Pertempuran Benteng Duurstede
| Pertempuran Benteng Duurstede | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Perang Pattimura (1817) | |||||||||
Benteng Duurstede | |||||||||
| |||||||||
| Pihak terlibat | |||||||||
| Rakyat Maluku |
| ||||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||||
| Pattimura | Johannes Rudolf Van den Berg ⚔ | ||||||||
| Kekuatan | |||||||||
| tidak diketahui | 19 tentara | ||||||||
| Korban | |||||||||
| Tidak ada yang tewas |
40 orang terbunuh (Termasuk keluarga Van Den Berg) | ||||||||
Pertempuran Benteng Duurstede adalah Pertempuran dimana Kapitan Pattimura menghadapi pasukan Belanda yang berada di Benteng Duurstede. Pertempuran ini sukses membuat belanda kalah dan membunuh hampir seluruh keluarga Resident Johannes Rudolph Van Den Berg.
Latar Belakang
14 Mei 1817 Rakyat Maluku mengadakan pertemuan Rahasia di Gunung Saniri untuk membahas Langkah" Strategis Penyerangan ke Benteng Duurstede. Dalam pertemuan tersebut, Rakyat Mengukuhkan Thomas Matulessy sebagai Pemimpin Panglima Perang Tertinggi dengan Gelar Kapitan Pattimura. Setelah dikukuhkan, Thomas Matulessy kemudian Memilih beberapa Orang untuk membantunya guna Melaksanakan Penyerangan ke Benteng Duurstede di antaranya Anthone Rhebok, Philips Latumahina, Lucas Selano, Aron Lisapaly, Melchior Kesaulya, Sayyid Perintah, Martha Christina Tiahahu, dan Paulus Tiahahu.[1]
Rencana penyerangan sudah dikoordinasikan oleh Thomas Matulessy sejak Sore hari, Para Kapitan sudah mulai berdatangan ke sekitaran benteng Duurstede akan tetapi Rencana Penyerangan ke Benteng Duurstede 14 Mei 1817 tidak terjadi dikarenakan hari beranjak Gelap, Residen Johannes Rudolph Van den Berg dibiarkan bersama keluarganya beserta pengawalnya yang berada di Benteng Duurstede hingga esok hari.[2]
Pertempuran
15 Mei 1817 Pagi Hari, Penyerangan besar-besaran yang dipersenjatai Senjata Api, Parang dan Salawaku serta Senjata tajam lainnya dilancarkan oleh Para Kapitan ke arah Benteng Duurstede dibawah Pimpinan Thomas Matulessy Telah Berhasil Melumpuhkan serta menduduki Benteng Duurstede dan Membantai Residen Saparua Van den Berg. Residen yang mengibarkan bendera putih tetapi hal itu tidak mampu menenangkan Rakyat, Terompet Kerang (Tahuri) ditiup Tifa dipukul serta diiringi Tarian Cakalele yang menandakan pembalasan dendam yang tak dapat dibendung. pada saat Resident Van den Berg terkena tembakan Senjata Api pertama ia masih hidup dan meloncat ke atas tembok akan tetapi disana ada beberapa Pasukan Kapitan yang akhirnya Residen Van de Berg Terbunuh.[3]
Residen Van den Berg, sempat meminta bantuan, tetapi catatannya tidak sempat terkirim dan catatan ini ditemukan belakangan yang menyatakan:
“Sergeant komt spoedig cito met 12 man met scherp geladen, om mij te verlossen, alles is in oproer” Van den Berg.
Terjemahan Bebas:
"Sersan segera datang dengan 12 orang Bersenjata tajam, untuk menyelamatkan saya, semuanya dalam kekacauan" Van den Berg.[4][5][6]
Satu-satunya orang Belanda yang selamat adalah Putra dari Johannes Rudolph Van den Berg berusia Lima Tahun yang bernama Jean Lubbert Van den Berg
Dampak
Pertempuran ini menyebabkan Belanda harus mengirim Ekspedisi untuk merebut benteng duurstede yang dipimpin Major Beetes namun Pattimura mampu mengalahkan mereka.[7]
Referensi
- ^ Madrohim dan Midhio, I. W. (2021). "Study on the Implementation of the Total War Strategy in War Against the Dutch Occupation: Pattimura War Case Study" (PDF). Journal of Social and Political Sciences. 4 (2). The Asian Institute of Research: 209. doi:10.31014/aior.1991.04.02.289. ISSN 2615-3718.
- ^ Puspasari, Setyaningrum (2022-07-20). "Sejarah Perang Pattimura: Tokoh,Penyebab,Kronologi,dan Dampak". regional.kompas.com. Diakses tanggal 2024-06-20.
- ^ Madrohim dan Midhio, I. W. (2021). "Study on the Implementation of the Total War Strategy in War Against the Dutch Occupation: Pattimura War Case Study" (PDF). Journal of Social and Political Sciences. 4 (2). The Asian Institute of Research: 209. doi:10.31014/aior.1991.04.02.289. ISSN 2615-3718.
- ^ Media, Kompas Cyber (2022-10-04). "Latar Belakang Terjadinya Perlawanan Pattimura di Saparua". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-01-25.
- ^ "Thomas Matulessy, Kapitan Poelo atau Kapitan Pattimura? (2)". TitaStory. 2021-09-01. Diakses tanggal 2023-01-25.
- ^ Kusumaputra, adhi (2009-11-09). "Pattimura,Pahlawan asal Maluku yang dihukum Mati Belanda". nasional.kompas.com. Diakses tanggal 2024-06-20.
- ^ Kusumaputra, adhi (2009-11-09). "Pattimura,Pahlawan asal Maluku yang dihukum Mati Belanda". nasional.kompas.com. Diakses tanggal 2024-06-20.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


