Pilar dharani

Pilar dharani (陀羅尼幢; tuóluóní chuáng), pilar sutra atau jingchuang (經幢; jīngchuáng) adalah pilar batu yang terukir sūtra--dhāraṇī atau mantra dhāraṇī sederhana yang ditemukan di Tiongkok. Pilar dharani umumnya didirikan di luar kuil Buddhis dan populer pada era Dinasti Tang (618–907).
Sejarah
Pilar-pilar dharani tertua yang dapat ditemukan, berasal dari era pertengahan Dinasti Tang yang populer pada masanya. Salah satu catatan pertama mengenai keberadaan pilar-pilar tersebut berasal dari biksu Jepang yang bernama Ennin, ketika ia datang ke Tiongkok antara tahun 838-847.[1]
Menurut catatan, pendiri kerajaan Wuyue (907-978), Qian Liu (852-932) dalam periode Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan, telah mendirikan beberapa pilar dharani selama masa pemerintahannya sebagai sebuah pengabdian. Pilar-pilar tersebut terdapat di Kuil Zhaoxian (招賢寺) pada 911, dua pilar di Kuil Daqian (大錢寺) pada 911, satu pilar di Pertapaan Tianzhu Riguan (天竺日觀庵) pada 913 dan dua pilar lagi di Kuil Haihui (海會寺) pada 924.[1]
Ciri khas pilar dharani berkembang di wilayah ujung selatan Tiongkok (kini wilayah provinsi Yunnan), di wilayah-wilayah kerajaan non-Tiongkok seperti Nanzhao (737-902) dan Dali (937-1253). Pilar-pilar dharani Yunnan yang bergambar Buddha, dipahat secara rumit dengan gaya yang berbeda dari pilar-pilar dharani yang berasal dari Dinasti Tang dan Dinasti Song di wilayah utara.[2]
Pilar-pilar dharani masih terus didirikan sepanjang era pemerintahan Dinasti Ming (1368–1644).
Struktur
Bentuk
Pilar-pilar dharani umumnya berbentuk persegi delapan yang terukir dengan dharani Buddha atau sutra-dharani tertulis dalam aksara Tionghoa.[1] Pilar-pilar tersebut juga dihiasi dengan relief-relief bergambar Buddha atau naga.[3] Pilar tersebut didirikan di atas dasar berupa pondasi atau penopang yang tertutup oleh semacam kanopi. Pilar dharani juga dapat berbentuk sederhana dengan dasar pondasi atau penopang, berbentuk persegi delapan dengan kanopi atau dapat pula bertingkat dengan dua pilar atau lebih, dengan satu sama lain terpisah oleh kanopi. Bentuk bertingkat tersebut menyerupai pagoda mini.
Teks
Dharani adalah mantra pendek dalam bahasa Sanskerta yang mirip dengan mantra. Sutra-dharani adalah teks panjang yang dibentuk dari beberapa mantra dharani yang kerap berulang. Sutra-dharani yang terukir pada pilar dharani meliputi:
- Dharani Welas Asih yang Agung (大悲真言; dàbēi zhēnyán), juga dikenal sebagai Sutra-dharani Welas Asih yang Agung, Bodhisatwa Awalokiteswara, Berlengan Seribu dan Bermata Seribu, Sempurna, dan Tak Terhalang 千手千眼觀世音菩薩廣大圓滿無礙大悲心陀羅尼經; qiānshǒu qiānyǎn guānshìyīn púsà guǎngdà yuánmǎn wú'ài dàbēixīn tuóluóní jīng
- Sutra-dharani Perlindungan untuk Raja Negara (守護國界主陀羅尼經; shǒuhù guójièzhǔ tuóluóní jīng)
- Sutra-Dhāraṇī Mahkota Kemenangan Buddha ( 佛頂尊勝陀羅尼經; fódǐng zūnshèng tuóluóní jīng; Sanskerta: Uṣṇīṣa-vijaya-dhāraṇī-sūtra)
Hampir seluruh pillar-pilar dharani, dharani atau sutra-dharani, tertulis dalam aksara Tionghoa, yang secara fonetik menyalin teks dari bahasa Sanskerta. Terkadang teks dharani ditranskripsikan dalam sistem penulisan aksara lainnya. Pada 1962, ditemukan dua pilar dharani Tangut yang berasal dari era Dinasti Ming di sebuah desa, bagian utara Baoding. Di desa tersebut, pernah didirikan Kuil Buddha dengan pagoda putih berbentuk stupa. Pilar-pilar tersebut terukir Dhāraṇī Mahkota Kemenangan Buddha yang ditranskripsikan dalam aksara Tangut. Menurut prasasti yang terukir pada salah satu pilar, pilar-pilar tersebut didirikan pada bulan ke-10, tahun ke-15 era Hongzhi (1502) yang merupakan contoh terakhir dari aksara Tangut yang diketahui.[4]
Praktik modern

Pada abad ke-21, tradisi mengukir dharani pada batu masih tetap ada.
Sebagai contoh pada Dharani Welas Asih yang Agung, Dhāraṇī Nīlakaṇṭha (大悲咒; Dàbēi zhòu), salah satu himne yang paling populer dalam Buddhisme mahāyāna (satu-satunya yang dibacakan di wihara-wihara berbahasa Tionghoa (Tiongkok, Hong Kong, Taiwan dan Singapura), Korea, Jepang[5] dan Vietnam) yang terukir bukan pada pilar berbentuk segi delapan, tetapi pada sebidang batu monumen berbentuk persegi dengan permukaan yang rata.
Teks prasasti terukir hanya pada satu sisi, dengan warna merah tanpa hiasan dekoratif lainnya. Di sebelah kiri prasasti, ditempatkan patung biksu muda, duduk dengan posisi padmasana, sambil memegang japamala Buddhis (kalung doa) pada tangan kirinya dan membentuk gestur abayamudra pada tangan kanannya sebagai simbol perlindungan.
Referensi
- ^ a b c Huang, Yi-hsun (2005). Integrating Chinese Buddhism: A Study of Yongming Yanshou's Guanxin Xuanshu (dalam bahasa Inggris). Dharma Drum. hlm. 22–24. ISBN 9789575983437.
- ^ Howard, Angela Falco (2006). Chinese Sculpture (dalam bahasa Inggris). Yale University Press. hlm. 354–360. ISBN 9780300100655. LCCN 2003002733. OCLC 51631315. OL 3672328M.
- ^ Amies, Alex (2011). Decorative Designs in Chinese Art: Understand Chinese Culture Through Art (dalam bahasa Inggris). chinesenotes. hlm. 117–118. ISBN 9780983334828.
- ^ Ikeda, Takumi (2006). "Exploring the Mu-nya people and their language". Zinbun: Memoirs of the Research Institute for Humanistic Studies, Kyoto University (dalam bahasa Inggris). 39: 19–147.
- ^ Chandra, Lokesh (1988). The Thousand-armed Avalokiteśvara, (dalam bahasa Inggris). New Delhi: Abhinav Publications, Indira Gandhi National Centre for the Arts. hlm. 92. ISBN 81-7017-247-0. OCLC 427367418. OL 19681308M..
Pranala luar
Media terkait Dharani pillars di Wikimedia Commons
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


