Prediksi

Prediksi atau prakiraan[1] (bahasa Inggris: prediction) adalah pernyataan mengenai suatu peristiwa masa depan atau mengenai data yang akan datang. Prediksi sering kali, tetapi tidak selalu, didasarkan pada pengalaman atau pengetahuan dari pihak yang melakukan peramalan.
Tidak ada kesepakatan universal mengenai perbedaan pasti antara "prediksi" (prakiraan) dan "estimasi" (perkiraan); berbagai penulis dan disiplin ilmu memberikan konotasi yang berbeda terhadap kedua istilah tersebut.
Peristiwa di masa depan secara inheren bersifat tidak pasti, sehingga informasi yang sepenuhnya akurat mengenai masa depan mustahil untuk diperoleh. Kendati demikian, prediksi dapat berguna untuk membantu dalam menyusun rencana mengenai kemungkinan perkembangan di masa mendatang.
Etimologi
Kata "prediksi" diserap dari bahasa Latin "præ-", yang berarti "sebelum," dan "dictum", yang berarti "sesuatu yang diucapkan".[2]
Pendapat
Dalam pengertian non-statistik, istilah "prediksi" sering digunakan untuk merujuk pada dugaan atau pendapat yang berlandaskan pengetahuan.
Prediksi semacam ini dapat didukung oleh penalaran abduktif, penalaran induktif, penalaran deduktif, serta pengalaman dari orang yang membuat prediksi tersebut; dan dapat menjadi bermanfaat—terutama bila orang yang memprediksi adalah seorang pakar atau memiliki pengetahuan mendalam di bidangnya.[3]
Metode Delphi merupakan teknik yang digunakan untuk memperoleh prediksi berbasis penilaian pakar secara terkendali. Jenis prediksi ini dapat dianggap sejalan dengan teknik statistik dalam arti bahwa, setidaknya, "data" yang digunakan berasal dari kognisi sang pakar yang memprediksi, yang membentuk suatu lengkung peluang intuitif atau "fungsi kepadatan peluang".
Statistika
Dalam statistika, prediksi merupakan bagian dari inferensi statistik. Salah satu pendekatan khusus terhadap bentuk inferensi ini dikenal sebagai inferensi prediktif, tetapi kegiatan prediksi dapat pula dilakukan dalam berbagai pendekatan inferensi statistik lainnya. Sesungguhnya, statistika dapat digambarkan sebagai sarana untuk mentransfer pengetahuan mengenai sampel suatu populasi ke keseluruhan populasi tersebut, atau ke populasi lain yang terkait, yang tidak selalu sama dengan prediksi terhadap perubahan dalam dimensi waktu.
Ketika informasi ditransfer melintasi waktu, sering kali menuju titik waktu tertentu, proses tersebut dikenal sebagai peramalan.[4][Verifikasi gagal] Peramalan umumnya memerlukan metode deret waktu, sedangkan prediksi sering dilakukan terhadap data penampang silang.
Ilmu Pengetahuan
Dalam ilmu pengetahuan, prediksi merupakan pernyataan yang ketat dan sering kali bersifat kuantitatif, yang meramalkan apa yang akan diamati di bawah kondisi tertentu. Sebagai contoh, menurut teori gravitasi, jika sebuah apel jatuh dari pohon, maka apel tersebut akan tampak bergerak menuju pusat Bumi dengan percepatan tertentu yang bersifat konstan.
Metode ilmiah dibangun atas dasar pengujian terhadap pernyataan-pernyataan yang merupakan konsekuensi logis dari teori-teori ilmiah. Pengujian ini dilakukan melalui eksperimen yang dapat diulang atau melalui studi observasional.
Referensi
- ^ Arti kata GALAT! URL tidak ditemukan atau tidak sah. dalam situs web {{{ver}}} oleh lembaga penyusun kamus.
- ^ Templat:Oed
- ^ Silver, Nate (2012). The Signal and the Noise : Why so many predictions fail—but some don't. New York: Penguin Press. ISBN 978-1-59420-411-1.
- ^ Cox, D. R. (2006). Principles of Statistical Inference. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-68567-2.
Bacaan lanjutan
- Ialenti, Vincent (2020). Deep Time Reckoning: How Future Thinking Can Help Earth Now. The MIT Press. ISBN 9780262539265.
- Rescher, Nicholas (1998). Predicting the future: An introduction to the theory of forecasting. State University of New York Press. ISBN 0-7914-3553-9.
- Tetlock, Philip E.; Gardner, Dan (2016). Superforecasting: The Art and Science of Prediction. Crown. ISBN 978-0804136716.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


