Raymond Koh
| Raymond Koh | |
|---|---|
| Lahir | Raymond Koh Keng Joo 2 November 1954 Johor Bahru, Malaysia |
| Menghilang | 13 Februari 2017 (aged 62) Petaling Jaya, Malaysia |
| Status | Hilang selama 9 tahun, 2 bulan dan 16 hari |
| Kebangsaan | Malaysia |
| Pekerjaan | Pendeta Kristen |
| Suami/istri | Susanna Liew |
Raymond Koh Keng Joo (Hanzi : 许景裕)[1] (lahir 2 November 1954, Johor Bahru[2]) adalah seorang pendeta Kristen dari Malaysia yang diculik oleh Kepolisian Kerajaan Malaysia pada tanggal 13 Februari 2017.[1][3] Hingga November 2025, Koh masih belum ditemukan.[4]
Latar belakang
Raymond Koh adalah seorang pendeta Kristen Malaysia yang mengurus lembaga swadaya masyarakat yang melayani orang dengan HIV/AIDs, pecandu dalam pemulihan, ibu tunggal, dan anak-anak. Pihak berwenang Islami setempat sempat menyelidiki lembaga yang ia urus atas tuduhan bahwa kelompok tersebut berusaha untuk memperkenalkan Kekristenan kepada orang Islam melalui berbagai program sosialnya. Proselitisme terhadap umat Islam adalah ilegal di beberapa negara bagian Malaysia. Raymond Koh menikah dengan Susanna Liew.[4]
Penculikan
Pada tanggal 13 Februari 2017, Koh diculik oleh sekelompok pria di Petaling Jaya ketika dalam perjalanannya menuju rumah seorang teman. CCTV merekam bahwa setidaknya 15 pria dalam tiga mobil SUV hitam terlibat dalam penculikana tersebut.[5] Komisi HAM Malaysia menyimpulkan bahwa para pria ini bekerja untuk Cabang Khusus dari Kepolisian Kerajaan Malaysia.[1]
Penyelidikan
Kepolisian menahan seorang pria sebagai bagian dari penyelidikan mereka mengenai pemerasan keluarga Koh, dan kemudian memperoleh perpanjangan masa tahanan.[6] Namun, kepolisian mengatakan bahwa tidak ada petunjuk mengenai keberadaan pendeta tersebut.[7]
Inspektur Jenderal Kepolisian saat itu, Khalid Abu Bakar, mengatakan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki tiga kemungkinan: pertama adalah masalah pribadi sang pendeta, kedua adalah kegiatan ekstremis dan ketiga adalah penculikan untuk tebusan.[8]
Ada kemungkinan kaitan dengan peran Koh sebagai aktivis Kristen pada saat Malaysia sedang bergerak untuk menerapkan undang-undang Islam yang lebih ketat.[9] Pendeta tersebut terlibat dalam kontroversi pada tahun 2011, setelah dituduh melakukan proselitisme terhadap umat Islam. Sebuah kotak berisi dua peluru, dengan sebuah catatan yang ditulis dalam bahasa Melayu mengancam nyawa Koh, telah dikirim ke rumahnya.[10]
Tanggapan
Wan Azizah Wan Ismail, yang pada saat itu merupakan Ketua Oposisi, membandingkan penculikan Koh dengan penculikan aktivis sosial lainnya, Amri Che Mat, yang hilang pada bulan November 2016.[11] Kelompok HAM Hakam mengungkapkan keprihatinan atas penculikan yang tampaknya terjadi pada pendeta lainnya, Joshua Hilmi, dan istrinya Ruth yang juga hilang pada November 2016.[12][13]
Menyusul pengumuman Komisi HAM Malaysia (SUHAKAM) mengenai temuannya bahwa Cabang Khusus Malaysia bertanggung jawab atas hilangnya Amri dan Raymond, pelaksana tugas Deputi Inspektur Jenderal Kepolisian Abdul Hamid Bador mengkritik SUHAKAM menyebabkan dampak negatif terhadap Kepolisian Kerajaan Malaysia.[14][15] Abdul Hamid menambahkan bahwa ia yakin bahwa Inspektur Jenderal Kepolisian Mohamad Fuzi Harun, yang saat penculikan merupakan Direktur Cabang Khusus, dapat memberikan jawaban terhadap tuduhan-tuduhan tersebut.[14][15] Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan pada hari yang sama bahwa penyelidikan yang baru akan dilakukan setelah Mohamad Fuzi pensiun pada bulan Mei 2019.[14][15]
Pada akhir bulan November 2020, Komisioner Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional Jim Carr mengadopsi Koh ke dalam Proyek Tahanan Keyakinan Agama komisi tersebut. Carr mendesak Pemerintah Malaysia untuk menepati janjinya dalam menyelidiki keadaan penculikan Koh, dan memastikan kesejahteraannya serta kepulangannya dengan aman.[16]
Referensi
- ^ a b c "National & Public Inquiry Reports – SUHAKAM: Public Inquiry Into The Disappearance of Pastor Raymond Koh And Amri Che Mat (Final Decision) 2019" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-04-30.
- ^ "About « Raymond Koh" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-04-30.
- ^ "35 days gone by: Where is pastor Raymond Koh? – BorneoPost Online | Borneo, Malaysia, Sarawak Daily News | Largest English Daily In Borneo". Theborneopost.com. 2017-03-20. Diakses tanggal 2017-04-05.
- ^ a b "Raymond Koh". United States Commission on International Religious Freedom. 5 February 2021. Diakses tanggal 2 March 2021.
- ^ "Pastor Raymond Koh's wife makes tearful plea for answers over his disappearance". Diakses tanggal 23 October 2018.
- ^ "Suspect in Malaysian pastor's abduction nabbed, SE Asia News & Top Stories". The Straits Times. 2017-03-09. Diakses tanggal 2017-04-05.
- ^ "Malaysian police say no leads on abducted pastor, blame publicity, Asia News & Top Stories". The Straits Times. 2017-03-21. Diakses tanggal 2017-04-05.
- ^ "IGP tells media to 'shut up' over pastor's abduction for his safety | Malaysia". Malay Mail Online. 2017-03-07. Diakses tanggal 2017-04-05.
- ^ Watch, World (2017-03-02). "UPDATE: Son of abducted Malaysian pastor suspects he may have been murdered". Worldwatchmonitor.org. Diakses tanggal 2017-04-06.
- ^ "An agonising wait for hubby's return | Daily Express Newspaper Online, Sabah, Malaysia". Dailyexpress.com.my. 2 April 2017. Diakses tanggal 2017-04-05.
- ^ V Anbalagan (2017-03-23). "Another man taken away, similar to how pastor was abducted". Free Malaysia Today. Diakses tanggal 2017-04-05.
- ^ FMT News (2017-04-09). "Ambiga: If pastor's actions illegal, take him to court". HAKAM. Diakses tanggal 2017-04-09.
- ^ Nawar Firdaws (2017-04-09). "Another activist goes missing". FMT News. Diakses tanggal 2017-04-09.
- ^ a b c "Police impacted badly by Suhakam's allegation". Bernama. New Straits Times. 6 April 2019. Diakses tanggal 6 April 2019.
- ^ a b c "Acting DIGP confident IGP Fuzi will answer 'enforced disappearance' claims". Bernama. Malaysiakini. 6 April 2019. Diakses tanggal 6 April 2019.
- ^ "USCIRF Commissioner Jim Carr Adopts Pastor Raymond Koh through the Religious Prisoners of Conscience Project". United States Commission on International Religious Freedom. 23 November 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 November 2020. Diakses tanggal 2 March 2021.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


