Pertempuran Fraustadt
| Pertempuran Fraustadt | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Perang Utara Besar | |||||||
Perayaan setelah kemenangan di Fraustadt – Gustaf Cederström | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
|
|
| ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
|
| ||||||
| Kekuatan | |||||||
|
9.400:[1] 5.700 kavaleri, (tidak ada artileri) |
20.000:[2] 4.000 kavaleri, 32 artileri | ||||||
| Korban | |||||||
|
1.500:[3] 1.077 terluka |
15.000:[4] 7.300–7.900 ditangkap | ||||||
Pertempuran Fraustadt adalah sebuah pertempuran yang meletus pada tanggal 2 Februari 1706 (kalender Julian) / 3 Februari 1706 (kalender Swedia) / 13 Februari 1706 (kalender Gregorian) antara Kekaisaran Swedia melawan Elektorat Sachsen-Polandia dan sekutu mereka Rusia. Pertempuran ini berlangsung di dekat kota Fraustadt (kini Wschowa) di Polandia. Selama berlangsungnya pertempuran ini, Raja August II berada 120 km dari lokasi bertempuran dengan pasukan kavaleri sebesar 8.000 orang. Maka dari itu, Jenderal Swedia Rehnskiöld memutuskan untuk segera memulai pertempuran dengan Schulenburg. Pertempuran ini merupakan salah satu contoh gerakan menjepit yang berhasil dan salah satu kemenangan terbesar Swedia selama Perang Utara Besar.
Latar Belakang
Setelah kemenangan Raja Karl XII dari Swedia melawan tentara Sachsen-Rusia dalam Pertempuran Düna, ia mampu memulai kampanyenya melawan Polandia. Setelah kemenangan di Pertempuran Kliszów pada bulan Juli 1702, Karl XII berunding untuk menggulingkan Augustus II dari tahta Polandia, tetapi tidak berhasil. Tentara Swedia kemudian menundukkan kota Thorn (Torun) yang dibentengi dengan baik di sungai Weichsel ke blokade jangka panjang dari Mei hingga Oktober 1703.[9] Kota itu jatuh dan seluruh garnisunnya yang terdiri dari 4.800 tentara Sachsen ditawan. Kekuatan tentara Swedia, dikombinasikan dengan perjanjian August dengan Tsar Peter I, menyebabkan banyak bangsawan Polandia membelot ke oposisi pro-Swedia. Pada bulan Februari 1704, Augustus dinyatakan tidak lagi menjadi raja Polandia, dan pada bulan Juli tahun yang sama Stanisław Leszczyński terpilih sebagai raja.
Akan tetapi, Augustus II tidak dikalahkan dan Rusia berkepentingan untuk mendukungnya. Rencana strategis Rusia-Saxon adalah agar pasukan Saxon di bawah pimpinan Johann Matthias von der Schulenburg menerobos masuk ke Polandia untuk bergabung dengan pasukan kavaleri yang lebih besar yang dipimpin oleh Augustus II sendiri dan kemudian dengan pasukan utama Rusia, yang berada di Livonia, mengalahkan pasukan utama Swedia. Akan tetapi, di Polandia bagian barat, terdapat korps tentara Swedia di bawah pimpinan Rehnskiöld, yang harus dilewati atau dilawan oleh Schulenburg sebelum penyatuan dapat terjadi.
Catatan kaki
- ^ Ericson, Lars m.fl (2003). Svenska slagfält (dalam bahasa Swedish). Värnamo: Wahlström & Widstrand. hlm. 274. ISBN 91-46-21087-3. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Sjöström, Oskar (2008). Fraustadt 1706. Ett fält färgat rött (dalam bahasa Swedish). Lund: Historiska Media. hlm. 132–133. ISBN 978-91-85507-90-0. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Беспалов А. В. (Alexander V. Bespalov) Русский вспомогательный корпус на службе Саксонии в эпоху Великой Северной войны // Северная Европа: проблемы истории. Вып.5. М., 2005. С. 245.
- ^ Sjöström, Oskar (2008). Fraustadt 1706. Ett fält färgat rött (dalam bahasa Swedish). Lund: Historiska Media. hlm. 145–146. ISBN 978-91-85507-90-0. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Daftar pustaka
- Anders Fryxell: Lebensgeschichte Karl's des Zwölften, Königs von Schweden. Nach dem schwedischen Original frei übertragen von Georg F. von Jenssen-Tusch. Band 1. Vieweg, Braunschweig 1861, S. 229–233.
- Gabriele Hoffmann: Constantia von Cosel und August der Starke. Die Geschichte einer Mätresse Lübbe, Bergisch Gladbach 1984, ISBN 3-7857-0379-1.
51°48′00″N 16°19′00″E / 51.800000°N 16.316667°E
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


