Planologi

Planologi (bahasa Inggris: plan (perencanaan) & bahasa Yunani: logos (ilmu)) merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang perencanaan suatu wilayah atau kota beserta dengan unsur-unsur tertentu.[1][2] Dalam planologi, akan dipelajari mengenai ilmu geologi, geografis, ekonomi, politik, sosial, budaya, statistika, dan ilmu lainnya. Planologi juga mempelajari tentang aspek perencanaan, penataan, pembangunan, serta lingkungan dari suatu wilayah atau kota. Di Indonesia, planologi sempat ada pada bulan September tahun 1959 di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan bantuan para ahli dari Harvard University di bawah naungan United Nations Technical Assistance Bureau (UNTAB) dan pada tahun 2010, ilmu planologi telah berubah menjadi ilmu perencanaan wilayah & kota (PWK) secara nasional.[3]
"A place for everything and everything in its place" - Tujuan dari ilmu planologi[4]
Sejarah planologi



Planologi pertama kali dicetuskan oleh J.M. (Joel Moijer) de Casseres (1902-1991) di Belanda melalui publikasi artikel berjudul Principles of Planology dalam De Gids pada tahun 1929.[5] Namun jauh dari tahun 1929, kinerja planologi telah bekerja melalui urbanisasi pada sekitaran tahun 4000 tahun SM di daerah Bulan — Sabit Yang Subur (Fertile Crescent) yang membentang dari Lembah Sungai Nil sampai ke dataran alluvial Sungai Tigris dan Efrat. Dimulai dengan perkembangan berbagai bentuk kerajaan kota yang didirikan oleh Bangsa Sumeria dan Assiria, kemudian dibangun sebagai benteng pertahanan sekaligus pusat perdagangan hasil pertanian. Setelah itu, pada abad ke-5 SM, munculah wacana demokrasi untuk pertama kalinya dengan bergantinya berbagai kuil yang ada menjadi tempat sidang yang nantinya akan menjadi pusat peradaban. Hipodamus, seorang tokoh yang merancang Kota Pireus, Pelabuhan Athena, Kota Rhodes, dan Thurij di Italia yang kemudian dikenal sebagai bapak "urban planning". Kemudian pada tahun 27 SM, Bangsa Romawi berhasil menaklukkan berbagai wilayah, sehingga Romawi dapat membangun jalan-jalan imperiumnya dari Inggris ke Babilon dan Spanyol ke Mesir. Hal ini memicu Roma sebagai wilayah dengan perencanaan kota dengan sistem transportasi pertama di dunia. Ketika kekuasaan Romawi runtuh pada tahun 324 M yang sekaligus melebarnya kekuasaan Kristen disana, menyebabkan hancurnya sistem demokrasi dan penataan wilayah & kota, sehingga memulaikan sebuah zaman kegelapan atau abad pertengahan. Saat abad pertengahan, bangunan-bangunan kota sangat bergantung terhadap gereja. Pada saat ini juga terjadilah perbudakan. Kota-kota benteng berkembang pesat karena kekacauan terjadi di mana-mana. Pada abad ke 14, Kristen menjadikan Kota Florence sebagai pusat politik. Waktu ditemukannya bahan peledak pada abad ke-15, pola kota dengan pergeseran fungsi benteng mulai tidak digunakan lagi dan masa Renaissance yang mengutamakan kreatifitas dan estetika bangunan mulai memasuki. Dalam masa ini, muncullah gaya poros dengan perhatian lebih ke estetika, fungsi, dan bentuk kota itu sendiri. Leonardo da Vinci serta Miichelangelo memiliki peran penting dalam perencanaan wilayah pada masa ini. Pada tahun 1769, James Watt menemukan mesin uap yang memulaikannya masa revolusi industri. Banyak pabrik mulai bermunculan seiring dengan pesatnya para pekerja dan pada tahun 1800an, muncullah kereta uap untuk mendistribusikan barang produksinya kepada konsumen dengan cepat. Dengan adanya kereta uap ini, kota-kota lebih terbuka karena pembangunan jalur rel. Mulailah masalah-masalah seperti kriminalitas, kemacetan, polusi udara, dan polusi air terjadi. Dikarenakan hal ini, muncullah gerakan reformasi pada abad ke-19 dengan pembentukan undang-undang kesehatan masyarakat dengan standar perumahan, pengontrolan guna lahan, dan tinggi bangunan. Tidak hanya itu, aspek sosial juga ditambahkan pada perencanaan wilayah oleh Ebener Howard dan urban conurbation oleh bapak perencanaan modern, yakni Patrick Gaddes. Pasca industri, terjadilah eksploitasi sumber daya alam secara masif, sehingga memunculkan pembangunan berwawasan lingkungan atau biasa dikenal dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Dengan berkembangnya teknologi, transportasi dan komunikasi menjadikannya lebih cepat dan praktis. Hal ini memacu terjadinya urbanisasi yang parak terjadi pada masa pasca industri.[6]
Pendekatan planologi dalam saintek & soshum

