Perang Inggris-Spanyol (1762-1763)

Perang Inggris-Spanyol (1762–1763)
Bagian dari Perang Tujuh Tahun dan Peperangan Inggris-Spanyol

Pengepungan Havana, 1762, Penyerbuan Kastil Morro, 30 Juli, Dominic Serres
Tanggal1762–1763
LokasiSpanyol Amerika, Filipina, Spanyol dan Portugal
Hasil

Kemenangan Britania Raya[1]

Perubahan
wilayah
Spanyol menyerahkan Florida kepada Britania Raya dengan pengembalian Manila dan Havana
Prancis menyerahkan Louisiana kepada Spanyol
Pihak terlibat

Kerajaan Britania Raya Britania Raya

Portugal
Pemberontak Pangasinan
Spanyol Spanyol
 Prancis
Tokoh dan pemimpin
John Campbell
George Townshend
John Burgoyne
George Keppel
George Pocock
George Augustus Eliott
William Draper
Sir Samuel Cornish
Dawsonne Drake
Friedrich Wilhelm, Kont Lippe
Diego Silang  X
Gabriela Silang Dihukum mati
Spanyol Nicolás de Carvajal
Spanyol Pedro de Bolea
Spanyol Pedro de Cevallos
Spanyol Manuel Rojo
Spanyol Simon De Anda y Salazar
Spanyol Alejandro O'Reilly

Perang Inggris-Spanyol (1762-1763) terjadi antara pihak Britania Raya dan Spanyol sebagai bagian dari Perang Tujuh Tahun. Perang ini berlangsung dari Januari tahun 1762 hingga pada Februari 1763, Perjanjian Paris (1763) mengakhiri Peperangan.

Latar Belakang

Setelah perang pecah antara Prancis dan Britania Raya pada tahun 1756, Spanyol tetap Netral. Perdana Menteri Raja Ferdinand VI yaitu Ricardo Wall, menentang kelompok pro-prancis yang ikut perang dipihak Prancis. Situasi Spanyol berubah ketika Ferdinand VI dari Spanyol wafat dan Digantikan oleh Adiknya yaitu Carlos III dari Spanyol yang lebih ambisius, ingin menjaga kelangsungan kekuasaan kolonial Spanyol dan posisi Spanyol sebagai kekuatan besar di Eropa.

Dengan Makin terlihatnya kerja sama antara Prancis-Spanyol, William Pitt Perdana Menteri Inggris menilai hanya soal waktu untuk menunggu Spanyol terlibat dalam Perang. Ia mendorong serangan pendahuluan kepada Spanyol untuk merebut harta karun Manila Galleon, agar Spanyol kekurangan dana perang. Namun kabinet menolak, Pitt lalu mundur dari jabatannya.[2]

Meskipun begitu, perang dengan spanyol tak bisa dihindarkan. Pada tahun 1761, ketika Prancis hampir kalah, Carlos III menandatangani Pacte de Familie dengan Prancis ( Karena keduanya sama sama Wangsa Bourbon ). Lalu pada Desember 1761, Spanyol menjatuhkan embargo dagang terhadap inggris, menyita barang-barang inggris dan mengusir para pedagang Inggris. Sebagai balasan, Inggris mendeklarasikan perang terhadap Spanyol pada 4 Januari 1762.

Perang

Portugal

Dari sudut pandang Inggris, isu yang paling mendesak dalam perang dengan Spanyol adalah ancaman invasi Spanyol terhadap Portugal. Meskipun merupakan sekutu lama Inggris, Portugal seperti Spanyol tetap netral selama sebagian besar periode konflik. Prancis kemudian membujuk Spanyol yang enggan untuk menyerang Portugal dengan harapan agar front baru ini mengalihkan pasukan Inggris dari Prancis ke arah perbatasan Portugal yang panjang dan berbukit dianggap Prancis sebagai medan tempur yang lemah dan mudah ditembus ( Meskipun Spanyol tidak sepakat ), dibandingkan dengan usaha besar untuk mengepung benteng Inggris di Gibraltar. Pasukan Spanyol berkumpul di perbatasan Portugal dan bersiap untuk menyerang, Inggris segera bergerak membantu sekutu mereka dengan mengirim suplai dan perwira untuk koordinasi pertahanan.[3]

Amerika Selatan

Perang Tujuh Tahun juga meluas ke daerah-daerah koloni Portugis dan Spanyol di Amerika Selatan. Konflik dikawasan tersebut melibatkan pasukan kolonial kecil yang saling merebut daerah terpencil dan berakhir buntu. Satu-satunya aksi penting yang terjadi dikawasan tersebut adalah Ekspedisi Cevallos pertama yang dipimpin oleh Pedro de Cevallos, ketika pasukan Spanyol merebut dan mempertahankan kota Pelabuhan strategis di wilayah koloni Sacramento, tepi Sungai Plate.

Kuba

Pada bulan Juni 1762, pasukan Inggris dari arah Hindia Barat mendarat di Kuba dan mengepung Havana. Meski musim penyakit tropis sedang parah, mereka tetap optimis bisa merebut kota Havana sebelum Spanyol sempat bertahan.[4] Komandan Inggris Albemarle, memerintahkan penggalian terowongan untuk meledakkan benteng. Walau banyak prajurit jatuh sakit, sekitar 4,000 bala bantuan dari Amerika Utara tiba. Pada 30 Juli, ranjau diledakkan[5] dan benteng berhasil direbut, Menandakan bahwa Havana sudah dalam kekuasaan Inggris.

Amerika Tengah

Awal 1762, Gubernur Inggris Jamaika, William Lyttelton, mengirim ekspedisi Inggris ke Nikaragua dengan target utama yaitu kota Granada. Pasukan ini terdiri atas tentara inggris dan sekitar 2,000 orang Miskito dengan lebih dari 50 perahu. Mereka berhasil menguasai sejumlah perkebunan kakao di Lembah Matina serta sejumlah desa di sekitarnya.[6] Pada 26 Juli, mereka mengepung benteng Immaculate Conception, tetapi pengepungan itu akhirnya ditinggalkan sehingga operasi militer diwilayah Amerika Tengah pun berakhir.[7]

Filipina

Peta dari pendudukan Manila oleh Britania raya 1762

Begitu perang antara Inggris dengan Spanyol dimulai (1762), Inggris mengirim ekspedisi dari Madras untuk merebut Manila dan menjadikan wilayahnya pusat dagang. Pasukan gabungan dari 10,700 orang di bawah komandan William Draper tiba di teluk Manila pada September dan berhasil merebut kota Manila pada 6 Oktober, Uskup Agung menyerah untuk menghindari adanya pertumpahan darah.

Namun, perlawanan yang dipimpin oleh Simón Anda lolos dari pengepungan. Sementara itu, Diego Silang memimpin pemberontakan lokal, walau akhirnya digagalkan. Inggris hanya menguasai wilayah Manila dan Cavite, tetapi segera melemah akibat adanya pepecahan internal dan penyakit.

Selama pendudukan, Inggris sempat menuntut tebusan Manila Ransom sebesar empat juta dolar perak, namun Simon Anda menolak dan pembayaran tidak terlaksana penuh.[8] Walau gagal menjadikan kota Manila sebagai pangkalan permanen, Inggris tetap meraih keuntungan besar dari penangkapan kapal harta Karun Filipina dan Santísima Trinidad. Pendudukan Manila oleh Inggris tidak terdengar oleh Eropa hingga pada Perjanjian Paris (1763) karena kabar jatuhnya kota baru tiba setelah perjanjian ditandatangani.

Bacaan lebih lanjut

Sumber

  • Anderson, Fred. Crucible of War: The Seven Years' War and the Fate of Empire in British North America, 1754–1766. Faber and Faber, 2001
  • Anderson, Fred and Cayton, Andrew. The Dominion of War: Empire and Liberty in North America 1500–2000. Penguin Books, 2005.
  • Anderson, Fred. The War that Made America: a Short History of the French and Indian War. Penguin Books, 2006.
  • Browning, Reed. The Duke of Newcastle. Yale University Press, 1975.
  • Longmate, Norman. Island Fortress: The Defence of Great Britain, 1603–1945. HarperCollins, 1993
  • David F. Marley (2008). Wars of the Americas: a chronology of armed conflict in the Western Hemisphere, 1492 to the present. Vol. 1 (Edisi 2nd). Santa Barbara, California: ABC-CLIO, Inc. hlm. 441. ISBN 978-1-59884-100-8.
  • Rodger NAM. Command of the Ocean: A Naval History of Britain, 1649–1815. Penguin Books, 2006.
  • N. A. M. Rodger, The Insatiable Earl: A Life of John Montagu, Fourth Earl of Sandwich (London: HarperCollins, 1993)
  • Simms, Brendan (2008). Three Victories and a Defeat: The Rise and Fall of the First British Empire. Penguin Books.
  • Tracy, Nicholas (1995). Manila Ransomed. University of Exeter Press. ISBN 0859894266.

Referensi

  1. ^ Simms 2008, hlm. 502-03.
  2. ^ Browning p.280–82
  3. ^ Anderson p.497
  4. ^ Anderson p.498–99
  5. ^ Anderson p.499–501
  6. ^ Mary W. Helms (1983). "Miskito Slaving and Culture Contact: Ethnicity and Opportunity in an Expanding Population". Journal of Anthropological Research. 39 (2): 179–97. doi:10.1086/jar.39.2.3629966. JSTOR 3629966. S2CID 163683579.
  7. ^ Marley p.441
  8. ^ Simms p.555

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement