Rahayu Oktaviani
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 1986 Kebumen |
| Data pribadi | |
| Agama | Islam |
| Pendidikan | Institut Pertanian Bogor Ewha Womans University |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Owa jawa |
| Pekerjaan | primatolog, aktivis lingkungan |
Penghargaan | |
Rahayu Oktaviani merupakan seorang ahli primata dan konservasionis Indonesia. Ia adalah pendiri Yayasan Konservasi Ekosistem Alam Nusantara (Kiara)[1] dan mendedikasikan hidupnya untuk upaya pelestarian owa jawa (Hylobates moloch) di hutan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).[2] Pada 30 April 2025, Rahayu atau yang sering dipanggil Ayu menjadi salah satu dari tujuh penerima penghargaan Whitley Fund for Nature, sebuah organisasi amal yang berbasis di Inggris.[3][2] Ayu bersama penerima penghargaan yang lain dipandang telah memiliki kontribusi dalam menangani krisis iklim dan biodiversitas global.[3] Dari penghargaan itu, Ayu menerima hadiah sebesar 50 ribu pound sterling atau sekitar Rp1 miliar. Ia akan menggunakan dana tersebut untuk berfokus pada lima desa di dalam kawasan yang tumpang tindih dengan habitat owa jawa.[2]
Kehidupan awal dan pendidikan
Ayu lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 28 Oktober 1986.[4] Ia menyelesaikan S1 di Departemen Konservasi dan Sumber Daya Hutan dan Ekowisata Institut Pertanian Bogor[5] dan melanjutkan studi magister di Universitas Ewha Womans, Korea Selatan.[4]
Minat Ayu untuk meneliti tentang owa jawa bermula saat masih kuliah di IPB. Ia sebelumnya lebih tertarik meneliti orang utan di Kalimantan tetapi terkendala pendanaan, dosennya kemudian mendorongnya untuk beralih ke owa jawa. Saat itu, studi tentang owa jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak dilakukan IPB bekerja sama dengan Universitas Ewha Womans.[4]
Aktivisme dan penghargaan
Ayu mendirikan Yayasan Konservasi Ekosistem Alam Nusantara (Kiara) pada 2020.[4] Yayasan ini berperan dalam melibatkan warga dalam upaya konservasi dan pemantauan keanekaragaman hayati sekaligus tempat warga mendapatkan pengetahuan tentang pelestarian lingkungan.[4] Atas usahanya itu, Ayu meraih Whitley Award 2025 dari Whitley Fund for Nature (UK) atas dedikasinya dalam melindungi owa jawa yang terancam punah di Pulau Jawa. Penghargaan ini diserahkan oleh patron organisasi, HRH The Princess Royal, pada 30 April 2025 di Royal Geographical Society, London, dan disiarkan secara daring.[6]
Daftar referensi
- ^ BBC Indonesia (2025-05-01). "Perempuan ahli primata Indonesia raih Whitley Awards atas upayanya melestarikan owa Jawa yang terancam punah". BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2025-05-08.
- ^ a b c R, Rahmadi (2025-05-06). "Whitley Awards 2025: Cinta Rahayu Oktaviani pada Nyanyian Owa Jawa". Mongabay.co.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-05-08.
- ^ a b Zaki, M. Faiz (8 Mei 2025 | 13.27 WIB). "Direktur Kiara Rahayu Oktaviani Raih Whitley Awards 2025". Tempo. Diakses tanggal 2025-05-09.
- ^ a b c d e Pandu, Pradipta (2025-05-12). "Rahayu Oktaviani, Terpikat Suara Owa Jawa". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-08-03.
- ^ Gustiyani, Siti Hasanah; Aliyah, Hurryyati (2021-11-20). "Yang Muda yang Menjaga Satwa". Tempo. Diakses tanggal 2025-05-08.
- ^ "Indonesia's Rahayu Oktaviani Wins 2025 Whitley Award for Ensuring Continuous Canopy for Endangered Javan Gibbons". Whitley Award (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-04-30. Diakses tanggal 2025-05-09.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


