Pertempuran Tebedu dan Gumbang
| ||||||||||||||||||||||||||||||
Pertempuran Tebedu dan Gumbang adalah sebuah pertempuran di mana pasukan Indonesia menyerang daerah Tebedu dan Gumbang. Dan Pasukan Indonesia berhasil merebut Pos Polisi di Tebedu.
Latar Belakang
Setelah Sukarno menyatakan ganyang Malaysia banyak pasukan dilatih termasuk beberapa pasukan yang ada di Nangabadan. Mereka diperintahkan untuk melakukan inflitrasi dan pertempuran di Tebedu. Lalu pasukan dibagi dua kelompok satu ditugaskan untuk menyerang Tebedu dan satu kelompok lain ditugaskan untuk menyerang gumbang[1][2][3]
Indonesia mencoba untuk mengganggu kestabilan Malaysia dan Singapura tetapi dengan mendarat dan melakukan aksi militer akan tetapi Walker mengetahui hal itu dan dia berhasil menggagalkan beberapa aksi pendaratan.[1]
Pertempuran
Penyerbuan Tebedu
Pada 12 April 1963 Sekelompok Tentara yang dipimpin oleh Kentot melewati garis perbatasan dan menyerang Tebedu mereka sukses menawan senjata Inggris dan merebut pos polisi di Tebedu hal ini membuat pasukan keamanan Inggris yang berada di Tebedu terkejut dikarenakan tidak menduga serangan mendadak dari gerilyawan Indonesia.[2][3]
Di Jam 2 pagi pasukan Indonesia yang berjumlah 60 orang memakai baju hutan dan senjata yang tersembunyi memasuki Tebedu melalui bazar yang berada di wilayah selatan,11 pasukan Indonesia menyerang Kampong Suba menewaskan seorang Kopral Inggris. Setelah menyerang kampong Suba pasukan Indonesia yang lain menyerang pos polisi disana dan menewaskan seorang inspektur dan beberapa perwira.[4]
Penyerbuan Gumbang
Lalu kelompok Tentara yang dipimpin Mulyono menyerang Desa Gumbang yang berada di Kuching lalu mereka berhasil menawan beberapa pasukan Inggris dan juga merebut Desa Gumbang dari Inggris, serangan ini juga membuat pasukan Inggris kocar-kacir dan meninggalkan wilayah Gumbang yang membuat pasukan Indonesia dan TNKU dengan mudahnya menduduki desa Gumbang.[2][5]
Dampak
Pasukan Indonesia setelah menyerang Tebedu mereka menduduki pos polisi Tebedu dan mengambil beberapa senjata tetapi tidak membawa amunisi,setelah itu pasukan Inggris yang berada di Sarawak membentuk sebuah infantri dan bersiap menyerang pasukan Indonesia.[1][4]
Setelah menderita kekalahan yang begitu besar pasukan persemakmuran Inggris meluncurkan operasi militer yang diberi nama Operasi Khas dengan tujuan menghalau serangan perbatasan yang dilakukan oleh pasukan Indonesia dan untuk memberikan serangan balasan kepada pasukan Indonesia selepas Pertempuran Tebedu.[6]
Kesudahan
Setelah penyerangan di Tebedu,Straits Times merilis detail peristiwa yang terjadi dan Sarawak tribune yang menuliskan detail pasukan Indonesia yang mencari kepala polisi. Dua media ini juga menyebut TNKU ikut dalam penyerangan ini.[4] Setelah itu pemerintahan Malaysia yang di masa 1963 masih belum terbentuk tetap menyebut penyerangan ini sebagai serangan militer pertama yang terjadi di Malaysia timur.[7]
Referensi
- ^ a b c Pocock, Tom (1973). Fighting General- The Public and Private Campaigns of General Sir Walter Walker. London: Collins. hlm. 153. ISBN 978-0-00-211295-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c Conboy, Ken (2003). Kopassus-Inside Indonesia's Special Forces. Jakarta: Equinox Publishing. hlm. 95. ISBN 979-95898-8-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Raffi, Gregorian (1991). "CLARET Operations and Confrontation,". Universitas New Brunswick: 48.
- ^ a b c Ling, Chong Wu (2018). "First major military incursion in Konfrontasi". Journal of Southeast Asian studies: 8–11.
- ^ Dennis, Peter (2008). The Oxford Companion to Australian Military History. South Melbourne: Oxford University Press. hlm. 152. ISBN 978-0-19-551784-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "The Royal Australian Navy in Confrontation | The Australian Naval Institute" (dalam bahasa American English). 2016-11-21. Diakses tanggal 2025-09-11.
- ^ "12 Indonesia-Malaysia combats during Konfrontasi you should know • KajoMag" (dalam bahasa American English). 2019-11-22. Diakses tanggal 2025-09-13.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


