Pengguna:Zulfadlicaniago
Zulfadli, S.T. anak teknik yang akhirnya lebih banyak bergelut dengan dunia jurnalistik. Sampai akhirnya mendapatkan Semen Padang Journalist Award Tahun 2015[1] untuk dua kategori, Karya Tulis dan Foto. Dan mungkin karena ngemplang dari jalur, saya termasuk yang diwawancara ketika Universitas Andalas tengah berupaya meraih World Class University.
Jurnalis pun mendekatkan saya dengan Senator H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H[2] yang kala itu melakukan kunjungan kerja ke Dinas Koperasi Sumbar (akhir Juni 2017) dan saya pun tengah melakukan liputan di dinas tersebut. Tengah meliput, salah seorang Kabid di sana (Doni Ubani, alm) memberitahukan bahwa Kepala Dinas lambat membuka acara Pelatihan Perkoperasian itu lantaran tengah menerima kunjungan Anggota DPD RI.
Ingin mendengar lansung bagaimana dukungan Anggota DPD RI asal Sumbar terhadap perkoperasian, saya pun izin masuk ke ruang Kepala Dinas yang waktu itu dijabat oleh Zirma Yusri. Hal tak terduga datang, saat masuk ke ruangan, Kepala Dinas memperkenalkan sambil memuji saya kepada Senator Leonardy sebagai wartawan yang sering mempublikasikan tentang koperasi dan UMKM. Tulisannya bagus dan menyejukkan pelaku perkoperasian dan pelaku usaha kecil dan menengah Sumbar.
Diizinkan mengikuti kegiatan, saya melakukan aktivitas yang biasa dilakukan, mencatat yang perlu dan mengambil foto pendukung yang sekiranya bisa dipakai untuk memperkuat berita. Tanpa sengaja, saya melihat lirikan Leonardy terus mengikuti. Hati pun berkata. Apakah beliau terganggu oleh bunyi klik kamera DSLR yang saya pakai? Atau tidak suka saya mondar-mandir mencari angle foto yang bagus, yang terkadang berada di belakangnya.
Ternyata lirikan itu berarti banyak. Leonardy tengah 'menilai'. Rupanya, nama saya menjadi catatan tersendiri dan dipantau oleh pria yang akrab dipanggil Bang Leo itu. Berita pertama terkait kunjungan kerjanya yang terbit di halaman 1, menjadi poin bagus dan beberapa tulisan lainnya. Hingga dipanggil untuk wawancara khusus untuk Sumpah Pemuda ke-89.
Bang Leo pun menawarkan untuk mengikuti perjalanan dia selama melakukan kunjungan kerja di Sumatera Barat. Saya pun meminta izin kepada Pemimpin Redaksi dan petinggi Redaksi lainnya serta Pemimpin Perusahaan. Karena saya juga menjabat sebagai Koordinator Pracetak saya pun meminta dukungan dari rekan-rekan Pracetak dan mereka umumnya memberi dukungan.
Membersamai Leonardy beberapa bulan, menjadi musabab saya harus memilih. Leonardy memasukkan saya sebagai Staf Anggota DPD RI (2018), yang saya jalani hingga 1 Oktober 2024.
Juni 2024, saya berkesempatan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan oleh Dewan Pers bekerjasama dengan Universitas Dr. Moestopo. Dan beruntungnya kegiatannya dilaksanakan di Padang.
Saat ini saya aktif di organisasi Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI). Organisasi wartawan yang didirikan dan berpusat di Padang, Sumatera Barat.
Perkenalan pertama dengan jurnalistik berawal dari keinginan mengisi waktu setelah tamat, cari pengalaman kerja sembari membantu adik perempuan yang tengah memasuki masa-masa penyelesaian studi di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Menemaninya ke rental komputer dan mengantarnya asistensi tugas akhir ke dosen pembimbing.
Berawal dari tawaran sebagai Marketing Tabloid Solid (2001) oleh Budayawan Alwi Karmena (alm), yang tertarik ketika beliau diperkenalkan dengan produk parfum. Melihat cara saya menawarkan produk beliau pun beli dan meminta saya datang ke Lapai, Padang. Cari Kantor Publik dan katakan Bang Alwi yang meminta datang.
Bekerja sebagai Marketing, harus membantu meningkatkan penjualan Tabloid. Ke kantor-kantor, perusahaan dan calon pelanggan rumahan. Setelah pelanggan didapat cukup banyak, demi memastikan kepercayaan pelanggan, saya pun turut mengantarkan tabloid begitu selesai cetak.
Dari situlah berkenalan dengan sejumlah tokoh penting di Padang dan Sumbar. Dan untuk lebih dekat, saya diberikan ilmu oleh Febriansyah Lewi, waktu itu dia menjabat sebagai redaktur. Saya dibawa ketika dia melakukan liputan. Lalu dilatihnya membuat berita. Bahkan Mas Didik yang pernah malang melintang di tabloid nasional, mendidik saya bagaimana meramu data dan fakta dari berbagai sumber untuk menghasilkan berita bagus, layak baca dan punya nilai. Sehingga Solid berkembang jadi tabloid pertama di Sumbar yang rutin mempunyai paginasi lebih dari 32 halaman.
Setapak demi setapak, dipercaya sebagai redaktur, asisten koordinator liputan, hingga koordinator liputan di Tabloid Solid. Pasca dididik Khairu Jasmi, Juhardio Anse, Marjeni Rockcalva dan Indra Sakti Nauli, baik melalui pelatihan jurnalis yang dilaksanakan Tabloid Solid. Berlanjut ke Tabloid Publik, Majalah Eksekutif, Tabloid Bisnis Minang.
Satu hal yang menunjang kesuksesan dalam membuat publikasi adalah kemampuan untuk menata layout dan membuat perwajahan koran/tabloid bagus hasil cetaknya.
HIngga 2017, kepercayaan datang silih berganti untuk menata perwajahan Tabloid BUSSER (milik alm Osman), Koran Serumpun (milik Awaluddin Kahar), Tabloid Gema Rakyat (milik Memed), Tabloid Wahana (milik Fauzi Lisa), Tabloid Jampi, Tabloid Kiprah (milik Alm Musriadi Musannif) dan lainnya.
Beberapa buku yang diterbitkan oleh wartawan senior, saya ikut menata perwajahan isi dan covernya. Sembari menata layout dan pewarnaan foto, editing terhadap isi juga saya lakukan agar buku tersebut tanpa salah penulisan huruf, kata berulang dan makin enak dibaca.
Berkenalan dengan Wiki sejak 2015. Lebih intens ketika diminta untuk menyunting halaman Surya Tri Harto[3], seorang pebisnis dan praktisi perminyakan.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


