Pulau Apo

Pulau Apo /ˈæpoʊ/ adalah pulau vulkanik seluas 74 hektar, terletak 7 kilometer di ujung tenggara Pulau Negros dan 30 kilometer di selatan ibu kota Negros Oriental, Dumaguete, di Filipina. Nama "Apo" berarti "sesepuh" atau "leluhur yang dihormati" dalam bahasa Visaya.
Habitat laut di sekitar pulau ini merupakan cagar alam laut, yang dilindungi oleh Undang-Undang Kawasan Lindung Terpadu Nasional (NIPA) dan berada di bawah yurisdiksi Badan Pengelola Kawasan Lindung (PAMB). Pulau ini telah menjadi tujuan menyelam dan snorkeling yang populer di kalangan wisatawan. Terdapat dua resor di Pulau Apo, masing-masing dengan pusat selam: Apo Island Beach Resort dan Liberty's Lodge. Terdapat juga pos penjaga hutan dan mercusuar.
Pulau ini berada di bawah yurisdiksi kotamadya Dauin, Negros Oriental, dan merupakan salah satu dari 23 barangay di kotamadya tersebut. Berdasarkan sensus tahun 2010, pulau ini berpenduduk 918 jiwa.[1]
Geografi dan iklim
Pulau Apo terletak di ujung tenggara Pulau Negros, 7 kilometer dari kota Zamboanguita, dan 25 kilometer di selatan ibu kota Negros Oriental Dumaguete.[2] Membentang sekitar 1,5 km (0,9 mil) dari utara ke selatan dan 1 km (0,6 mil) dari timur ke barat, pulau ini memiliki luas daratan sekitar 74 hektar dan menjulang hingga ketinggian 120 meter (390 kaki) di atas permukaan laut pada titik tertingginya.[2]
Dapat dicapai dengan naik perahu bermotor selama 30 menit dari desa Malatapay, Zamboanguita, Negros Oriental.
Suaka laut dan pariwisata
Pulau Apo adalah suaka laut yang dikelola masyarakat, dan karenanya telah didokumentasikan dengan baik oleh komunitas sains global.[3] Proyek ini dimulai ketika Dr. Angel Alcala, seorang ilmuwan kelautan dari Laboratorium Kelautan Universitas Silliman, memperkenalkan kepada para nelayan setempat pentingnya membangun suaka laut di daerah tersebut. Awalnya, penduduk setempat ragu-ragu, tetapi setelah dialog selama tiga tahun, Dr. Alcala berhasil meyakinkan masyarakat pulau untuk membangun suaka tersebut. Dibantu oleh staf Laboratorium Kelautan Universitas Silliman pada tahun 1982, para nelayan setempat memilih area sepanjang 450 meter garis pantai dan memanjang 500 meter dari pantai sebagai lokasi suaka.[4] Sejak itu, proyek yang dimulai di pulau itu telah menghasilkan terciptanya ratusan suaka laut lainnya di Filipina.
Saat ini, pulau ini merupakan rumah bagi lebih dari 650 spesies ikan yang terdokumentasi dan diperkirakan memiliki lebih dari 400 spesies karang. Sebagian besar dari 450 spesies karang Filipina dapat ditemukan di sini, mulai dari karang gelembung kecil hingga kipas laut gorgonian dan karang otak yang besar. Pengunjung dan wisatawan membayar biaya untuk memasuki Pulau Apo dan snorkeling atau menyelam di suaka laut di sana. Biaya ini digunakan untuk menjaga kebersihan dan kondisi suaka laut tersebut.[5]
Pada tahun 2003, Akuarium Shedd di Chicago membuka pameran Terumbu Karang Liar yang berfokus pada terumbu karang dan suaka laut di sekitar Pulau Apo. Pada tahun 2008, Majalah Sport Diver memasukkan Pulau Apo ke dalam daftar 100 tempat menyelam terbaik di dunia.[6]
Referensi
- ^ "2010 Census of Population and Housing" (PDF). National Statistics Office of the Republic of the Philippines. Diakses tanggal 26 January 2021.
- ^ a b ApoIsland.com - About Apo Island Diarsipkan April 9, 2009, di Wayback Machine.
- ^ "Apo Island Marine Reserve: Successful community-based tourism management – Linking Tourism & Conservation" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-06-07.
- ^ Bacabac, Marion Michael; Ticzon, Victor; Fetil, Jesus Gabriel; Villanada, Krystal Dayne (2023-05-21). "Mapping coral reef habitats of Apo Reef Natural Park, Sablayan, Occidental Mindoro, Philippines". SciEnggJ. 16 (Supplement): 18–26. doi:10.54645/202316supqoo-75. ISSN 2799-189X.
- ^ "Diving Apo Island".
- ^ Ronnel Domingo. "2 RP sites make it to ‘must dive’ list " Diarsipkan 2009-01-31 di Wayback Machine.. Philippine Daily Inquirer. Retrieved 2010-04-20.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


