Raja para dewa

Indra, raja para Dewa dan Dewi dalam Hinduisme

Seiring berkembangnya sistem politeistik, terdapat kecenderungan bagi satu dewa untuk mencapai kedudukan tertinggi sebagai raja para dewa,[butuh rujukan] misalnya dengan dipandang sebagai (bapak) langit mereka. Kecenderungan ini dapat berjalan sejajar dengan pertumbuhan sistem hierarki dalam kekuasaan politik, di mana seorang raja pada akhirnya memegang otoritas tertinggi atas urusan manusia.[butuh rujukan] Dewa-dewa lainnya kemudian berperan dalam sebuah Dewan Ilahi atau panteon; dewa-dewa pengiring semacam ini biasanya dihubungkan melalui ikatan keluarga yang berasal dari persatuan seorang suami dan istri, atau dari suatu dewa yang bersifat androgini yang bertanggung jawab atas penciptaan.

Secara historis, peristiwa sosial berikutnya, seperti invasi atau perubahan dalam struktur kekuasaan, dapat menyebabkan raja para dewa sebelumnya digantikan oleh dewa baru yang kemudian mengambil alih atribut dan fungsi dewa yang tergeser tersebut.[butuh rujukan] Sering kali raja para dewa memiliki setidaknya seorang istri yang menjadi ratu para dewa.

Menurut teori feminis mengenai penggantian matriarki awal oleh patriarki, dewa-dewa langit laki-laki cenderung menggantikan dewi bumi yang bersifat keibuan (dewi ibu) dan mencapai kemahakuasaan.[1]

Terdapat pula kecenderungan bagi raja para dewa untuk memperoleh kedudukan yang semakin penting, dengan secara sinkretistik mengadopsi atribut dan fungsi dewa-dewa yang lebih rendah, yang kemudian dipandang sebagai aspek-aspek dari satu dewa tertinggi.

Referensi

  1. ^ Compare: Stookey, Lorena Laura (2004). "Primal Parents". Thematic Guide to World Mythology. Thematic Guides to Literature. Westport, Connecticut: Greenwood Publishing Group. hlm. 142–143. ISBN 9780313315053. Diakses tanggal 2018-10-20. Myths from many cultures posit the original existence of [...] primal parents, or world parents, that most commonly take the forms of earth mother and sky father [...]. [...] the association of the father with the sky also signifies the ascendancy of the male that occurs with the emergence of patriarchal culture. [...] As agricultural communities are supplanted by warrior societies, the primal parent known as the sky father is readily transformed into another familiar figure, the omnipotent sky god who can also take the form of the sun god or the god of storms.

Karya yang dikutip

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement