Rinnō-ji

Rinnō-ji
PetaKoordinat: 36°45′14.98″N 139°36′9.75″E / 36.7541611°N 139.6027083°E / 36.7541611; 139.6027083
Agama
AfiliasiTendai
DewaAmida Nyorai
Senju Kannon
Batō Kannon
Lokasi
Lokasi2300 Sannai, Nikkō, Prefektur Tochigi 321-1431
NegaraJepang
Arsitektur
Dibangun olehShōdō Shōnin
Rampung766
Situs web
www.rinnoji.or.jp
Ornamen megah pada sebuah bangunan di Taiyū-in

Rinnō-ji (輪王寺) adalah kuil Buddha Tendai di kota Nikkō, Prefektur Tochigi, Jepang.

Sejarah

Situs ini didirikan pada tahun 766 oleh biksu Shōdō Shōnin (735–817).[1] Karena letaknya yang terpencil di pegunungan, kuil ini segera menarik minat biksu Buddha lainnya yang ingin mencari ketenangan, dan hingga kini masih dianggap sebagai fasilitas penting untuk pelatihan asketisme di kalangan biksu Tendai.[2]

Bersama dengan Nikkō Tōshō-gū dan Kuil Futarasan, situs ini merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia Kuil Buddha dan Shinto di Nikkō dengan 38 bangunan di kompleks Rinnō-ji termasuk dalam nominasi.[3]

Arsitektur

Di antara bangunan paling terkenal di Rinnō-ji adalah Aula Tiga Buddha (Sanbutsudō (三仏堂)). Bangunan ini menampilkan patung-patung Amida, Senju Kannon ("Kannon dengan seribu lengan") dan Batō Kannon ("Kannon berkepala kuda"). Dewa-dewa ini dianggap sebagai manifestasi Buddha dari tiga dewa gunung Nikkō yang dipuja di Kuil Futarasan.[1]

Di sebelah Aula Sanbutsudō terdapat Taman Shōyō-en dan Aula Rinno-ji Homotsu-den ("Rumah Harta Karun Rinnō-ji").[1] Aula yang terakhir menyimpan koleksi seni rupa buddhis yang bernilai, termasuk patung, lukisan, kaligrafi, gulungan, dan kerajinan lainnya, terutama dari abad ke-8, dan sekitar 50 di antaranya dipamerkan setiap saat. Selain itu, kuil ini menyimpan Daihatsu nehankyō shūge (大般涅槃経集解, Komentar Terhadap Sutra), sebuah buku panduan penting tentang Sutra Nirwana dalam 59 gulungan bertulis tangan yang berasal dari zaman Nara dan Heian. Karya tulis ini telah ditetapkan sebagai Pusaka Nasional.[2][4]

Kuil ini juga mengelola Taiyū-in Reibyō (大猷院霊廟), yang merupakan mausoleum Tokugawa Iemitsu (1604–1651), shogun Tokugawa ketiga.[2] Meski secara teknis merupakan kuil Shinto, kuil ini dibangun pada tahun 1653 dengan gaya Gongen-zukuri dan ditetapkan sebagai Pusaka Nasional Jepang dalam kategori tersebut. Kuil ini telah digambarkan oleh Komite Warisan Dunia sebagai "karya agung arsitektur dan dekorasi". 37 struktur lain di kompleks kuil ditetapkan sebagai Properti Kebudayaan Penting.[5]

Chinjō Yasha

Chinjō Yasha (鎮将夜叉) adalah yaksa yang paling terkenal sebagai hibutsu yang diabadikan di Aula Goma Agung Rinnō-ji. Ia dikatakan sebagai manifestasi Vaiśravaṇa dan berfungsi sebagai pelindung negara. Chinjō Yasha diperlihatkan kepada publik setiap sembilan tahun sekali pada tahun yang disebut dalam Astrologi Sembilan Bintang sebagai "Istana Pusat Lima Bintang Kuning" (五黄中宮, Go-ō Chūgū). Arca ini terakhir kali diperlihatkan adalah pada tanggal 3 Februari 2023 (Reiwa 5).[6]

Menurut ritual Chinjō Yashahō (鎮将夜叉法) yang telah diwariskan sejak zaman Saichō Chinjō Yasha diyakini memiliki kekuatan spiritual untuk mengubah kemalangan menjadi berkat. Tradisi ini juga merupakan salah satu dari empat ritual esoterik utama (四箇大法 (Shika Daihō)) dari Buddha Tendai.[7] Sebuah ukiran kayu dewa tersebut juga terdapat di Kurama-dera.

Referensi

  1. ^ a b c "Rinnoji Temple". Japan Guide.
  2. ^ a b c "Nikkosan-Rinno-ji Temple". Japan National Tourism Organization.
  3. ^ "Shrines and Temples of Nikko". UNESCO.
  4. ^ "Sacred place of the Tokugawa family (in japanese)". Rinnō-ji.
  5. ^ "Shrines and Temples of Nikko - Nomination document" (PDF). World Heritage Committee.
  6. ^ "【お詫び】鎮将夜叉尊参拝についてのお詫び". Rinnoji Temple (dalam bahasa Japanese). 3 Februari 2023. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. ^ Lin, Pei-ying (18 Agustus 2023). "The Chinshō Yasha‑hō 鎮將夜叉法 and the Adaptation of Tendai Esoteric Ritual". Religions. 14 (8). MDPI: 1060. doi:10.3390/rel14081060.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement