Protonilus Mensae

Protonilus Mensae adalah suatu wilayah di Mars yang terletak di kuadran Ismenius Lacus, berpusat pada koordinat 43,86° LU dan 49,4° BT. Wilayah ini membentang antara 37° BT hingga 59,7° BT dan 39,87° LU hingga 47,06° LU. Protonilus Mensae terletak di antara Deuteronilus Mensae dan Nilosyrtis Mensae.[1] ketiganya berada di sepanjang batas dikotomi Mars. Nama wilayah ini disahkan oleh Persatuan Astronomi Internasional (IAU) pada tahun 1973.

Permukaannya digambarkan sebagai Medan terfragmentasi (fretted terrain), yaitu bentang alam yang terdiri atas tebing, mesa, dan lembah datar yang luas. Ciri-ciri permukaan ini diyakini terbentuk akibat aktivitas gletser yang tertutup oleh material runtuhan.[2][3] Gletser yang mengelilingi gundukan dan mesa dikenal sebagai lobate debris aprons (LDA), sedangkan gletser yang berada di lembah disebut lineated valley fill (LVF). Pada beberapa bagian permukaan terlihat pola aliran yang berawal dari ceruk-ceruk di lereng dataran tinggi. Adanya lobus-lobus kecil di atas aliran utama menunjukkan bahwa daerah ini mengalami lebih dari satu periode glasial, mirip dengan yang terjadi di Bumi.[4]

Peneliti memiliki dugaan bahwa di bawah lapisan tipis batuan dan debu terdapat cadangan besar es.[5][6] Data radar dari instrumen Shallow Radar (SHARAD) pada wahana Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) mendeteksi keberadaan es murni di bawah LDA dan LVF.[7] Beberapa bagian Protonilus Mensae juga menunjukkan deretan lubang-lubang yang kemungkinan terbentuk akibat penguapan es tanah menjadi gas, dan meninggalkan rongga di bawah permukaan. Ketika material permukaan runtuh ke dalam rongga tersebut, terbentuklah lubang-lubang tersebut.[8]

Perubahan iklim dan fitur kaya es

Banyak fitur morfologi di Mars, termasuk di Protonilus Mensae, diyakini mengandung sejumlah besar es. Model yang paling umum untuk menjelaskan asal-usul es tersebut berkaitan dengan perubahan iklim akibat variasi besar pada kemiringan sumbu rotasi planet. Pada masa tertentu, kemiringan tersebut bahkan dapat melebihi 80 derajat.[9][10]

Ketika kemiringan sumbu Mars mencapai sekitar 45 derajat dari posisi saat ini (25 derajat), es tidak lagi stabil di kutub.[11] Pada kondisi ini, karbon dioksida padat di kutub menyublim dan meningkatkan tekanan atmosfer. Tekanan yang lebih tinggi memungkinkan lebih banyak debu tersuspensi di atmosfer. Uap air kemudian mengendap sebagai salju atau es yang membeku di permukaan butir debu, dan perhitungan menunjukkan bahwa material ini akan terakumulasi di wilayah lintang menengah.[12][13]

Model sirkulasi umum atmosfer Mars memprediksi penumpukan debu kaya es di wilayah yang sama dengan lokasi fitur-fitur kaya es tersebut.[10] Saat kemiringan sumbu kembali menurun, es akan menyublim, meninggalkan lapisan debu yang menutupi material di bawahnya. Dengan setiap siklus kemiringan tinggi, sebagian lapisan es tetap tersisa dan membentuk lapisan mantel halus yang menutupi permukaan. Lapisan halus ini diyakini merepresentasikan material geologis yang relatif muda.[14][15][16]

Referensi

  1. ^ "Planet Mars: A Cloudy Protonilus Mensae | China's Tianwen-1 Mars Orbiter". Diakses tanggal 2025-11-09.
  2. ^ Sharp, Robert P. (1973-07-10). "Mars: Fretted and chaotic terrains". Journal of Geophysical Research. 78 (20): 4073–4083. doi:10.1029/jb078i020p04073. ISSN 0148-0227.
  3. ^ "Mars Fretted Terrain: Lineated Valley Fill - NASA Science" (dalam bahasa American English). 2000-09-18. Diakses tanggal 2025-11-09.
  4. ^ Baker, David M.H.; Head, James W.; Marchant, David R. (2010-05). "Flow patterns of lobate debris aprons and lineated valley fill north of Ismeniae Fossae, Mars: Evidence for extensive mid-latitude glaciation in the Late Amazonian". Icarus. 207 (1): 186–209. doi:10.1016/j.icarus.2009.11.017. ISSN 0019-1035.
  5. ^ Morgan, Gareth A.; Head, James W. (2009-07). "Sinton crater, Mars: Evidence for impact into a plateau icefield and melting to produce valley networks at the Hesperian–Amazonian boundary". Icarus. 202 (1): 39–59. doi:10.1016/j.icarus.2009.02.025. ISSN 0019-1035.
  6. ^ Morgan, Gareth A.; Head, James W.; Marchant, David R. (2009-07). "Lineated valley fill (LVF) and lobate debris aprons (LDA) in the Deuteronilus Mensae northern dichotomy boundary region, Mars: Constraints on the extent, age and episodicity of Amazonian glacial events". Icarus. 202 (1): 22–38. doi:10.1016/j.icarus.2009.02.017. ISSN 0019-1035.
  7. ^ Plaut, Jeffrey J.; Safaeinili, Ali; Holt, John W.; Phillips, Roger J.; Head, James W.; Seu, Roberto; Putzig, Nathaniel E.; Frigeri, Alessandro (2009-01). "Radar evidence for ice in lobate debris aprons in the mid‐northern latitudes of Mars". Geophysical Research Letters (dalam bahasa Inggris). 36 (2). doi:10.1029/2008GL036379. ISSN 0094-8276.
  8. ^ "HiRISE | Fretted Terrain Valley Traverse (PSP_009719_2230)". hirise.lpl.arizona.edu. Diakses tanggal 2025-11-09.
  9. ^ Touma, Jihad; Wisdom, Jack (1993-02-26). "The Chaotic Obliquity of Mars". Science. 259 (5099): 1294–1297. doi:10.1126/science.259.5099.1294. ISSN 0036-8075.
  10. ^ a b Laskar, J.; Correia, A.C.M.; Gastineau, M.; Joutel, F.; Levrard, B.; Robutel, P. (2004-08). "Long term evolution and chaotic diffusion of the insolation quantities of Mars". Icarus. 170 (2): 343–364. doi:10.1016/j.icarus.2004.04.005. ISSN 0019-1035.
  11. ^ Levy, Joseph S.; Head, James W.; Marchant, David R.; Kowalewski, Douglas E. (2008-02). "Identification of sublimation‐type thermal contraction crack polygons at the proposed NASA Phoenix landing site: Implications for substrate properties and climate‐driven morphological evolution". Geophysical Research Letters (dalam bahasa Inggris). 35 (4). doi:10.1029/2007GL032813. ISSN 0094-8276.
  12. ^ Levy, Joseph; Head, James; Marchant, David (2009-01). "Thermal contraction crack polygons on Mars: Classification, distribution, and climate implications from HiRISE observations". Journal of Geophysical Research: Planets (dalam bahasa Inggris). 114 (E1). doi:10.1029/2008JE003273. ISSN 0148-0227.
  13. ^ Hauber, E.; Reiss, D.; Ulrich, M.; Preusker, F.; Trauthan, F.; Zanetti, M.; Hiesinger, H.; Jaumann, R.; Johansson, L. (2011-01). "Landscape evolution in Martian mid-latitude regions: insights from analogous periglacial landforms in Svalbard". Geological Society, London, Special Publications. 356 (1): 111–131. doi:10.1144/sp356.7. ISSN 0305-8719.
  14. ^ Mellon, Michael T.; Jakosky, Bruce M. (1995-06-25). "The distribution and behavior of Martian ground ice during past and present epochs". Journal of Geophysical Research: Planets. 100 (E6): 11781–11799. doi:10.1029/95je01027. ISSN 0148-0227.
  15. ^ Schorghofer, Norbert (2007-09-13). "Dynamics of ice ages on Mars". Nature. 449 (7159): 192–194. doi:10.1038/nature06082. ISSN 0028-0836.
  16. ^ Madeleine, J.-B.; Forget, F.; Head, James W.; Levrard, B.; Montmessin, F.; Millour, E. (2009-10). "Amazonian northern mid-latitude glaciation on Mars: A proposed climate scenario". Icarus. 203 (2): 390–405. doi:10.1016/j.icarus.2009.04.037. ISSN 0019-1035.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement