Pondok Paman Tom
Halaman judul untuk Jilid I dari edisi pertama Pondok Paman Tom (1852) | |
| Pengarang | Harriet Beecher Stowe |
|---|---|
| Judul asli | Uncle Tom's Cabin; or, Life Among the Lowly. |
| Ilustrator | Hammatt Billings |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
| Genre | Novel |
| Diterbitkan | 20 Maret 1852 (dua jilid) |
| Penerbit | John P. Jewett and Company, setelah terbit mingguan dalam The National Era mulai dari tanggal 5 Juni 1851 |
| OCLC | 1077982310 |
| 813.3 | |
| LCC | PS2954 .U5 |
| Diikuti oleh | A Key to Uncle Tom's Cabin |
Pondok Paman Tom (bahasa Inggris: Uncle Tom's Cabin; or, Life Among the Lowly) adalah sebuah novel antiperbudakan karya penulis asal Amerika Serikat, Harriet Beecher Stowe. Novel yang terbit dalam dua jilid pada tahun 1852 ini berdampak besar bagi pergeseran cara pandang masyarakat terhadap warga Amerika keturunan Afrika serta perbudakan di sana. Karya ini pun disebut-sebut sebagai "peletak batu pertama bagi pecahnya Perang Saudara Amerika".[1][2][3]
Lahir di Connecticut, Stowe adalah seorang pengajar di Seminari Wanita Hartford sekaligus anggota keluarga rohaniwan Beecher yang dikenal vokal menentang perbudakan. Melalui novel sentimental ini, ia berupaya memotret kekejaman perbudakan sembari menegaskan keyakinannya bahwa cinta kasih Kristiani mampu melenyapkan praktik tersebut.[4][5][6] Novel ini berpusat pada tokoh Paman Tom, seorang budak kulit hitam yang tabah. Kisahnya menjadi poros utama yang menghubungkan narasi karakter-karakter lainnya.
Di Amerika Serikat, Pondok Paman Tom merupakan novel terlaris sekaligus buku dengan angka penjualan tertinggi kedua pada abad ke-19 setelah Alkitab.[7][8] Karya ini diyakini turut mengobarkan semangat gerakan antiperbudakan pada dekade 1850-an.[9] Besarnya pengaruh buku ini memicu munculnya sebuah kisah, yang diragukan kebenarannya, tentang Abraham Lincoln yang menyapa Stowe di awal Perang Saudara dengan ucapan, "Jadi, inilah wanita mungil yang memulai perang besar ini."[10][11]
Buku tersebut beserta pentas drama yang terinspirasi darinya turut memopulerkan berbagai stereotipe negatif terhadap orang kulit hitam,[12][13][3] termasuk stereotipe yang melekat pada karakter utamanya sendiri, "Paman Tom". Istilah tersebut akhirnya identik dengan julukan bagi seseorang yang dianggap terlalu tunduk atau menghamba.[14] Asosiasi negatif yang muncul belakangan ini, sampai batas tertentu, telah mengaburkan dampak historis novel tersebut sebagai "instrumen penting antiperbudakan".[15] Meskipun demikian, novel ini tetap menjadi "tonggak sejarah" dalam sastra protes.[16] Karya-karya setelahnya, seperti The Jungle karya Upton Sinclair dan Silent Spring karya Rachel Carson, diyakini sangat terpengaruh oleh fondasi yang diletakkan oleh buku ini.[17]
Penulis
Harriet Elizabeth Beecher Stowe, seorang guru kelahiran Connecticut dari Hartford Female Academy dan seorang abolisionis aktif, menulis cerita ini untuk penerbitan berkala dan memfokuskan novel ini pada tokoh Paman Tom, seorang budak hitam.
Plot
Diceritakan awalnya Paman Tom dimiliki oleh keluarga Arthur Selby dari Kentucky, lalu dijual kepada Augustine St. Claire dari Louisiana, dan akhirnya kepada Simon Legree, yang memperlakukan Tom dengan kejam, hingga menyebabkan kematiannya.
Pondok Paman Tom ditulis dengan gaya sentimental dan melodramatik yang umum pada novel dan fiksi dalam negeri (juga disebut fiksi wanita) abad ke-19 itu. Segera setelah diterbitkan, novel ini menyebabkan kegemparan di seluruh Amerika Serikat, dan mendapatkan hujan kritik dari Amerika bagian Selatan. Pengaruh buku ini begitu besar sehingga ketika bertemu dengan Harriet Beecher pada awal Perang Saudara Amerika, Presiden Abraham Lincoln berkata padanya, "Jadi inilah nyonya kecil yang membuat perang besar ini."
Novel ini laris, terjual hingga 1 juta kopi.
- ^ Kaufman 2006, hlm. 18.
- ^ Painter 2000, hlm. 245.
- ^ a b DeLombard 2012.
- ^ Kurian 2010, hlm. 580.
- ^ de Rosa 2003, On p. 122, de Rosa quotes Tompkins 1985, p. 145 that Stowe's strategy was to destroy slavery through the "saving power of Christian love"..
- ^ Tompkins 1985, On p. 141, Tompkins writes "Stowe conceived her book as an instrument for bringing about the day when the world would be ruled not by force, but by Christian love.".
- ^ DiMaggio 2014, hlm. 15.
- ^ Smith 2001, hlm. 221.
- ^ Goldner 2001, hlm. 82.
- ^ Stowe 1911, hlm. 203.
- ^ Vollaro 2009.
- ^ Hulser 2003.
- ^ Jamieson 2018, hlm. ??.
- ^ Jones 2019, hlm. 1465–1467.
- ^ Appiah & Gates 2005, hlm. 544.
- ^ Smith 2008, hlm. 161.
- ^ Weinstein 2004, hlm. 13.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


