Perang nonkonvensional

Perang nonkonvensional adalah jenis perang yang terjadi dengan melawan pasukan penduduk yang berada di negara sendiri atau pemerintah mereka sendiri. Gerakan ini merupakan gerakan perlawanan asing dan kelompok gerilya.[1] Perang nonkonvensional menargetkan penduduk sipil secara psikologis untuk memenangkan hati dan pikiran, serta melakukan pendekataan dengan badan-badan militer dan politik dengan tujuan untuk membuat kemampuan militer musuh tidak relevan.

Perang nonkonvensional mulai diterapkan setelah Perang Dunia II Ketika negara-negara besar mengalami buntu nuklir sehingga mereka membatasi perang konvensional[2] dengan tujuan keamanan nasional sekaligus membatasi potensi eskalasi dan menghindari konvensi internasional yang dirancang untuk mencegah konflik. Di antara negara-negara lain, Amerika Serikat, Uni Soviet, Tiongkok, Prancis, dan Britania Raya mendukung rezim-rezim yang lemah dan memberdayakan kelompok-kelompok pemberontak untuk bertindak sebagai proksi yang melakukan perang non-reguler atas nama negara patron. Pemberdayaan ini seringkali melibatkan pelatihan, perlengkapan, dan pendanaan aktor-aktor non-negara untuk menggulingkan atau melemahkan pemerintahan yang mendukung (baik nyata maupun yang dipersepsikan) kekuatan lawan.

Karakteristik utama perang nonkonvensional[3], antara lain perang siber atau serangan digital terhadap infrastruktur seperti jaringan listrik, bank, atau data pemerintah, terorisme berupa serangan mendadak terhadap sipil atau militer, manipulasi opini melalui media sosial dan penyebaran berita palsu yang bertujuan untuk memecah belah masyarakat, serta perang hibrida, yaitu kombinasi di atas dengan elemen konvensional. Salah satu contoh dari perang nonkonvensional adalah Serangan Siber Stuxnet yang terjadi pada tahun 2010. Virus computer Stuxnet yang dikembangkan oleh AS dan Israel menyusup ke sistem kontrol nuklir Iran di Natanz yang menyebabkan kerusakan sentrifugal pengayaan uranium. Hal itu membuat Iran menunda program nuklirnya hingga 2-3 tahun.

Referensi

  1. ^ "Unconventional warfare". Simple English Wikipedia, the free encyclopedia (dalam bahasa Inggris). 2025-08-04.
  2. ^ Fowler, Mike (2019-11-04). "The Rise of the Present Unconventional Character of Warfare". The Strategy Bridge (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-10.
  3. ^ "One moment, please..." abnri.com. Diakses tanggal 2025-12-10.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement