Penyunting suara (pembuatan film)

Seorang penyunting suara adalah profesional kreatif yang bertanggung jawab memilih dan menyusun rekaman suara sebagai persiapan untuk pencampuran suara akhir atau mastering dalam program televisi, film layar lebar, permainan video, atau produksi lain yang melibatkan suara terekam maupun suara sintetis. Penyunting suara bekerja bersama penyunting suara utama. Penyunting suara utama biasanya membagi adegan dan gulungan kepada penyunting suara berdasarkan keahlian serta bidang spesialisasi masing-masing.[1]

Penyuntingan suara berkembang dari kebutuhan untuk memperbaiki rekaman suara pada film bersuara awal yang tidak lengkap, kurang dramatis, atau secara teknis lemah. Seiring waktu, bidang ini berkembang menjadi sebuah kerajinan yang dihormati dalam pembuatan film, dengan penyunting suara menerapkan tujuan estetika dari desain suara film.

Academy of Motion Picture Arts and Sciences mengakui kontribusi artistik dari penyuntingan suara yang luar biasa melalui Academy Award untuk Penyuntingan Suara Terbaik.

Secara umum terdapat tiga bagian utama suara yang digabungkan untuk menghasilkan pencampuran akhir, yaitu dialog, efek, dan musik. Di pasar besar seperti New York dan Los Angeles, penyunting suara sering kali hanya mengkhususkan diri pada salah satu bidang tersebut, sehingga sebuah produksi memiliki penyunting khusus untuk dialog, efek, dan musik. Di pasar yang lebih kecil, penyunting suara diharapkan mampu menangani semuanya, bahkan sering merambah ke ranah pencampuran. Penyuntingan efek diibaratkan sebagai penciptaan dunia bunyi dari awal, sedangkan penyuntingan dialog lebih mirip memperbaiki dunia bunyi yang sudah ada. Penyuntingan dialog lebih tepat disebut sebagai "penyuntingan suara produksi", di mana penyunting mengambil suara asli yang direkam di lokasi, lalu dengan berbagai teknik membuat dialog lebih jelas dan halus, sehingga pendengar tidak terganggu oleh perubahan transisi antar pengambilan gambar (sering kali suara latar di balik dialog berubah drastis dari satu pengambilan ke pengambilan lain).

Tantangan yang dihadapi penyunting efek antara lain menambahkan berbagai elemen secara kreatif untuk menghasilkan suara yang meyakinkan bagi setiap hal yang terlihat di layar, serta menguasai pustaka efek suara yang mereka miliki.

Referensi

  1. ^ "Tim Nielsen offers insight into the role of Supervising Sound Editor". 25 Januari 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Januari 2021. Diakses tanggal 6 Januari 2022.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement