Perjudian di Kamboja
Perjudian di Kamboja secara resmi dilarang berdasarkan Undang-Undang Penindakan Perjudian tahun 1996, yang mengkriminalkan semua aktivitas taruhan tidak sah dan memberikan sanksi berupa denda atau hukuman penjara singkat. Namun, penegakan hukum masih tidak konsisten karena Departemen Pemasyarakatan Umum tidak mencantumkan perjudian sebagai salah satu dari 28 pelanggaran yang dapat dihukum dengan kurungan penjara. Meskipun ada larangan hukum, praktik perjudian termasuk operasi bawah tanah dan kasino berlisensi pemerintah yang melayani orang asing, terus berkembang di beberapa wilayah.[1]
Larangan perjudian di Kamboja hanya berlaku untuk warganya sendiri, sementara turis asing diperbolehkan berjudi. Hingga Oktober 2015, negara tersebut memiliki 75 kasino yang melayani pengunjung internasional, menghasilkan sekitar $29 juta pendapatan pemerintah dalam tiga kuartal pertama tahun itu dan sekitar $2 miliar pendapatan untuk kasino-kasino tersebut. Namun, warga Kamboja hanya diizinkan berpartisipasi dalam aktivitas perjudian yang disetujui negara, seperti lima lotre nasional yang dioperasikan swasta.[2] Sebelumnya warga Kamboja diizinkan menggunakan mesin slot di kasino-kasino. Namun, karena meningkatnya kekhawatiran atas kekerasan terkait perjudian dan meluasnya kecanduan judi, pemerintah melarang mesin slot pada tahun 2009.[3]
Perjudian telah mengakar kuat dalam budaya Asia Tenggara, khususnya di Kamboja, di mana aktivitas ini dianggap sebagai hiburan sehari-hari. Pria yang tidak berjudi sering dianggap kurang jantan.[4] Akibatnya, meski hukum melarang warga Kamboja berjudi, praktik ilegal tetap merajalela. Dengan pemerintahan yang termasuk paling korup di dunia, polisi biasa memalingkan mata saat kasino melayani warga lokal.[5] Bahkan, kasino menyediakan ruang privat bagi pejabat pemerintah dan aparat yang sering kali memiliki saham di bisnis tersebut sehingga operasi judi ilegal terus berjalan.[6]
Selain kasino berlisensi, perjudian ilegal juga hidup subur dalam bentuk sabung ayam, permainan kartu gelap, taruhan olahraga (terutama sepak bola regional dan pertandingan Kun Khmer), serta lotre ilegal. Jaringan kejahatan terorganisasi mengendalikan aktivitas ini, sementara penegak hukum membiarkannya terus berlanjut sebagai imbalan suap.[7]
Budaya judi yang meluas telah menimbulkan masalah sosial serius, dengan kecanduan judi sebagai salah satu dampak paling mengkhawatirkan.
Industri Kasino di Kamboja
Mulai akhir tahun 1990-an, Kamboja telah membangun industri kasino untuk memanfaatkan hal ini, dengan mendirikan kasino di kota-kota perbatasan dan daerah resor populer serta menarik penjudi asing sementara secara resmi melarang warganya sendiri masuk. Di kota-kota perbatasan seperti Poipet, O Smach, dan Bavet, terdapat "kawasan kasino" yang terletak di sebelah perbatasan di mana orang asing dari negara tetangga dapat berkunjung untuk berjudi. Sebagian besar warga asing masih memerlukan visa, tetapi warga negara anggota ASEAN umumnya dapat masuk tanpa visa untuk jangka waktu tertentu.[3]
Di kawasan wisata terkenal seperti Koh Kong dan Sihanoukville, kasino dapat diakses oleh siapa pun yang membawa paspor asing. NagaWorld Casino di Phnom Penh, kasino terbesar di Kamboja dengan hak eksklusif beroperasi dalam radius 200 km dari ibu kota, berencana menawarkan penerbangan charter untuk menarik pelanggan kaya dari Tiongkok.[3]
Industri kasino di Kamboja mengalami pertumbuhan yang pesat. Pada tahun 2011, pendapatan pajak dari sektor ini mencapai US$20 juta.[6] Pada tahun 2014, sebanyak 57 kasino menyumbang sekitar $25 juta untuk pendapatan pemerintah pusat.[3] Kemudian, dalam sembilan bulan pertama tahun 2015, jumlah kasino meningkat menjadi 75 dengan tambahan 10 izin usaha baru hanya dalam kuartal ketiga yang menghasilkan pendapatan pemerintah sebesar $29 juta dan keuntungan pemilik kasino mencapai $2 miliar. Sebagian besar pemilik kasino tersebut merupakan perusahaan investasi asing.[8] Donaco International Ltd, sebuah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Australia, mencatat laba bersih sebesar $6,4 juta pada kuartal terakhir tahun 2024, meningkat 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data terbaru dari Komisi Pengelolaan Perjudian Komersial Kamboja (CGMC), pendapatan pajak Kamboja dari kasino dan penyedia permainan judi pada tahun 2024 mencapai $63,1 juta, mengalami kenaikan 85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.[9]
Undang-Undang tentang Pengelolaan Perjudian Komersial (LMCG),[10][11] yang diumumkan pada tahun 2020, menjadi kerangka regulasi utama yang mengatur aktivitas perjudian di Kamboja. Undang-undang ini menetapkan sistem perizinan terstruktur yang memungkinkan operator domestik maupun internasional untuk mengajukan lisensi kasino. Komisi Pengelolaan Perjudian Komersial Kamboja (CGMC) bertanggung jawab untuk mengawasi penerbitan lisensi dan menegakkan regulasi industri.[12] Berdasarkan LMCG, lisensi dapat diterbitkan untuk kasino berbasis darat (land-based) dan resor terpadu (integrated resorts). Lisensi kasino online termasuk sebagai bagian dari lisensi kasino fisik, memungkinkan tempat perjudian menawarkan perjudian online di samping operasional fisik mereka. Namun, lisensi kasino online mandiri (standalone) tanpa kehadiran fisik tidak diterbitkan.
Sihanoukville menjadi pusat utama bagi kasino online dan operasi penipuan yang menargetkan warga Tiongkok. Menanggapi hal ini, Kamboja dan Tiongkok membentuk inisiatif penegakan hukum bersama pada tahun 2018. Tahun berikutnya, mereka meluncurkan pusat operasi gabungan di Phnom Penh di bawah Divisi Anti-Kejahatan Teknologi Kamboja. Tak lama setelah dibuka, lebih dari 100 warga Tiongkok ditangkap dan dideportasi ke Tiongkok untuk menghadapi proses hukum. Pada tahun 2020, Kamboja memberlakukan larangan perjudian online. Setelah larangan tersebut, banyak operator judi asal Tiongkok tidak kembali ke negaranya, melainkan pindah ke Negara Bagian Karen di Myanmar, dekat perbatasan Thailand, di mana mereka melanjutkan aktivitas perjudian.[13]
Terdapat banyak kasus di mana warga negara Indonesia diselundupkan dan diperbudak menjadi admin judi online di Kamboja.[14] Sindikat judi online ini juga terkait dengan praktik usaha penipuan online, di mana WNI dipaksa bekerja selama 15 jam sehari untuk menipu.[15] Pada 2024, warganet Indonesia menemukan bahwa ada ratusan warung makan khas Indonesia seperti pecel lele dan bakso di Kamboja. Warung-warung makan ini kebetulan berada di kota-kota perbatasan antara Kamboja dengan Thailand.[16] Kota perbatasan Kamboja merupakan lokasi strategis yang digunakan oleh industri judi Kamboja karena mudah diakses oleh warga negara tetangganya, Thailand dan Vietnam.
Masalah sosial
Orang Kamboja sering mengutip pepatah kuno Khmer, lbaeng taeng vineah (Khmer: ល្បែងតែងវិនាស), yang berarti "Judi selalu mengakibatkan kehancuran." [4] Pepatah ini menggambarkan parahnya masalah sosial terkait perjudian di Kamboja, seperti kriminalitas yang terkait dengan taruhan ilegal, konflik akibat utang, perpecahan keluarga, dan kecanduan judi yang meluas menjadi sebuah isu besar di negara tersebut. Meskipun hukum Kamboja melarang warganya berpartisipasi dalam perjudian tanpa izin, praktik ini tetap mengakar kuat dalam budaya nasional.[17][18]
Perjudian di Kamboja, meski secara tradisional hanya dianggap sosialnya diterima selama Tahun Baru, tetap berlangsung sepanjang tahun dalam berbagai bentuk, seperti rumah judi ilegal, lotere, taruhan olahraga, permainan daring, dan taruhan informal seperti "chak teuk phliang" yang melibatkan prediksi hujan,terkadang taruhan bisa mencapai US$1000. Kasino secara resmi hanya boleh diakses oleh pemegang paspor asing, sehingga warga lokal sering menyogok polisi untuk masuk atau terpaksa menyerahkan sebagian kemenangan mereka kepada aparat demi menghindari penangkapan. Kecanduan judi jarang mendapat perhatian medis karena dianggap sebagai tanda kejantanan atau masalah sosial, bukan gangguan kesehatan, sehingga layanan konseling hampir tidak tersedia. Pada tahun 2012, organisasi kesehatan mental bahkan menyatakan belum pernah menangani kasus kecanduan judi, meski mereka menangani depresi dan kecanduan narkoba.[17][18]
Lihat pula
Referensi
- ^ Keo, Chenda; Broadhurst, Roderic; BouhoursKeo, Thierry (2012). "Inside the Cambodian Correctional System" (PDF). British Journal of Community Justice. 8 (3).
- ^ "Lottery firm hopes that second bet is a charm" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ a b c d "When the luck runs out". The Economist. ISSN 0013-0613. Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ a b Sokhan, Synoda (2015-01-01). "Life outside of the home: Interrogating men's understanding of their roles in Cambodia" (dalam bahasa Inggris). Open Access Te Herenga Waka-Victoria University of Wellington. doi:10.26686/wgtn.17012594.v1.
- ^ "Rule of law rank near bottom" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ a b "Gambling a losing game" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ "Provincial Police Chief Orders Crackdown on Illegal Gambling in Southwest Cambodia". Radio Free Asia (dalam bahasa Inggris). 2015-05-07. Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ Lhoyd (2015-09-30). "Ten More Casino Licenses Granted - Khmer Times" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ Horng, Pengly (2025-02-02). "Cambodia casino fuels Donaco revenue growth - Khmer Times" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ "Cambodia - Law on the Management of Integrated Resorts and Commercial Gambling". www.theiaga.org. Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ "Law on the management of commercial gaming - OD Mekong Datahub". data.opendevelopmentcambodia.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ "Notification on the Establishment of CGMC Office Based in Casino Premises". Rajah & Tann Asia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ Han, Enze (2024). The ripple effect: China's complex presence in Southeast Asia (Edisi First edition). New York: Oxford University Press. hlm. 105–107. ISBN 978-0-19-769658-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "'Armed men and sniffer dogs': Indonesian forced to work in Cambodian online gambling ring recalls horror ordeal". CNA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ "'Modern slavery': Indonesians in clutches of scam syndicates". France 24 (dalam bahasa Inggris). 2024-12-06. Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ BeritaSatu.com. "Ratusan Warung Makan Khas Indonesia di Bavet Kamboja Terdeteksi di Google Maps, Netizen: Sarang Judol". beritasatu.com. Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ a b "Scant options for gambling addicts" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-27.
- ^ a b "Gambling fuels poverty". www.thenewhumanitarian.org (dalam bahasa Inggris). 2008-09-02. Diakses tanggal 2025-07-27.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


