Pulau Tambolongan
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (November 2025) |
Peta lokasi Tambolongan | |
| Koordinat | |
|---|---|
| Negara | Indonesia |
| Gugus kepulauan | Selayar |
| Provinsi | Sulawesi Selatan |
| Kabupaten | Kepulauan Selayar |
![]() | |
Pulau Tambolongan atau Pulau Tambolongang adalah nama sebuah pulau kecil berpenghuni yang berada di gugusan Kepulauan Selayar dan secara administratif masuk pada wilayah Desa Tambolongan, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Secara astronomis, pulau ini terletak di titik koordinat .[1] Pulau ini memiliki daya tarik berupa pantai pasir putih, panorama bawah laut, dan panorama alam.[2]
Pulau Tambolongan telah menjadi tempat wisata menarik di Kepulauan Selayar dengan keindahan hamparan pasir putih dan memiliki berbagai macam ragam spesifikasi ikan dan karang. Untuk menuju ke pulau ini dapat menggunakan perahu nelayan, jarak tempuh ± 1 jam dari Desa Appatanah (desa paling ujung selatan Pulau Selayar).
Sejarah pemimpin
Pada masa sebelum kemerdekaan dan awal kemerdekaan Belanda membagi Selayar wilayah Daratan menjadi 10-14 Regent atau Distrik, kemudian di bawah Opu Kepala Distrik atau Regen ada Gallarang sebagai wakil atau kepala wilayah yang lebih kecil. Untuk Selayar wilayah Kepulauan di bagi menjadi 6 Onderdistrik kemudian pada tahun 1937 menjadi distrik yang dipimpin seorang Gallarang atau Karaeng atau Ponggaha , Gallarang di Wilayah Kepulauan langsung berada di bawah controller Belanda di Benteng tidak berada di bawah kekuasaan Kepala Regent/ Opu di Wilayah Daratan Selayar. Untuk Wilayah Tambolongan di pimpin oleh seorang Opu yang bergelar Gallarang atau Galla' Lolo dimana saat itu Tambolongan adalah Onderdistrik dari tahun 1920 sampai tahun 1937 dan pada tahun 1937 menjadi Distrik hingga masa kemerdekaan di bawah controller Belanda di Benteng . Di mana yang menjadi Gallarang terakhir dari Tambolongan adalah Abdul Karim Patta Opu Daeng Sumanna Karaeng Tambolongan Tu Tinrowa Ri Bundu'na RI Kabaranianna yang gugur di Batupalangka saat menghadapi sekelompok Gerombolan DI/TII yang hendak melakukan penjarahan di Tambolongan. Abdul Karim Patta Opu Karaeng Tambolongan adalah Gallarang dalam pemerintahan lokal , Kepala Distrik dalam struktur pemerintahan Belanda dan NKRI awal sampai tahun 1958 .Saat itu wilayah Gallarang Tambolongan meliputi Pulau Bahuluang dan Pulau Polassi. Pada tahun 1958 Tambolongan tetap menjadi Distrik dengan wilayah Tambolongan masih meliputi wilayah bekas Keopuan Tambolongan yakni Pulau Bahuluang, Pulau Tambolongan, dan Pulau Polassi dengan kepala Distrik bernama Djakarta kemudian berubah menjadi Desa dengan kepala Desa pertama bernama Opu Sikki' . Kemudian yang menjadi kepala Desa kedua Patta Sinrang Karaeng Monsong , kemudian kepala Desa ketiga berlatar belakang ABRI Darat juga menantu dari Opu Sikki' yakni Baso' Opu , setelah Baso' Opu meninggal dunia ia di gantikan oleh Andi Arman Mappatoba Karaeng Batara .pada tahun 2001 untuk pertama kalinya di adakan pemilihan kepala desa secara langsung oleh rakyat ( bukan lagi berdasarkan darah Opu ) dan pada saat itu Pulau Polassi bukan lagi wilayah dari desa Tambolongan. Jadi wilayah Tambolongan tinggal Pulau Tambolongan dan Pulau Bahuluang . Adapun yang terpilih waktu itu adalah Daeng Matola kemudian pada tahun 2007 Abdul Majid Daengmatika terpilih di mana pada saat itu Pulau Bahuluang bukan lagi wilayah desa Tambolongan tetapi beralih masuk ke wilayah desa appatanah . Kemudian pada tahun 2013 Makkawaru terpilih menjadi kepala Desa Tambolongan dan pada tahun 2019 terpilih kembali . Berita daftar pemimpin Pulau Tambolongan Masa Gallarang ( sebutan dalam adat) Kepala Onderdistrik , dan Kepala Distrik ( Masa Hindia Belanda dan Republik Indonesia sampai tahun 1960 an ) 1. Opu Tenritipang Karaeng Tambolongan (Gallarang dan Kepala) Onderdistrik 2. Opu Bicak Daeng Bicara Karaeng Tambolongan (Gallarang dan Kepala Onderdistrik) 3. Abdul Karim Patta Opu Daeng Sumanna Karaeng Tambolongan ( Gallarang Terakhir dan Kepala Distrik 1937 - 1958 4. Djakarta ( Kepala Distrik 1958-1960 an ) Masa Kepala Desa 1. Opu Sikki' 2. Patta Sinrang Karaeng Monsong 3. Baso' Opu 4. Andi Arman Mappatoba Karaeng Batara 5. Daeng Matola ( 2001-2007 ) pertama kali di adakan pemilihan langsung 6. Abdul Majid Daeng Matika ( 2007-2013 ) 7. Makkawaru ( 2013 - Sekarang )
situs sejarah dan jejak Opu di Tambolongan
Komplek pemakaman Kita yang terletak di Kampung Bau, Dusun Kampung Munte, Desa Tambolongan adalah komplek makam sebagian para Opu, meskipun tidak semua Opu di makamkan disana . Kuta pada masa pra kemerdekaan dahulu terdapat tiga buah rumah adat tempat tinggal para Opu sebagai penguasa lokal . Pengaruh Opu dari Kuta Tambolongan tidak hanya sebatas di wilayah Tambolongan tetapi juga sampai ke daratan Selayar, karena adanya hubungan darah dan satu rumpun keluarga dengan Opu Opu lain di wilayah Selayar. Tercatat salah seorang Opu dari Kuta yang bernama Muhammad Ruttung Daeng Malewa Karaeng Lewa ( Opu Bakka' Malewa ) yang menjadi Gallarang di Laiyolo, Baringan, dan saring Bolo . Muhammad Ruttung Daeng Malewa adalah sepupu satu kali dari Andi Mulia Karaeng Palili Alang yang menjabat sebagai Opu Laiyolo atau Kepala Regent Laiyolo ( setingkat Kabupaten zaman Hindia Belanda) . Muhammad Ruttung Daeng Malewa juga dipercaya mengemban jabatan sebagai Wakil Kepala Regen Laiyolo kala itu . Muhammad Ruttung Daeng Malewa juga sepupu satu kali dengan Opu Buki' . Beberapa Peninggalan pusaka Opu Kuta Tambolongan saat ini di wariskan kepada keturunan keturunan nya baik berupa keris Sapukala sebagai tanda penguasa suatu wilayah .
Referensi
- ^ Direktorat Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil, Ditjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (2012). "Direktori Pulau-Pulau Kecil Indonesia". www.ppk-kp3k.kkp.go.id. Diakses tanggal 25 April 2023. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar (2021). Dokumen Rencana Strategis Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar 2021–2026. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar. hlm. 41.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



