Persinyalan kereta api di Belanda

Sebuah sinyal rangka rendah di Amsterdam, menunjukan "Berhenti".

Persinyalan kereta api di Belanda yang dioperasikan oleh ProRail telah berlaku sejak tahun 1954 di jaringan Nederlandse Spoorwegen.[1] Oleh karena itu, sistem persinyalan ini juga dikenal sebagai NS'54.[2]

Sistem ini dirancang sebagai salah satu yang paling sederhana di Eropa dan terintegrasi dengan ATB, sistem sinyal kabin masinis yang umum digunakan di jaringan kereta api Belanda.

Kereta api Belanda umumnya menggunakan rel kanan, dan sinyal ditempatkan di sebelah kanan rel; di bagian-bagian yang juga dilengkapi untuk beroperasi di rel kiri, sinyal ditempatkan di sebelah kiri.

Sinyal tetap

Sinyal utama

Rangka tinggi Rangka rendah Makna Deskripsi
Aman Warna hijau menyala menunjukan berjalan.
87x87px[pranala nonaktif permanen]
Aman, dengan kecepatan tertentu Diperbolehkan berjalan. Jika angka menyala, maka kecepatan dibatasi sesuai dengan angka yang tertera (contoh 8 = 80 km/h) . Jika angka tidak menyala, kecepatan maksimalnya adalah 40 km / jam.

Apabila tidak terdapat lampu angka pada tiang sinyal namun lampu hijau berkedip, umumnya terdapat marka batas kecepatan yang ditempatkan beberapa meter sebelum/setelah tiang sinyal.

Berjalan hati-hati Warna kuning menyala menunjukan bahwa sinyal berikutnya akan mengindikasikan 'Berhenti',

maka:

  • Apabila tidak terdapat angka atau angka tidak menyala, maka masinis harus berjalan hati-hati dengan kecepatan 40 km/h
  • Jika angka menyala, maka masinis berjalan dengan kecepatan angka yang tertera namun tetap berhati-hati karena kedudukan sinyal berikutnya berhenti.
  • Jika angka menyala berkedip, maka masinis perlu mengerem menyesuaikan angka yang tertera.
Berjalan 40 km/h Warna kuning menyala berkedip menunjukan kondisi di mana kereta api wajib berjalan pada kecepatan 40 km/h, hal ini biasanya terjadi apabila emplasemen/lintas rel tidak terlalu aman, kereta api berpapasan tanpa jadwal (KLB), atau lintas rel tidak terjamin aman.
Berhenti Warna merah menyala berarti berhenti atau stoptonend sein.
Marka kecepatan

(tidak bercahaya)

Makna Deskripsi
80x80px[pranala nonaktif permanen]
80x80px[pranala nonaktif permanen]
Tanda kecepatan paling maksimum Marka kecepatan ditandai dengan segitiga berwarna hijau dengan angka hitam. Angka yang ditunjukan adalah angka batas kecepatan tertinggi pada suatu lintas.
Tanda kecepatan Marka kecepatan ditandai dengan segitiga terbalik berwarna hijau dengan angka hitam. Masinis wajib membatasi kecepatan sesuai dengan angka yang ditunjukan.
Tanda kecepatan pada bangunan hikmat Marka kecepatan ditandai dengan persegi berwarna putih dan angka hitam. Biasanya diletakan pada area-area bangunan hikmat, seperti; jembatan, terowongan, tikungan, atau emplasemen stasiun.

Masinis wajib membatasi kecepatan sesuai dengan angka yang ditunjukan, setelah rangkaian kereta melewati bangunan hikmat maka batas kecepatan kembali normal.

Rangka tinggi dan rangka rendah menunjukan posisi sinyal, rangka tinggi ditempatkan dengan tiang atau panggung layang sedangkan rangka rendah ditempatkan dipermukaan dengan tiang pendek.

Rambu instruksi

Beacon

Beacon adalah sinyal tanpa cahaya yang digunakan untuk memberi tahu masinis bahwa beberapa saat lagi kereta akan melalui sinyal. Biasanya berbentuk piringan kotak, terkadang cukup besar.

Tanda beacon
Gambar Makna Deskripsi
Tekening van witte bakens
Indikasi sinyal cahaya sudah dekat. Ditampilkan secara berurutan, dari tiga papan persegi putih hingga satu papan persegi putih.
Tekening van witte bakens
Indikasi sinyal jauh sudah dekat. Papan persegi panjang dan garis hitam dengan kemiringan 45 derajat, jumlah garis sesuai dengan urutan beacon.
Tekening van gele bakens
Indikasi sinyal sudah dekat dengan pengereman. Papan persegi panjang berwarna kuning dan garis hitam dengan kemiringan 45 derajat, jumlah garis sesuai dengan urutan beacon. Biasanya diletakan pada tikungan atau jembatan.

Produsen persinyalan kereta api

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Railway line capacity consumption of different railway signalling systems under scheduled and disturbed conditions" (PDF). 2013.
  2. ^ Wang, P. (2017). Train Trajectory Optimization Methods for Energy-Efficient Railway Operations (Thesis) (dalam bahasa Inggris). doi:10.4233/uuid:ce04a07d-89fc-470a-9d1a-b6fae9182dae.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement