Quercus mongolica

Ek mongolia
Potret ek mongolia
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fagales
Famili: Fagaceae
Subfamili: Quercoideae
Genus: Quercus
Spesies:
Q. mongolica
Nama binomial
Quercus mongolica
Sinonim[2]
Daftar
  • Quercus crispulimongolica Nakai
  • Quercus kirinensis Nakai
  • Quercus sessiliflora var. mongolica (Fisch. ex Ledeb.) Franch.
  • Quercus crispula Blume
  • Quercus grosseserrata Blume
  • Quercus humosa Blume
  • Quercus keizo-kishimae Yanagita

Quercus mongolica, atau dikenal sebagai Ek mongolia, merupakan spesies ek yang berasal dari wilayah Jepang, Tiongkok, Korea, Mongolia, dan Siberia.[1] Pohon ini mampu tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 30 meter.[3] Daunnya berbentuk lonjong hingga bundar telur sungsang, dengan tepi yang bergerigi dan berwarna hijau pada musim panas, lalu berubah menjadi kuning‐coklat di musim gugur.[4] Pada varietas Quercus mongolica var. grosseserrata, ditemukan senyawa flavono-ellagitannin jenis mongolicin A dan B.[5] Selain itu, spesies ini juga diketahui memiliki nektar ekstrafloral yang muncul pada tunas daunnya.[6]

Penelitian tentang ekofisiologi menunjukkan bahwa Quercus mongolica dapat menyesuaikan diri ketika kadar karbon dioksida di udara meningkat dan kandungan nitrogen di tanah berkurang. Pohon ini beradaptasi dengan cara mengubah bentuk daunnya serta cara menyerap nitrogen, yang menandakan kemampuannya untuk bertahan di tengah perubahan iklim atau kondisi lahan yang berbeda.[7]

Persebaran populasi

Ek Mongolia dapat ditemukan di beragam habitat hutan gugur yang beriklim sedang hingga dingin di kawasan Asia Timur. Di Korea, pohon ini tumbuh di lereng pegunungan serta dataran tinggi dengan ketinggian mencapai sekitar 1.600 meter.[8] Berkat kemampuannya beradaptasi terhadap suhu rendah dan berbagai kondisi lingkungan, spesies ini juga banyak dibudidayakan sebagai tanaman lanskap di sejumlah negara lain seperti Finlandia.[9] Penelitian genetika populasi mengungkap bahwa Quercus mongolica memiliki tingkat keanekaragaman genetik yang cukup tinggi di wilayah timur laut Tiongkok. Sebagian besar variasi genetik tersebut ditemukan di dalam kelompok populasi yang sama, bukan di antara populasi yang berbeda.[10]

Kegunaan

Pohon ini memiliki peran ekologis penting sebagai salah satu spesies dominan di berbagai ekosistem hutan Asia Timur, dengan fungsi utama dalam membentuk lapisan kanopi, menyediakan habitat bagi satwa, serta menjaga keseimbangan ekosistem.[11] Dari segi ekonomi, kayunya yang keras dan padat menjadikannya bahan populer untuk furnitur, konstruksi, dan bahan bakar.[12] Selain itu, bijinya juga dimanfaatkan sebagai pakan hewan maupun bahan dalam berbagai olahan tradisional.[13] Akan tetapi, jumlah biji yang dihasilkan oleh Quercus mongolica bisa sangat berbeda dari tahun ke tahun dan dari satu tempat ke tempat lain. Misalnya, di Taman Nasional Seoraksan dan Odaesan di Korea, jumlah biji yang dihasilkan bisa meningkat hingga 36 kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Keadaan ini menyebabkan jumlah konsumsi biji yang berbeda di setiap tempat.[14]

Referensi

  1. ^ a b Barstow, M. (2018). "Quercus mongolica". 2018 e.T194200A2303793. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-1.RLTS.T194200A2303793.en. ;
  2. ^ "Quercus mongolica Fisch. ex Ledeb.". World Checklist of Selected Plant Families (WCSP). Royal Botanic Gardens, Kew – via The Plant List.
  3. ^ "Quercus mongolica Fisch. ex Ledeb". The Plant List. Diakses tanggal 2025-11-03.
  4. ^ Oregon State University. "Quercus mongolica". Landscape Plants. Diakses tanggal 2025-11-03.
  5. ^ Tannins and related compounds. LXXI. Isolation and characterization of mongolicins A and B, novel flavono-ellagitannins from Quercus mongolica var. grosseserrata. Ishimaru K, Ishimatsu M, Nonaka G, Mihashi K, Iwase Y and Nishioka I, Chemical and Pharmaceutical Bulletin, 1988, volume 36, nomor 9, halaman 3312–3318
  6. ^ Weber, Marjorie G.; Keeler, Kathleen H. (2012-10-18). "The phylogenetic distribution of extrafloral nectaries in plants". Annals of Botany. 111 (6): 1251–1261. doi:10.1093/aob/mcs225. eISSN 1095-8290. PMC 3662505.
  7. ^ Tobita, Hiroyuki; Kitao, Mitsutoshi; Uemura, Akira; Utsugi, Hajime (2021-08-04). "Species-Specific Nitrogen Resorption Efficiency in Quercus mongolica and Acer mono in Response to Elevated CO2 and Soil N Deficiency". Forests (dalam bahasa Inggris). 12 (8): 1034. doi:10.3390/f12081034. ISSN 1999-4907. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  8. ^ "Quercus mongolica Fisch. ex Ledeb". The Woody Plants of Korea. Diakses tanggal 03 November 2025.
  9. ^ "Quercus mongolica subsp. crispula - Mizu-nara". Arboretum Mustila (dalam bahasa American English). 2023-08-10. Diakses tanggal 2025-11-03.
  10. ^ Xia Ming, Zhou Xiaofeng dan Zhao Shidong (2001). "Rapd Analysis On Genetic Diversity Of Natural Populations Of Quercus Mongolica". Scientia Silvae Sinicae. 37 (5): 126–133.
  11. ^ Sun, Jing‐Jing; Zhou, Tao; Zhang, Rui‐Ting; Jia, Yun; Zhao, Yue‐Mei; Yang, Jia; Zhao, Gui‐Fang (2019-09). "Comparative transcriptomes and development of expressed sequence tag‐simple sequence repeat markers for two closely related oak species" (PDF). Journal of Systematics and Evolution (dalam bahasa Inggris). 57 (5): 440–450. doi:10.1111/jse.12469. ISSN 1674-4918.
  12. ^ "Quercus Mongolica". Botanikks. Diakses tanggal 2025-11-03.
  13. ^ Emilia Szabłowska, Małgorzata Tańska (Maret 2024). "Acorns as a Source of Valuable Compounds for Food and Medical Applications: A Review of Quercus Species Diversity and Laboratory Studies". Applied Sciences. 14 (7): 1–22. doi:10.3390/app14072799. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  14. ^ Noh, Jaesang; Kim, Youngjin; Lee, Jongsung; Cho, Soyeon; Choung, Yeonsook (2020-11-12). "Annual and spatial variabilities in the acorn production of Quercus mongolica". Journal of Ecology and Environment. 44 (1): 26. doi:10.1186/s41610-020-00169-4. ISSN 2288-1220. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement