Rasidin

Infobox orangRasidin

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Wali Kota Padang
1949 – 1956 Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
Kelompok etnikOrang Minangkabau Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpolitikus Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahJohanizoen Suntingan nilai di Wikidata

dr. Rasidin atau Rasjidin gelar Sutan Tumanggung (lahir 1902, meninggal di Jakarta pada 17 Desember 1979) adalah seorang dokter Indonesia. Ia menjadi Wali Kota Padang pasca-Agresi Militer Belanda II, tepatnya dilantik pada 10 Desember 1949 hingga 1956.[1]

Keluarga dan kehidupan pribadi

Rasidin memiliki empat saudara: Arifin St. Saidi, Tiara, Sairah dan Agus Sulaiman.

Ia memiliki seorang istri bernama Johanizoen (adik Mohammad Natsir) atau akrab disapa Umi Cun.[2] Pasangan ini tidak dikarunia anak.

Kiprah

Rasidin semula adalah dokter di Padang Panjang.[3] Pada 19 Agustus 1945, rumahnya menjadi tempat rapat para pejuang kemerdekaan yang menghasilkan keputusan untuk menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan.[4]

Pada masa revolusi fisik, ia memimpin PMI Padang Panjang. Ia bersama istrinya pernah ditahan oleh Belanda. Mereka dijebloskan ke dalam penjara militer di Simpang Haru, Padang.[5]

Rasidin adalah pemain biola klasik. Ia pernah menjadi Ketua Ruang Pendidik dan Kebudayaan yang didirikan oeh Mohammad Sjafei.

Wali Kota Padang

Sebagai Wali Kota Padang, ia mengawali jabatannya dengan mengambil alih kekuasaan dari tangan Belanda. Ia pernah mengeluarkan kebijakan pelarangan becak sebagai sarana transportasi karena menurutnya kurang manusiawi.[6]

Setelah jabatannya berakhir pada 1956, ia pindah ke Jakarta.

Penghargaan

Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Pemerintah Kota Padang mengabadikan namanya pada nama sebuah rumah sakit milik pemerintah daerah kota Padang yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Rasidin.

Rujukan

  1. ^ Asnan, Gusti, (2007), Memikir ulang regionalisme: Sumatera Barat tahun 1950-an, Yayasan Obor Indonesia, ISBN 978-979-461-640-6.
  2. ^ Cultureel niews Indonesië (dalam bahasa Belanda). Stichting voor de Culturele Samenwerking te Amsterdam. 1954.
  3. ^ Moehamad, Djoeir; Yusra, Abrar (1997). Memoar seorang sosialis. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-273-6.
  4. ^ Moehamad, Djoeir; Yusra, Abrar (1997). Memoar seorang sosialis. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-273-6.
  5. ^ Silalahi, M. Daud (1992). Sejarah perjuangan kemerdekaan R.I. di Minangkabau/Riau, 1945-1950. Badan Pemurnian Sejarah Indonesia-Minangkabau. ISBN 978-979-405-126-9.
  6. ^ Safwan, Mardanas, (1987), Sejarah kota Padang, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional.

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Dr. A. Hakim
Wali kota Padang
19501956
Diteruskan oleh:
B. Dt. Pado Panghulu


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement