dari 5.500.000 Sekolah Minggu di seluruh Inggris.[9] Karena sekolah-sekolah ini berdiri sebelum adanya pendanaan negara pertama untuk sekolah-sekolah umum, mereka dipandang sebagai cikal bakal sistem sekolah Inggris saat ini.

Referensi

  1. ^ Heighway, Carolyn. Gloucester: a history and guide. Gloucester: Alan Sutton Publishing Limited, 1985, p. 135. ISBN 0-86299-256-7
  2. ^ a b (Indonesia) Robert R. Boehlke. 2009. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktik Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 379-380.
  3. ^ Deering, Charles (1751). Nottinghamia vetus et nova: or, An historical account of the ancient and present state of the Town of Nottingham. "A society of good and well meaning persons which meet every Wednesday and Sunday evenings in the vestry of St. Mary's, pay yearly 6l. 8s. for the instruction of sixteen more poor children; and about six are put to school by the charity of private persons."
  4. ^ "Robert Raikes, 1736–1811, Sunday School Movement". Believer's Web. 17 March 2003. Diakses tanggal 27 June 2006.
  5. ^ Power, John Carroll (1863). The Rise and Progress of Sunday Schools: A Biography of Robert Raikes and William Fox. New York: Sheldon & Company. hlm. 30.
  6. ^ Moses, Montrose J. (1907). Children's Books and Reading. New York: Mitchell Kennerley. hlm. 103.
  7. ^ Rae, John (1895). Life of Adam Smith. London & New York: Macmillan & Co.
  8. ^ One Generation From Extinction. Oxford: Lion. 2009. ISBN 978-1854249296.
  9. ^ Churches and Churchgoers: patterns of Church Growth in the British Isles since 1700. Oxford: Clarendon Press. 1977.

Lihat pula

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement