Perempuan di bidang STEM

Partisipasi perempuan di bidang STEM merujuk pada rendahnya tingkat partisipasi perempuan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika secara historis jika dibandingkan dengan laki-laki sejak perkembangannya pada abad ke-18 selama Abad Pencerahan.[1] Hal ini juga menjadi temuan bagi para ilmuwan dan pemangku kebijakan tentang rendahnya representasi perempuan dan dominasi laki-laki dalam bidang ini.[2] Berdasarkan data UNESCO, peneliti perempuan dari seluruh dunia totalnya kurang dari 30 persen, menerbitkan penelitian dan dibayar lebih sedikit, dan karier mereka tidak semaju para peneliti laki-laki.[3] Para ilmuwan mengeksplorasi faktor-faktor penyebabnya, termasuk stereotip gender yang memengaruhi kemampuan kognitif, keseimbangan antara kehidupan profesional dan personal, minat pekerjaan, dan stereotip yang mengasosiasikan sains dengan maskulinitas.[1][4]

Sejarah

Partisipasi perempuan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika telah dibatasi[5][6] dan sebagian besar kurang diakui sepanjang sejarah perkembangan ilmu pengetahuan.[7][8] Hal ini terjadi hingga perubahan masif mulai terjadi sekitar 1970-an. Tingkat partisipasi perempuan di bidang STEM mulai meningkat secara signifikan pada 1970-an dan 1980-an.[9] Angka ini mencapai 50 persen pada bidang-bidang tertentu, seperti bioteknologi.[10][11] Para ilmuwan mengeksplorasi alasan-alasan dan mekanisme di balik keterbatasan ini, seperti peran gender,[12] seksisme,[13] dan perbedaan jenis kelamin dalam psikologi.[14] Ada upaya di antara para ahli sejarah untuk mengungkap kontribusi perempuan dalam sains yang selama ini kurang dilaporkan.[15]

Istilah STEM pertama kali digunakan pada 2001, khususnya untuk merujuk pilihan studi dan karier.[16] Masing-masing bidang STEM memiliki sejarah yang berbeda-beda, tetapi dalam hal partisipasi perempuan—meskipun terbatas—telah ada di sepanjang sejarah. Sains, protosains, dan matematika telah dipraktikkan sejak zaman kuno. Dalam lini masa tersebut, perempuan telah berkontribusi pada bidang-bidang STEM, seperti botani, astronomi, kedokteran, geometri, dan aljabar. Pada Abad Pertengahan di Eropa dan Timur Tengah, perempuan mengajar matematika dan ilmu alam di biara-biara Kristen dan madrasah-madrasah Islam.[17]

Perguruan tinggi dengan tradisi Kristen yang menjadi tempat pendidikan awal bagi para calon rohaniwan melarang keterlibatan perempuan di dalamnya, yang terus berlanjut bahkan hingga perguruan tinggi tersebut mengembangkan misinya.[18] Pelarangan partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi formal ini berlanjut hingga abad ke-19, sehingga selanjutnya perempuan mengalami kesulitan dalam mempelajari dan mempraktikkan dispilin ilmu khusus.[19]

Awal mula kontribusi perempuan di bidang STEM dapat dilihat dari partisipasi mereka sebagai "perempuan komputer" karena mereka melakukan pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh komputer di masa kemudian, seperti pendataan, komputasi, dan analisis.[20] Pekerjaan ini membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan ketelitian.[21] Banyak perempuan yang awalnya bekerja sebagai "manusia komputer" ini yang kemudian naik ke tingkat pekerjaan yang lebih tinggi di mana mereka melakukan tugas dengan hitungan dan algoritma yang lebih spesifik serta melakukan analisis terhadap hasilnya.[22]

Meskipun begitu, perkembangan teknologi industri masih didominasi oleh laki-laki, dan pencapaian dalam bidang teknik, seperti penemuan mesin uap, juga kebanyakan dilakukan oleh laki-laki.[23] Tetapi, banyak juga contoh kontribusi perempuan dalam bidang rekayasa, salah satunya yaitu Ada Lovelace yang dikenal sebagai ahli pemrograman pertama di dunia,[24][25][26] dan karyanya diakui sebagai program komputer pertama di dunia.[27]

Partisipasi perempuan di bidang STEM mulai meningkat secara signifikan di tahun 1970-an dan 1980-an.[28] Di beberapa bidang, seperti misalnya bioteknologi, perempuan memiliki angka yang mendominasi, yaitu hingga 50%.[29]

Kesenjangan gender

Menurut penelitian, banyak faktor yang menjadi penyebab kesenjangan gender dalam bidang STEM, salah satunya adalah tuntutan pencapain dalam bidang matematika dan sains bagi laki-laki, yang dipengaruhi oleh faktor keluarga, interaksi dengan guru matematika dan sains, konten kurikulum, partisipasi secara langsung dalam praktik di laboratorium, pencapaian dalam bidang matematika dan sains sejak masa sekolah menengah, serta tersedianya sumber dukungan lain di rumah bagi mereka untuk memenuhi tuntutan tersebut. [30] Di Amerika Serikat, terdapat hasil penelitian yang beragam perihal pandangan anak laki-laki dan perempuan terhadap matematika dan sains. Dalam beberapa kajian longitudinal nasional[31] seorang peneliti menemukan perbedaan pandangan anak laki-laki dan anak perempuan terhadap sains di masa awal sekolah menengah pertama.[30] Keinginan para siswa mengejar karier di bidang matematika dan sains berpengaruh pada mata pelajaran yang mereka ambil dan prestasi mereka dalam mata pelajaran tersebut.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 1996 menemukan bahwa anak perempuan cenderung kehilangan rasa percaya diri di masa sekolah menengah karena mereka berpikir bahwa anak laki-laki memiliki kecerdasan dan kemampuan lebih untuk berpartisipasi dalam bidang teknologi.[32][33] Miskonsepsi ini disebabkan fakta bahwa laki-laki cenderung memilki kemampuan lebih dalam kemampuan spasial,[34] kemampuan yang dianggap penting dalam bidang rekayasa profesional.[35] Para ahli feminis menyatakan bahwa anak laki-laki cenderung untuk memiliki tingkat kemampuan spasial yang lebih dibandingkan anak perempuan di luar sekolah karena mereka memang didorong untuk berkarya dan bekerja menggunakan tangan akibat dorongan sosial dan budaya.[36][37]

Referensi

  1. ^ a b Jannatan, Robby (2024-11-13). "Partisipasi perempuan dalam STEM: Dunia perlu lebih banyak Marie Curie". The Conversation (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-08.
  2. ^ Kasuga, Reichi (1970). "Enlightement in Our Delusive Life". Journal of Indian and Buddhist Studies (indogaku Bukkyogaku Kenkyu). 19 (1): 379–383. doi:10.4259/ibk.19.379.
  3. ^ "Women in Science". uis.unesco.org. 2016-11-18. Diakses tanggal 2025-03-08.
  4. ^ Wang, Ming-Te; Degol, Jessica L. (2017-03-01). "Gender Gap in Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM): Current Knowledge, Implications for Practice, Policy, and Future Directions". Educational Psychology Review (dalam bahasa Inggris). 29 (1): 119–140. doi:10.1007/s10648-015-9355-x. ISSN 1573-336X. PMC 5404748. PMID 28458499. Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  5. ^ Science Museum Group. "Women in Science". Science Museum (London). Diakses tanggal 8 Maret 2025.
  6. ^ Mohney, Denise (1991). The Limitations of Women in Science at Six Midwestern Collages due to the Adherence to Conceptions of Gender Differences Between the Sexes in the Years of 1880 through 1940 (PDF). Illinois Wesleyan University. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ^ Jones, Claire (2018-12-03). "Women have been written out of science history – time to put them back". The Conversation (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-08.
  8. ^ Qaiser, Farah; Zaringhalam, Maryam; Bernardi, Francesca; Wade, Jess; Pinckney, Emily (2022-05-23). "How academic institutions can help to close Wikipedia's gender gap". Nature (dalam bahasa Inggris). doi:10.1038/d41586-022-01456-x.
  9. ^ Bureau, US Census. "Women Are Nearly Half of U.S. Workforce but Only 27% of STEM Workers". Census.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-08.
  10. ^ "Women build strength in numbers". Nature Biotechnology (dalam bahasa Inggris). 41 (3): 301–301. 2023-03. doi:10.1038/s41587-023-01727-6. ISSN 1546-1696.
  11. ^ Su, Rong; Rounds, James (2015). "All STEM fields are not created equal: People and things interests explain gender disparities across STEM fields". Frontiers in Psychology (dalam bahasa Inggris). 6. doi:10.3389/fp. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  12. ^ Law, Fidelia; McGuire, Luke; Winterbottom, Mark; Rutland, Adam (2021). "Children's Gender Stereotypes in STEM Following a One-Shot Growth Mindset Intervention in a Science Museum". Frontiers in Psychology (dalam bahasa Inggris). 12. doi:10.3389/fp. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  13. ^ "The 5 Biases Pushing Women Out of STEM". Harvard Business Review (dalam bahasa Inggris). 2015-03-24. ISSN 0017-8012. Diakses tanggal 2025-03-08.
  14. ^ Coenen, Johan; Borghans, Lex; Diris, Ron (2021-06). "Personality traits, preferences and educational choices: a focus on STEM". Journal of Economic Psychology. 84 (102361). doi:10.1016/j.joep.2021.102361. ISSN 0167-4870.
  15. ^ Tourne, Isabelle. "The women scientists forgotten by history". phys.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-08.
  16. ^ "STEM | Description, Development, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). 2025-02-09. Diakses tanggal 2025-03-08.
  17. ^ Borker, Hem (2018). Madrasas and the making of Islamic womanhood (Edisi First edition). New Delhi, India: Oxford University press. ISBN 978-0-19-948422-5.
  18. ^ Carlton, Genevieve. "A History of Women in Higher Education | BestColleges". www.bestcolleges.com. bestcolleges.com. Diakses tanggal 14 April 2023.
  19. ^ "Timeline: 100 years of women's history at Oxford - University of Oxford". www.ox.ac.uk. Oxford University. Diakses tanggal 29 March 2023.
  20. ^ Wexler, Kara (25 October 2022). "Women Known as 'Computers'". The Franklin Institute (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 18 April 2023.
  21. ^ Grier, David Alan (March 1, 2001). "Human Computers: The First Pioneers of the Information Age". Endeavour. 25 (1): 28–32. doi:10.1016/S0160-9327(00)01338-7. PMID 11314458.
  22. ^ Grier, David Alan (2005). When Computers Were Human. Princeton University Press. ISBN 978-0-691-09157-0. Diarsipkan dari asli tanggal August 21, 2006. Diakses tanggal January 24, 2006.
  23. ^ Peterson, Elizabeth (19 March 2014). "Who Invented the Steam Engine?". livescience.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 March 2023.
  24. ^ Füegi, John; Francis, Jo (2015-08-14). "Lovelace & Babbage and the creation of the 1843 'notes'" (PDF). ACM Inroads. 6 (3): 78–86. doi:10.1145/2810201. ISSN 2153-2184. S2CID 7666218. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-15. She became the first person known to have crossed the intellectual threshold between conceptualizing computing as only for calculation on the one hand, and on the other hand, computing as we know it today: with wider applications made possible by symbolic substitution.
  25. ^ Haugtvedt, Erica; Abata, Duane (2021). "Ada Lovelace: First Computer Programmer and Hacker?". ASEE Virtual Annual Conference Content Access. ASEE Conferences. doi:10.18260/1-2--36646.
  26. ^ Adams, Beverley (2023). Ada Lovelace: The World's First Computer Programmer. Philadelphia, USA: Pen & Sword History. ISBN 9781399082532.
  27. ^ Gleick, James (2011). The Information: A History, a Theory, a Flood. London: Fourth Estate. hlm. 116–118.
  28. ^ "Women Are Nearly Half of U.S. Workforce but Only 27% of STEM Workers". Census.gov. US Census Bureau. Diakses tanggal 14 April 2023.
  29. ^ "Women build strength in numbers". Nature Biotechnology. 41 (3): 301. March 2023. doi:10.1038/s41587-023-01727-6. PMID 36890200. S2CID 257424995.
  30. ^ a b Hanson, Sandra L. (1996). Lost talent: women in the sciences. Temple University Press. ISBN 1-56639-446-5. LCCN 96000219. OCLC 502980705. OL 964000M.
  31. ^ "Childhood Studies and Leisure Studies", Childhood Studies, Oxford University Press, 2022-06-27, doi:10.1093/obo/9780199791231-0258, ISBN 978-0-19-979123-1
  32. ^ Pajares, F (1996). "Self-efficacy beliefs and mathematical problem-solving of gifted students". Contemporary Educational Psychology. 21 (4): 325–44. doi:10.1006/ceps.1996.0025. PMID 8979868.
  33. ^ Fields, S.R. (1970-01-01). Technological Forecasting (Report). Office of Scientific and Technical Information (OSTI). doi:10.2172/4106111.
  34. ^ Voyer, D.; Voyer, S.; Bryden, M. P. (1995). "Magnitude of sex differences in spatial abilities: A meta-analysis and consideration of critical variables". Psychological Bulletin. 117 (2): 250–270. doi:10.1037/0033-2909.117.2.250. PMID 7724690.
  35. ^ Ceci, S.J.; Williams, W.M.; Barnett, S.M. (2009). "Women's underrepresentation in science: Sociocultural and biological considerations". Psychological Bulletin. 135 (2): 218–261. CiteSeerX 10.1.1.556.4001. doi:10.1037/a0014412. PMID 19254079.
  36. ^ Sorby, S. A. (2009). "Educational research in developing 3-D spatial skills for engineering students". International Journal of Science Education. 31 (3): 459–80. Bibcode:2009IJSEd..31..459S. doi:10.1080/09500690802595839. S2CID 145061861.
  37. ^ Bartolomé, Raquel Pérez (2017-01-31). "Solid GEAR collaborates with STEM talent girl". Solid GEAR (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-29. Diakses tanggal 2020-02-29.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement