Rasa memiliki

Rasa memiliki adalah emosi dan kebutuhan manusia untuk diterima sebagai anggota dari suatu kelompok. Baik itu keluarga, teman, rekan kerja, agama, atau komunitas lainnya, sebagian orang memiliki keinginan yang dianggap inheren untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang lebih dalam daripada sekadar perkenalan atau kedekatan biasa.

Rasa memiliki merupakan perasaan yang kuat dan mendasar dalam hakikat manusia.[1] Mengalami atau tidak mengalami rasa memiliki adalah pengalaman subjektif yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam diri seseorang maupun lingkungan sekitarnya.[1] Tingkat rasa memiliki seseorang dapat berdampak besar terhadap kondisi fisik, psikologis, dan spiritual mereka.

Roy Baumeister dan Mark Leary berpendapat bahwa rasa memiliki merupakan salah satu bentuk motivasi manusia yang paling mendasar, hingga ketidakhadirannya dapat menimbulkan konsekuensi yang serius. Seandainya rasa ini tidak begitu fundamental, maka kehilangan rasa memiliki tidak akan berdampak sedemikian dalam. Keinginan ini bersifat universal, kebutuhan untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu ditemukan di seluruh kebudayaan dan di antara berbagai tipe manusia.[2]

Mendengarkan aktif dapat membantu menumbuhkan rasa memiliki, hal ini karena kemampuan untuk menanggapi seseorang dengan cara yang penuh pengertian dan bermakna dapat memperkuat hubungan antarpersonal.[butuh rujukan] Ketika seseorang merasa benar-benar didengarkan, terutama dalam suasana yang menunjukkan penerimaan tanpa syarat, ia cenderung merasakan tingkat rasa memiliki dan penerimaan yang jauh lebih tinggi.

Referensi

  1. ^ a b Allen, Kelly-Ann (2020). The Psychology of Belonging. Melbourne: Routledge. hlm. 5. ISBN 978-0367347529.
  2. ^ Baumeister, R. F.; Leary, M. R. (1995). "The need to belong: Desire for interpersonal attachments as a fundamental human motivation". Psychological Bulletin. 117 (3): 497–529. doi:10.1037/0033-2909.117.3.497. PMID 7777651.

Bacaan lanjutan

  • Youkhana, Eva. "Belonging" (2016). University Bielefeld – Center for InterAmerican Studies.
  • The International Belonging Laboratory is an external website that facilitates the collaboration of belonging researchers, dissemination of belonging research and a repository of belonging measures.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement