Perencanaan lanskap


Perencanaan lanskap merupakan cabang dari arsitektur lanskap. Menurut Erv Zube (1931–2002), perencanaan lanskap didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan lanskap di tengah-tengah persaingan penggunaan lahan, sekaligus melindungi proses alamiah serta sumber daya budaya dan alam yang signifikan. Contoh utama perencanaan lanskap adalah sistem taman dan jalur hijau seperti yang dirancang oleh Frederick Law Olmsted.

Secara umum, perancang lanskap cenderung bekerja untuk klien yang ingin melakukan proyek konstruksi tertentu, sedangkan perencana lanskap menganalisis isu yang lebih luas serta karakteristik proyek yang dapat membatasi rancangan.

Perkembangan di Eropa

Leon Battista Alberti menulis tentang perlunya alun-alun kota untuk pasar dan implementasi spesifik untuk memaksimalkan penggunaan ruang.[1] Di Eropa Utara, gagasan ini berkembang menjadi perencanaan alun-alun perumahan yang dikelilingi ruang hijau. Contoh awal adalah Place des Vosges di Prancis. Di Inggris, alun-alun perumahan dikembangkan dengan konsep ruang terbuka publik atau taman umum di dalam kota. Ide ini mendapatkan momentum melalui Frederick Law Olmsted, dengan proposalnya untuk sistem taman di Boston yang terkenal sebagai Emerald Necklace.

Selanjutnya, Patrick Abercrombie mengadopsi konsep ini dalam Open Space Plan for the County of London (1943–1944). Contoh penerapan modern dapat dilihat pada rencana perusahaan RWE dalam pemulihan lanskap bekas tambang terbuka, seperti Tambang Garzweiler, dengan menggunakan sisa material dan tanah untuk mengembalikan ekosistem yang rusak.[2]

Perkembangan di Inggris

Di Inggris, perencanaan lanskap berkembang dari gerakan preservasi dan fasilitas publik menjadi komponen formal dalam perencanaan spasial dan lingkungan. Minat terhadap nilai estetika dan budaya pedesaan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 mendorong berdirinya organisasi seperti National Trust (1895) dan diskusi publik mengenai perlindungan keindahan alam, warisan budaya, serta akses ke ruang terbuka.

Perencana awal, terutama Patrick Abercrombie, mempromosikan survei lanskap sistematis dalam rencana regional, menghubungkan konservasi wilayah pedesaan dengan pengelolaan pertumbuhan perkotaan. Setelah Perang Dunia II, National Parks and Access to the Countryside Act 1949 menetapkan taman nasional dan Area of Outstanding Natural Beauty (AONBs), memberikan kerangka hukum untuk perlindungan lanskap berharga di Inggris dan Wales (dan kemudian Irlandia Utara).

Undang-undang ini mencerminkan tujuan warisan budaya dan kesejahteraan sosial, memberikan akses publik sekaligus menjaga kelestarian alam. Selanjutnya, Countryside Act 1968 dan Countryside (Scotland) Act 1967 menekankan rekreasi pedesaan, konservasi ekologis, dan perencanaan lanskap pedesaan di luar wilayah dengan nilai pemandangan semata.

Pada tahun 1960–1970-an, meningkatnya kesadaran lingkungan dan ekologi terapan memengaruhi praktik perencanaan lanskap. Munculnya desain ekologis, dipengaruhi oleh karya Ian McHarg (Design with Nature, 1969), serta pengenalan prosedur analisis dampak lingkungan melalui Environmental Assessment Regulations 1988, membantu mengintegrasikan ilmu lingkungan dalam proses perencanaan.

Sejak akhir abad ke-20, Landscape Character Assessment (LCA) menjadi metode populer untuk menggambarkan, mengklasifikasikan, dan mengelola jenis lanskap di Inggris. Pendekatan ini memandang lanskap sebagai hasil dari proses alam dan budaya, serta menekankan bahwa setiap lanskap memiliki karakteristik unik yang harus diperhatikan dalam perencanaan dan kebijakan.[3]

Rujukan

  1. ^ Madanipour, Ali (2003-09-02). Public and Private Spaces of the City (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-134-51985-9.
  2. ^ RWE. "Biodiversity". www.rwe.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
  3. ^ Seddon, George (1986-01-01). "Landscape planning: a conceptual perspective". Landscape and Urban Planning. 13: 335–347. doi:10.1016/0169-2046(86)90051-4. ISSN 0169-2046.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement