Perdagangan budak Khiva

Perdagangan budak Khiva merujuk pada praktik perbudakan dan transaksi jual beli budak yang dilakukan di Khiva, ibu kota Kekhanan Khiva, sekarang wilayah Uzbekistan.[1] Sebagian besar budak yang dijual di Khiva hingga penghapusan perbudakan pada 1873 adalah orang-orang Persia dan Rusia yang diburu oleh pemburu dari sub-subsuku Turkmen, Kazakh, serta Kirgiz yang hidyp semi nomaden.[2]

Latar belakang

Penunggang kuda Turkmen yang biasa melakukan perburuan budak atau alaman di pada stepa.

Penduduk Asia Tengah abad pertengahan terdiri dari orang-orang merdeka dan para budak. Orang-orang merdeka meliputi tuan tanah, kelompok penguasa, dan para petani. Perbudakan adalah hal yang umum di kawasan ini.[1] Khiva menjadi salah satu pusat penjualan budak paling masyhur di wilayah ini, bersaing dengan kota tetangga, Bukhara. Keduanya dijuluki sebagai ibu kota budak dunia.[3] Namun, pada abad ke-19, volume dan valuasi perdagangan budak di Khiva jauh melampaui Bukhara, tetapi pola-pola seperti bagaimana budak didapat, masih sama.[4]

Orang-orang yang menjadi budak mengalami nasib demikian karena terjaring dalam alaman atau perburuan budak oleh sub-subsuku Turkmen. Banyak pula yang menjadi budak karena kalah perang dan ditawan. Ditemukan pula beberapa yang dijual oleh keluarga mereka, terutama saat puncak musim paceklik. Semua budak, apa pun latar belakang yang menyebabkan mereka menjadi budak akan dibawa dan dijual di pasar budak di Khiva.[1] Selain Turkmen, orang-orang Kazakh dan Kirgiz juga aktif berburu budak, menjual orang-orang Persia, Rusia, serta dalam jumlah yang lebih kecil, orang Kalmyk ke pasar-pasar di Jalur Sutra, termasuk Khiva dan Bukhara sebagai pusat perdagangan utama, sedangkan Karakul, Karshi, dan Charju sebagai pusat perdagangan sekunder.[1]

Asal etnis dan agama para budak

Budak Persia di pasar Khiva, sebuah lukisan dari abad ke-19.

Mayoritas para budak yang diperjualbelikan di Pasar Khiva adalah orang-orang Persia dan Rusia. Budak Persia didapat dengan menyerang para peziarah yang mengunjungi kota suci Masyhad, sementar budak Rusia dan dalam jumlah yang lebih kecil, Jerman, didapat dengan menyerang rintisan permukiman di Pegunungan Ural. Pada abad ke-19, tercatat tak kurang dari 100.000 budak Persia dan Rusia yang belum dijual di Pasar Khiva dan Bukhara.[4] Budak-budak Persia beragama Islam Syiah dan budak Rusia umumnya memeluk Kristen Ortodoks. Baik Syiah maupun Ortodoks dianggap menjadi salah satu faktor mengapa perbudakan terus dilakukan, karena keduanya adalah "kafir", target yang layak untuk ditunduk dan diperjualbelikan.[4]

Selain Persia dan Rusia, budak-budak di pasar Khiva juga berasal dari bangsa Bashkir, Kalmyk, bahkan Kazakh. Kazakh sendiri sebenarnya terkenal sebagai salah satu komunitas pemburu budak. Budak Kazakh yang dilabeli sebagai budak Kalmyk banyak dibeli oleh Dinasti Qajar, Iran di pasar Khiva, yang dipasok oleh orang-orang Turkmen.[5][6] Bashkir dan Kazakh adalah penganut Islam Sunni, sedangkan Kalmyik mayoritas beragama Buddha dengan sebagian kecil tergabung ke Gereja Ortodoks Rusia.

Orang Bashkir yang dijual sebagai budak, umumnya adalah mereka yang selamat dari penyerbuan dan pembunuhan massal oleh subsuku Kazakh. [7] Penyerangan terhadap orang Bashkir tampaknya merupakan tindakan mencari kesempatan dalam kesempitan, yakni untuk memperlihatkan loyalitas terhadap Kekaisaran Rusia serta sebagai manuver oportunistik.[8][9] Pada 1736 misalnya, Kazakh melakukan serangan besar-besar ke Bashkortostan (Bashkiria), tanah air Bashkir, membunuh serta memperbudak ribuan orang.[8]

Pemanfaatan tenaga budak

Lukisan tentang kondisi pasar di Kota Khiva

Budak adalah salah satu komoditas terpenting bagi Kekhanan Khiva. Mereka dimanfaatkan tenaga dan keahliannya dalam banyak bidang pekerjaan. Mereka dipekerjakan berdasarkan talenta, dan tidak dibatasi mengerjakan satu tugas saja.[10]

Para budak adalah tulang punggung sektor pertanian, khususnya pada penanaman dan pemeliharaan ladang, serta memproses biji-bijian hasil panen.[10] Mereka juga dimanfaatkan sebagai penyokong pada bidang militer, pekerja sektor pendidikan, sebagai penghibur, bahkan akuntan. Para budak di Khiva turut membangun Itchan Kala, salah satu persinggahan penting di Jalur Sutra, yaitu persinggahan terakhir sebelum memasuki kawasan gurun yang luas di Turkmenistan dan Iran.[11]

Perbudakan menjadi sangat penting bagi Khiva karena perdagangan budak, perburuan budak, serta budak-budak yang akhirnya mampu membeli kemerdekaan mereka, semuanya dikenakan pajak.[10]

Penghapusan

Sama seperti Bukhara, perdagangan budak Khiva dihapuskan tatkala Rusia menaklukkan kekhanan ini pada paruh kedua abad ke-19. Pasca menaklukkan Khiva, pemimpin pasukan Rusia, Konstantin von Kaufmann memaksa Muhammad Rahim Khan II selaku khan untuk mengeluarkan perintah yang memerdekakan semua budak di wilayahnya, serta diikuti dengan adanya traktat antara Rusia dan Khiva yang menghapus perdagangan budak selama-lamanya.[10]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d Adle, Chahryar; Habib, Irfan; Baipakov, Karl M., ed. (200). History of Civilisations of Central Asia. Vol. V. Paris: UNESCO. hlm. 354, 410. ISBN 92-3-103876-1.
  2. ^ "Adventure in the East". Time. 6 April 1959. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Maret 2008. Diakses tanggal 4 Desember 2011.
  3. ^ The First English Explorer: The Life of Anthony Jenkinson (1529–1611) and His Adventures on the Route to the Orient. Matador. 2016. hlm. 121–123. ; ; Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  4. ^ a b c Barisitz, S.  (2017). Central Asia and the Silk Road: Economic Rise and Decline Over Several Millennia. Tyskland: Springer International Publishing. hlm. 121, 223.
  5. ^ electricpulp.com. "BARDA and BARDA-DĀRI iv. From the Mongols – Encyclopaedia Iranica". iranicaonline.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Juli 2016. Diakses tanggal 26 August 2016.
  6. ^ Keith Edward Abbott; Abbas Amanat (1983). Cities & trade: Consul Abbott on the economy and society of Iran, 1847–1866. Published by Ithaca Press for the Board of the Faculty of Oriental Studies, Oxford University. hlm. 20. ISBN 978-0-86372-006-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 April 2023. Diakses tanggal 14 November 2020.
  7. ^ Olcott, Martha Brill (7 Januari 1995). The Kazakhs. Hoover Institution Press, Stanford University Press. ISBN 978-0-8179-9353-5 – via Google Books.
  8. ^ a b Khodarkovsky, Michael. Russia's Steppe Frontier: The Making Of A Colonial Empire 1500–1800. hlm. 167–168. Diakses tanggal 17 November 2025.
  9. ^ Studies in History (dalam bahasa Inggris). Sage. 1988.
  10. ^ a b c d Eden, J (2018). Slavery and Empire in Central Asia. Cambridge University Press. hlm. 22, 115, 118-119, 125-127, 188-189, 221.
  11. ^ "Itchan Kala". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 November 2024.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement