Pulau Legundi

Legundi
Koordinat5°49′22″S 105°16′38″E / 5.82278°S 105.27722°E / -5.82278; 105.27722
NegaraIndonesia
ProvinsiLampung
KabupatenPesawaran
Luas18 km² = 18 ha
Peta

Pulau Legundi adalah sebuah pulau yang terletak di wilayah administratif Punduh Pidada.

Penduduk

Lokasi Pulau Legundi berada di Teluk Lampung.[1] Jaraknya tidak begitu jauh dari daratan Sumatra. Namun, jumlah penduduk Legundi sangat sedikit. Kepadatan penduduk di Pulau Legundi hanya sekitar 80 penduduk per kilometer persegi dan berprofesi sebagai petani dan nelayan.

Lingkungan

Karena berada di alam yang beriklim tropis dan dekat dengan khatulistiwa, Legundi mempunyai musim yang tidak begitu fluktuatif. bulan Oktober cenderung panas dengan suhu sekitar 32 ° C. dan bulan Juni menjadi cenderung hujan dengan suhu 20 ° C.

Ekonomi

Pada dasawarsa 1760-an, para pejabat Perusahaan Hindia Timur Belanda melaporkan bahwa Pulau Legundi menjadi pangkalan bagi para penjarah asal Tiongkok di selat Sunda. Para penjarah menyerang kapal barang dan desa di pantai pada daerah Semaka untuk menjarah lada. Saat itu, daerah Semaka merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Banten dengan monopoli perdagangan oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda. Pada bulan Agustus dan September setiap tahunnya, penjarah dari Pulau Legundi secara rutin berlayar sambil menyelundupkan lada dari Silebu (Krui) di Lampung ke wilayah Bengkulu. Lada yang diselundupkan oleh para penjarah kemudian dijual ke Perusahaan Hindia Timur Britania Raya untuk ditukarkan dengan opium. Para penjarah kemudian berlayar kembali ke Pulau Legundi pada bulan November hingga awal Januari. Perdagangan lada oleh para penjarah dari Pulau Legundi ke Bengkulu dianggap sebagai perdagangan ilegal oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda.[2]

Referensi

  1. ^ Saifuddin, R., dkk. (2018). Saifuddin, Ridwan (ed.). Menggali Akar Kemiskinan: Melihat dari Dekat Kemiskinan di Provinsi Lampung (PDF). Bandar Lampung: Balitbangda Provinsi Lampung. hlm. 7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Ota, Atsushi (2023). ""Perniagaan Haram" di Lampung: Respons Masyarakat Setempat terhadap Perluasan Perdagangan, Sekitar 1760-1800". Dalam Saputro, Christian Heru Cahyo (ed.). Lampung Tempo Doeloe. Semarang: Cipta Prima Nusantara. hlm. 45. ISBN 978-623-380-035-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement