Pertunjukan seni Tang di Dunhuang

Dinasti Tang (618—907) adalah salah satu dinasti dalam sejarah Tiongkok yang paling makmur. Selama periode ini, orang-orang dari Asia Tengah sering berdagang dengan orang-orang yang tinggal di ibu kota Tang, Chang'an, melalui Jalur Sutra.
Hasilnya, terdapat sejumlah besar budaya material yang dilestarikan yang dianggap sebagai bukti interaksi antara wilayah-wilayah ini, seperti lukisan dinding, arca, cetakan, dan tekstil. Peninggalan-peninggalan ini dapat mencerminkan seberapa sering interaksi tersebut terjadi. Salah satu budaya material paling spektakuler di sini adalah Dinasti Tang. Dinasti Tang dapat dianggap sebagai suatu tonggak capaian transformasi budaya yang drastis di Dunhuang sejak dimulai pada tahun 619. Sebelum Dinasti Tang, seni di Dunhuang dapat dibagi menjadi dua tren utama: suku barat laut dan dataran tengah (Tiongkok). Pada tahun 642, penyelesaian gua 220 yang ditugaskan oleh keluarga Cui dapat dianggap sebagai pengaruh pertama seni Tang di Dunhuang.[1] Sampai Dunhuang ditaklukkan oleh Tibet pada tahun 781, pengaruh Dinasti Tang pada mural Dunhuang sangatlah signifikan dan hal tersebut biasanya dilihat sebagai peristiwa penting dalam membangun tren utama dalam gaya seni rupa Tiongkok dalam berbagai aspek.[2]
Tren seni pada masa Tang
Pada masa Dinasti Tang, budaya material disajikan dengan cara yang berbeda-beda. Dari sudut pandang holistik, berkat tren seni yang benar-benar baru, para penyair, sejarawan seni, dan penikmat seni berupaya menggambarkan fenomena perilaku manusia yang dapat diamati, seperti emosi, gerakan, motivasi, dan adat istiadat tradisional.[3] Mereka sering mengambil sketsa persiapan untuk mengatur posisi berbagai figur dan objek. Mereka juga menggunakan lebih banyak warna untuk membuat lukisan lebih berwarna dan megah.[4] Melalui detail-detail kecil ini, para seniman menunjukkan keterampilan hebat mereka dalam menangkap emosi kompleks dalam ekspresi wajah dan gerak-gerik tubuh. Ada sebuah cerita tentang seorang seniman terkenal bernama Wu Daozi yang dapat dilihat sebagai sebuah contoh untuk menjelaskan tren menggambar utama di Dinasti Tang. Konon, Wu Daozi pernah melukis beberapa naga bersisik cerah yang seakan terbang ke langit. Pada hari-hari ketika hujan akan turun, kabut akan muncul menyelimuti lukisan tersebut.[5]
Lihat pula
- International Dunhuang Project
- Buddhisme di Tiongkok
- Seni Dinasti Tang
- Penyebaran Buddhisme di sepanjang Jalur Sutra
Catatan kaki
Referensi
- Chien, W., 2000. The arts in Dunhuang. China: Shanghai Classics Publishing House.*
- Dunhuang Research Institute, 2000. Dunhuang: A Centennial Commemoration of the Discovery of the Cave Library. China: Morning Glory Publishers.
- Hsichiu, T., 1992. Dunhuang Turfan arts series: Dunhuang dancing. China: Xinjiang Publication industry.*
- Wenling, C., 1998. The discovery of art in ancient Silk Road. Taiwan: National Palace Museum.*
- Whitfield, S., 2004. The Silk Road: Trade, Travel, War and Faith. London: Serindia.
- Whitfield, R., & Farrer, A., 1991. Caves of the thousand Buddhas: Chinese art from the Silk Route. New York: George Braziller.
- Whitfield, R., Whitfield, S. & Agnew, N., 2000. Cave temples of Dunhuang: Arts and History on the Silk Road. UK: The British Library.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


