Reflektor parabola


Reflektor parabola, juga dikenal sebagai paraboloid atau cermin paraboloid, merupakan permukaan reflektif yang digunakan untuk mengumpulkan atau memancarkan energi seperti cahaya, suara, atau gelombang radio. Bentuk reflektor ini berasal dari bagian paraboloid sirkular, yaitu permukaan yang dihasilkan oleh parabola yang diputar mengelilingi sumbunya. Reflektor parabola memiliki sifat optik yang khas. Gelombang datar yang datang sejajar dengan sumbu reflektor akan dipantulkan menuju satu titik fokus, membentuk gelombang bola konvergen. Sebaliknya, gelombang bola yang berasal dari sumber titik pada fokus akan dipantulkan menjadi gelombang datar yang merambat sejajar dengan sumbu reflektor.
Sejarah

Prinsip reflektor parabola telah dikenal sejak zaman kuno, ketika matematikawan Yunani Diokles menjelaskannya dalam karyanya On Burning Mirrors dan membuktikan bahwa reflektor tersebut dapat memusatkan berkas sejajar menjadi satu titik fokus.[1] Archimedes pada abad ke-3 SM juga mempelajari paraboloid sebagai bagian dari kajiannya mengenai keseimbangan hidrostatik,[2] dan terdapat klaim bahwa ia menggunakan reflektor untuk membakar armada Romawi selama Pengepungan Syracuse.[3] Namun, klaim ini dianggap meragukan karena tidak muncul dalam sumber-sumber sebelum abad ke-2 M, dan Diokles sendiri tidak menyebutkannya dalam karyanya.[4]
Reflektor dan cermin parabola juga dikaji secara luas oleh fisikawan Roger Bacon pada abad ke-13 M.[5] Pada tahun 1663, James Gregory dalam bukunya Optica Promota menunjukkan bahwa teleskop reflektor dengan cermin berbentuk parabola dapat mengoreksi aberasi sferis sekaligus aberasi kromatik yang terdapat pada teleskop refraktor. Desain yang ia hasilkan kemudian dikenal dengan nama teleskop Gregorian. Namun, Gregory mengakui bahwa ia tidak memiliki keterampilan praktis dan tidak menemukan ahli optik yang mampu membangun alat tersebut.[6]
Isaac Newton mengetahui sifat-sifat optik dari cermin parabola, tetapi ia memilih bentuk sferis untuk cermin teleskop reflektornya yang kemudian dikenal sebagai teleskop Newtonian karena pertimbangan kemudahan dalam proses pembuatan.[7] Reflektor parabola juga banyak digunakan pada mercusuar untuk mengubah cahaya dari lentera menjadi berkas sejajar sebelum akhirnya digantikan oleh lensa Fresnel yang lebih efisien pada abad ke-19. Pada tahun 1888, fisikawan Jerman Heinrich Hertz berhasil membangun antena reflektor parabola pertama di dunia, yang menandai tonggak penting dalam perkembangan teknologi elektromagnetik.[8]
Rujukan
- ^ Fried, Michael; Unguru, Sabetai (2001-01-01). Apollonius of Perga's Conica. BRILL. ISBN 978-90-04-35099-1.
- ^ Russo, Lucio; Levy, Silvio (translator) (2003-11-26). The Forgotten Revolution: How Science Was Born in 300 BC and Why it Had to Be Reborn (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. ISBN 978-3-540-20068-0.
- ^ "Archimedes' Weapon - TIME". www.time.com. Diakses tanggal 2025-11-06.
- ^ Knorr, Wilbur (1983-03). "The Geometry of Burning-Mirrors in Antiquity". Isis. 74 (1): 53–73. doi:10.1086/353176. ISSN 0021-1753.
- ^ Rashed, Roshdi (1990-09). "A Pioneer in Anaclastics: Ibn Sahl on Burning Mirrors and Lenses". Isis. 81 (3): 464–491. doi:10.1086/355456. ISSN 0021-1753.
- ^ Robert Chambers (1875). A biographical dictionary of eminent Scotsmen. Oxford University. London : Blackie. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
- ^ McLean, Ian S. (2008-06-25). Electronic Imaging in Astronomy: Detectors and Instrumentation (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. ISBN 978-3-540-76582-0.
- ^ "The Science of Radio Astronomy". National Radio Astronomy Observatory (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-06.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


