Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023) |
| Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan مدرسة الوطنية الإسلامية كيبارونغان | |
|---|---|
| Alamat | |
Desa Kebarongan RT 01 RW 07 , | |
| Telepon/Faks. | 0282-5299709 |
| Informasi | |
| Jenis | Pondok pesantren |
| Afiliasi | Islam |
| Didirikan | 1878 M / 1296 H |
| Pendiri | KH. Muhammad Habib |
| Pimpinan | KH. Achmas Faiz Asifuddin, Lc., M.A |
| Pengasuh | KH. Fata Mu’min Asifudin, Lc., M.A |
| Yayasan | Yayasan Pondok Mesjid dan Madrasah Wathoniyah Islamiyah (POMESMAWI) |
| Lain-lain | |
| Julukan | PP MWI |
| Slogan | Memurnikan aqidah, mengamalkan syari’ah, berakhlak karimah, mencintai ilmu, dan menebarkan rahmat bagi seluruh alam |
| Moto | |
| Moto | Terwujudnya generasi ulul albab |
| Profil ini berdasarkan dokumen resmi Yayasan POMESMAWI tahun 2022 | |
Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan adalah Pondok Pesantren Modern didirikan pada tahun 1878 yang terletak di Gerumbul Teleng, Kebarongan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Pesantren ini dikenal karena peranannya dalam pengembangan pendidikan Islam di wilayah tersebut.
Pondok Pesantren ini pertama kali didirikan tahun 1878 oleh K.H. Muhammad Habib Bin Nur Hamdani yang hingga saat ini telah mengalami 12 kali pergantian pemimpin. Terdapat tiga jenjang pendidikan di Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan yaitu MI Wathoniyah Isalmiyah, Mts Wathoniyah Isalmiyah dan MA Wathoniyah Islamiyah. Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan mempunyai empat asrama yaitu dua asrama putra (Asrama Umar bin Khottob dan Asrama Abu Bakar As-Sidiq) dan dua asrama putri (Asrama Aisyah dan Asrama Khotidjah). Di Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah tidak hanya mempelajari mata pelajaran pesantren( seperti Tauhid, Nahwu, Shorof, Faroid dan lain-lain) tetapi juga mempelajari pelajaran umum ( seperti Matematika, IPA, IPS dan lain). Para santri dari PONPES Madrasah Wathoniyah Islamiyah berasal dari berbagai daerah bahkan ada yang berasal dari Malaysia dan Singapura. Di Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah terdapat beberapa kegiatan ekstrakulikuler yaitu BKC, marching band, hadroh, PKS, Keputrian dan lain-lain.[1]
sejarah
Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI) Kebarongan didirikan oleh KH. Muhammad Habib pada tahun 1878 M (1296 H) di Desa Kebarongan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. KH. Muhammad Habib berasal dari Desa Daratan, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen. Ia hijrah ke Kebarongan bersama sanak saudaranya setelah Perang Diponegoro untuk mengembangkan ajaran Islam.
Pada awalnya, pengajaran dilakukan dalam bentuk halaqah (tatap muka) kepada masyarakat sekitar yang kebanyakan petani. Seiring waktu, metode pengajaran berkembang dari sorogan dan bandongan hingga ke sistem madrasah. Madrasah Islamiyah pertama didirikan pada 15 Juni 1916 dan mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah Hindia Belanda.
Setelah kunjungan tokoh nasional H.O.S. Cokroaminoto pada tahun 1931, nama madrasah diubah menjadi Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI) Kebarongan. Tujuan utamanya adalah untuk menanamkan dan menyebarluaskan ajaran Islam, meningkatkan derajat umat, dan mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW.
Riwayat Kepengurusan
Semenjak di dirikan K.H. Muhammad Habib Bin Nur Hamdani yang hingga saat ini telah mengalami 12 kali pergantian pemimpin yaitu: K.H. Muhammad Habib, lalu diteruskan oleh K.H. Abdullah Khalifah, K.H. Damaruri Zawawi, K.H. Abdullah Zawawi, Kyai Sunan Muhadir, K.H. Abdul Wahab, kyai Asifudin Zawawi, K.H. Marghoni, Kyai Zubad Isma’il, H. Amin Munawir, K.H., Fata Mu’min Asifudin, Lc, Drs. H. Munbahij Al Khuluq, dan kini di pimpin oleh KH. Achmas Faiz Asifuddin, Lc., M.A[2]
Berikut ini adalah daftar kepemimpinan Pondok Pesantren MWI Kebarongan:
1878–1888: KH. Muhammad Habib
1888–1906: KH. Abdullah Cholifah (putra menantu), dibantu KH. Damanhuri
1906–1945: KH. Zawawi Habib, dibantu KH. Sunan Muhdir dan KH. Abdul Wahab
1945–1950: KH. Abdul Wahab
1950–1980: KH. Asifuddin Zawawi, dibantu KH. Muslim Fikri dan KH. Abdul Ghofir
1980–1988: KH. Marghoni, dibantu DR. H. Ahmad Janan Asifuddin, MA
1988–1995: KH. Zubad Isma’il, dibantu DR. H. Ahmad Janan Asifuddin, MA
1995–2002: H. Amin Munawir, dibantu H. Marwan Marghani, KH. Sugeng Abdul Wahab, dan lainnya
2002–2007: KH. Fata Mu’min Asifudin, Lc, dibantu KH. DR. Ahmad Janan Asifudin, MA dan tim
2007–2021: KH. DR. Ahmad Janan Asifudin, MA (Ketua Pembina Yayasan)
2022–sekarang: KH. Achmas Faiz Asifuddin, Lc., M.A (Ketua Pembina Yayasan)
Referensi
- ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-01. Diakses tanggal 2017-11-30.
- ^ "Profile". MAWI Kebarongan. Diakses tanggal 2025-05-01.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


