Raden Panji

Raden Panji (R.P.) adalah varian gelar kebangsawanan pria dalam tradisi feodal Jawa. Gelar ini dipakai di sebagian wilayah Jawa Timur untuk keluarga bupati-bupati daerah vasal Kesultanan Mataram, seperti Surabaya, Besuki dan Pasuruan.[1] Jabatan bupati di wilayah-wilayah itu diwariskan cara turun-temurun. Setelah wilayah-wilayah ini berada di bawah administrasi pemerintah kolonial, gelar tersebut tetap dipakai hingga berakhirnya masa penjajahan.
Dalam periode pemerintahan republik, bupati kemudian dipilih oleh DPRD dan kemudian dipilih langsung melalui Pilkada. Gelar R.P. tidak dipakai lagi bagi para bupati terpilih, tetapi keturunan para bupati feodal masih menggunakan gelar ini.
Beberapa tokoh nasional masih memakai gelar ini antara lain:
- R.P. Soeroso (1893-1981, tokoh Sarekat Islam, pahlawan nasional, mantan menteri, mantan Gubernur Jawa Tengah),
- R.P. Mohammad Noer (mantan gubernur Jawa Timur),
- Prof. R.P. Soejono (arkeolog),
- R.P. Chandra Pratomo Samiadji Massaid (Adjie Massaid, model, politikus).
- R.P. Astrodikoro, Patih Zelfstandig Afdeeling Djember 1895 - 1908
Referensi
- ^ "PANJI DALAM TRADISI SENI PERTUNJUKAN". jurnal.isbi.ac.id. Diakses tanggal 11 Nov 2025.
2. Wakil Rakyat Kabupaten Jember, Tempo Doeloe & Sekarang 1930 - 2007
Lihat pula
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