Adapun beberapa sains dan teknologi (saintek) yang berkontribusi dalam planologi, yakni:[2]
- Geographic Information System (GIS), merupakan sistem geografis yang bisa mengidentifikasi spasial bumi dalam bentuk hasil peta kemiringan lereng, peta administrasi, peta jaringan jalan, peta tutupan lahan, peta rawan bencana, dan peta lainnya.
- Statistika, ilmu cabang matematika yang digunakan untuk menganalisis data waktu menganalisis sampling, pengujian hipotesis, atau mengetahui korelasi variabel penelitian wilayah tertentu.
Sedangkan, untuk sosial dan hukum (soshum) memiliki kontribusinya sendiri melalui pendekatan:[2]
- Ilmu sosial, membahas mengenai perilaku masyarakat suatu wilayah atau perkotaan.
- Ekonomi, cara mengkaji finansial dalam mewujudkan perencanaan wilayah.
Prospek kerja planologi

Seorang yang mempelajari ilmu planologi biasa disebut sebagai planner. Lulusan planologi memiliki beberapa prospek pekerjaan yang diantaranya:[7]
- Surveyor kontrol bangunan
- Inspektur/petugas konservasi bangunan bersejarah
- Manajer/petugas perumahan
- Pejabat pemerintah daerah
- Perencana kota
- Perencana transportasi
- Perancang perkotaan
- Teknolog arsitektur
- Administrator Layanan Sipil
- Pekerja pengembangan masyarakat
- Manajer lingkungan
- Manajer perumahan
- Penilai risiko kebakaran
- Arsitek lanskap
- Surveyor perencanaan dan pengembangan
- Konsultan keberlanjutan
Daftar referensi
- ^ "Informasi Lengkap Kuliah Jurusan Planologi di Luar Negeri: Universitas & Prospek Kerjanya". www.hotcourses.co.id (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-08-17. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ a b c Amin, Muqsith Dzupril. "Mengenal Lebih Dekat tentang Jurusan Planologi : Kolaborasi antara Saintek dan Soshum". anakteknik.co.id. Diakses tanggal 2025-08-17.
- ^ Team, Ruangguru Tech; Nanda, Salsabila (2024-10-31). "Jurusan Perencanaan Wilayah Kota (Planologi), Belajar Apa?" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-17.
- ^ CASSERES, J. M. DE (1937-02). "PRINCIPLES OF PLANOLOGY. A Contribution to the Scientific Foundation of Town and Country Planning". Town Planning Review. 17 (2): 103. doi:10.3828/tpr.17.2.fm0217694643w647.
- ^ Suprayoga, ~ G. B. (2019-11-23). "J.M. de Casseres: Penemu 'Planologi'". Deep Planning. Diakses tanggal 2025-08-17.
- ^ "2 bahan ajar sejarah perencanaan kota DI DUNIA". SlideShare (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-18.
- ^ AGCAS, editors (December 2023). "Urban planning". PROSPECTS. Diakses tanggal 18-08-2025. ;
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


