Pendidikan di Aljazair

Pendidikan di Aljazair adalah penyelenggaraan pendidikan yang dirintis sebelum Aljazair dijajah oleh Prancis sejak dasawarsa tahun 1830-an.[1] Pengaruh penjajahan Prancis di Aljazair dalam periode waktu yang lama telah membuat sistem pendidikan di Aljazair menganut sistem sekuler tetapi menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa dalam pembelajarannya.[2] Satuan pendidikan di Aljazair terdiri dari satuan pendidikan pada tingkat pendidikan prasekolah hingga tingkat pendidikan tersier.[3] Kebijakan pendidikan di Aljazair mengutamakan pemberantasan buta huruf bagi masyarakat Aljazair.[4]

Perintisan

Sebelum dasawarsa 1830-an, pendidikan di Aljazair telah dirintis dalam bentuk madrasah yang materi pengajaran utamanya adalah tentang Al-Qur'an. Pada masa tersebut, wilayah Aljazair masih menjadi wilayah yang merdeka dari penjajahan. Sejak dasawarsa tahun 1830-an hingga 130 tahun setelahnya, Aljazair berada dalam kondisi penjajahan oleh Prancis. Selama masa penjajahan Prancis di Aljazair, sekolah-sekolah agama yang ada di Aljazair dibubarkan pendiriannya. Kondisi pendidikan pribumi kemudian menjadi terbatas aksesnya.[1]

Sistem pendidikan

Pengaruh penjajahan Prancis di Aljazair dalam periode waktu yang lama telah membuat sistem pendidikan di Aljazair menganut sistem sekuler setelah kemerdekaannya. Pembentukan sistem pendidikan secara terintegrasi di Aljazair diadakan pada tahun 1970. Pemerintah Aljazair menetapkan pendidikan wajib bagi anak berusia 6 tahun hingga 15 tahun. Bahasa yang digunakan dalam pembelajaran di Aljazair adalah bahasa Arab.[2]

Satuan pendidikan di Aljazair terdiri dari satuan pendidikan pada tingkat pendidikan prasekolah hingga tingkat pendidikan menengah lanjutan. Selain itu, di Aljazair terdapat program pendidikan tersier. Pada tahun 2020, jumlah peserta didik yang mengikuti jenjang pendidikan prasekolah hingga pendidikan menengah lanjutan sebanyak 9.492.542 peserta didik. Sedangkan jumlah peserta didik mengikuti jenjang pendidikan tersier sebanyak 74.364 peserta didik.[3]

Kebijakan

Kebijakan pendidikan di Aljazair mengutamakan pemberantasan buta huruf bagi masyarakat Aljazair. Sistem pendidikan di Aljazair mengadakan pengembangan kebudayaan Aljazair yang sesuai dengan sains. Dalam pembelajaran di Aljazair, bahasa Arab digunakan sebagai bahasa pengantar untuk pengembangan pendidikan sosial, sains dan teknologi. Kebijakan lain dalam pendidikan di Aljazair adalah demokratisasi kebudayaan dan aljazairinisasi para tenaga kependidikan.[4]

Referensi

  1. ^ a b Munadi, M., dan Umar, A. (2022). Manajemen Madrasah: Teori, Riset dan Praktik. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm. 27. ISBN 978-623-00-3333-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b Subchi, Imam (2019). Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah. Toha Putra. hlm. 127. ISBN 978-602-117-215-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ a b Paramansyah, Arman (2020). Manajemen Pendidikan Dalam Menghadapi Era Digital. Medan: Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Panca Budi. hlm. 162–163. ISBN 978-623-6587-00-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ a b Babmang dan In'ami, M. (Februari 2023). Teo-Progresif Pendidikan Islam: Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Semarang: Penerbit Cahya Ghani Recovery. hlm. 169–170. ISBN 978-623-8101-70-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement