Pertanyaan Mosul

Vilayet Mosul pada 1914, dengan perbatasan modern

Pertanyaan Mosul adalah sebuah sengketa wilayah pada awal abad ke-20 antara Turki dan Britania Raya (kemudian Irak) atas wilayah bekas Vilayet Mosul.

Vilayet Mosul adalah bagian dari Irak Utsmaniyah[1][2][3] sampai akhir Perang Dunia I, kala wilayah tersebut diduduki oleh Inggris. Setelah Perang Kemerdekaan Turki, Republik Turki yang baru menganggap Mosul sebagai salah satu masalah krusial yang ditentukan oleh Pakta Nasional. Disamping perlawanan dari Turki, Inggris memutuskan untuk memgirim persoalan teersebut ke ranah internasional dan melebarkannya menjadi masalah prbatasan garis depan antara Turki dan Irak. Pada negosiasi untuk Perjanjian Lausanne, pihak Turki berpendapat bahwa orang Kurdi dan orang Turki tidaklah “terpisahkan secara rasial“, dan bahwa Arab hanya terhitung sebagai minoritas populasi.[4] Turki mengajukan hak penentuan nasib sendiri dari masyarakat dan mengklaim bahwa mayoritas ingin menjadi bagian Turki.[4] Inggris menanggapi bahwa Kurdi adalah Indo-Eropa dan Turki adalah Turanic, dan pada 4 Februari 1923, para pihak memutuskan bahwa Pertanyaan Mosul akan dikecualikan dari negosiasi Perjanjian Lausanne.[5]

Referensi

  1. ^ Ceylan, Ebubekir (2011). The Ottoman Origins of Modern Iraq: Political Reform, Modernization and Development in the Nineteenth Century Middle East. London: I.B. Tauris. hlm. 103.
  2. ^ Ceylan, Ebubekir (2009). "Namık Paşa'nın Bağdat Valilikleri". Toplumsal Tarih (dalam bahasa Turki) (186): 62.
  3. ^ Musul – Kerkük ile İlgili Arşiv Belgeleri (1525–1919) (dalam bahasa Turki). Ankara: T.C. Başbakanlık Devlet Arşivleri Genel Müdürlüğü. 1993. hlm. 173.
  4. ^ a b Ali, Othman (1997). "The Kurds and the Lausanne Peace Negotiations, 1922–23". Middle Eastern Studies. 33 (3): 521–534. doi:10.1080/00263209708701167. ISSN 0026-3206. JSTOR 4283891.
  5. ^ Ali, Othman (1997). p. 522

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement